Wednesday, March 31, 2021

#JurnalBulananMadamabi: Maret 2021

March 31, 2021



Holla...


Masuk awal maret masih sama aja sih kayak pas Februari. Kepikiran untuk detox sosmed, tapi belum nemu waktu yang tepat. Karena ada beberapa konten yang harus diposting saat itu.


Di saat ini juga lagi senang bikin mini video aesthetic. Isinya ala-ala daily routine gitu deh.






Pertengahan bulan nih, hidup diguncang dikit.


I lost my dad..


Rasanya kayak mimpi. Karena sehari sebelumnya Ayahku masih sempat-sempatnya ngirim broadcast WA. Isinya tentang amal baik, yang dibawa ketika kita menghadap Illahi. Aku beneran ngga punya firasat apa-apa saat itu. Karena kondisi beliau juga baik-baik aja saat itu. Memang mengidap stroke ringan. Namun pas masa itu, kondisinya lagi fit-fit aja.


Kepergiannya membuat aku sekeluarga (beserta suami dan anak) harus mudik ke kampung Ayahku. Tempat dia dimakamkan. Karena memang selama ini tinggal beda kota. Benar-benar secepat dan seketika itu. Kita belum punya plan untuk mudik dalam waktu dekat, karena situasi pandemi masih rawan kan? Jadi perjalanan kali ini cukup bikin aku gamang sih, apalagi suasana hati juga masih berselimut duka.


Tapi pasti Allah punya rencana yang selalu baik untuk umatnya, bukan.


Aku sempat khawatir anakku bakalan ngga siap sama situasi yang dadakan gini. Eh taunya, dari awal kita jalan di bus sampai pulang balik ke Medan. Anakku kooperatif banget.


Ada moment sweet banget saat itu. Setiap lihat gelagatku galau, dia bisa-bisanya bilang:


"Mama sedih? Ingat kakek? Doakan aja kakek Ma".


Duh, bocah belum genap lima tahun dan belum sekolah ini benar-benar nguatin aku. Hiks. Maaciw nakk.


Selama di sana, acara juga lancar dan hikmat banget. Aku benar-benar mindful deh rasanya. Selain karena seluruh keluarga besar support dan empati banget sama kita. Suasana di sana juga benar-benar nyaman. Tenang. Teduh. Udara masih bersih banget. Viewnya asri dan bikin badan plus otak santai banget ngelihatnya.





Selama ini aku jarang pulang ke kampung Ayahku itu, karena memang kami ngga tinggal di situ. Terus mikir sendiri, kenapa jarang banget ya ke situ? Padahal rumah untuk menginap ada. Apalagi lingkungannya juga asyik sekali. Sebelas duabelas lah sama resort-resort, yang sering dipake untuk orang-orang refreshing atau mencari ketenangan hidup di daerah kecil. Ngga usah repot-repot sewa villa lagi. Hehe.


Berasa jadi Elizabeth Gilbert di Eat Pray Love, pas di Bali. Haluuuu.


Oia, saat tahu kabar duka itu. Aku kebetulan lagi ngerjain beberapa project yang deadlinenya pas banget dalam kurun waktu selama aku di kampung itu.


Bisa aja sih ngabarin pihak brand untuk mohon pengertian. Tapi kembali aku berpikir, bisa kok tetap dikerjain. Jadi aku memutuskan untuk tetap mengerjakanya sembari menata hati dan menghadapi situasi duka itu. Tuhan lagi ngasi report terupdate perihal tingkat resiliensiku kali ya saat itu.


Masak, masih sanggup nonton What's Wrong with Secretary Kim (upsss). Tapi ngga sanggup ngerjain kewajiban dengan brand. Hihi.


XOXO


Madamabi___

Saturday, March 13, 2021

Review: Neutrogena Hydro Boost Water Gel

March 13, 2021



Holla...


Saat ini, aku udah ngga segampang dulu untuk keracunan produk baru. Kecuali, produk-produk dengan klaim hydrating dan memiliki tekstur yang watery atau gel. Kulit keringku langsung bergetar ngebayanginnya. Wkwk.


Jadi begitu Neutrogena mendeklarasikan akan meluncurkan Hydro Boost Water Gel. Ya akupun kepo, dan Alhamdulillah kesampean. Nih aku ceritain ya pengalaman aku pakai produk ini. Apakah sesuai ekspektasi? Worth the hype?


Tentang Produk



Seperti namanya, Neutrogena Hydro Boost Water Gel ini punya fokus kepada hydrating. Selain membantu meningkatkan hidrasi, juga diformulasi untuk self-hydration. Bener-bener canggih sih ini. Kayak asisten untuk kulit kering ngga sih ini namanya?





Jadi, ngga hanya Hyaluronic Acid, terdapat juga Prebiotics, Antioxidant Olive Extract & Trehalose. Agar kulit terstimulasi menghasilkan asam hyaluronat alami, sehingga kulit terus terhidrasi.


Lalu, "racikan" dari para ingredientsnya, juga dirancang agar membuat kulit tampak cerah, kencang, kenyal, lembut, sehat dan bercahaya hingga 72 jam.


Produk ini pastinya sudah teruji dermatologis dan tentu sudah ada izin BPOM-nya beb.


Info Produk


Netto: 50 g
Price: @229.000 IDR
Where To Buy: Sociolla | Tokopedia & Shopee (Johnson & Johnson Official Shop)


Ingredients


Packaging




Dikemas dalam jar aklirik biru transparant yang sederhana, tapi nilai cutenya masih dapet banget. Dilihat sekilas aja, klaim produknya tergambar banget didesain packagingnya. Kerasa aja gitu bok feel watery dan gelnya.




Dari sisi safetynya juga oke. Ada box dan  wadah mika yang melindungi produk di dalamnya. Kemudian juga terdapat pelindung plastik lagi pada bagian tutup putihnya.


Kalau dilihat dari isinya yang 50 gram, aku sih nyimpulin jarnya tidak terlalu bulky. Meskipun juga tidak se-travel-friendly-ituh untuk dibawa mobile ke mana-mana. So far sih ngga masalah. Tapi mungkin bisa jadi note untuk yang tim wara-wiri, bisa sediain jar khusus lagi. Atau boleh juga nih Neutrogena mau kali bikinin size mininya. Oke juga untuk yang mau tester dulu kan yaaaaak?!


Tekstur & Formula


Dari first impression aja dengan Water Gel ini ,aku udah suka sekali sama teksturnya yang super-duper lightweight. Bisa dibilang ini water gel teringan yang pernah aku coba.




Gelnya selain mudah meresap dan ada cooling sensationnya yang bikin kulit tenang dan adem. Juga watery sekali sih ini, tapi ngga bikin kulit basah lebay. Karena nyerapnya cepat.


Fragrance


Oia, aku juga sangat suka dengan aromanya yang khas marine. Seger dan relaks.


Performa


Kurang-lebih dalam 2 minggu dari pertama kali pakai, aku merasakan efek powdery yang bikin kulit wajah jadi lebih halus. Aku ngerasa kulitku lebih supple, teksturnya semakin membaik, pori-pori jadi terminimalisir (itu sebabnya kulit kayak lebih licin) dan lembabnya lebih awet. Pada masa itu memang tekstur kulit lumayan kacau.




Ini sesuai klaimnya yang mampu membuat kulit, lembab, bercahaya, lembut hingga 72 jam. Karena ada saat (yang sangat terpaksa) aku harus skip night skin care routine sehari. Bagusnya kulit masih baik-baik aja besoknya.


Lalu, sampai saat di mana aku menulis review ini di blog. Sekitar 2 bulan kemudian (produknya belum habis juga lho). Aku masih menyimpulkan, moisturizer ini memang memiliki peran yang besar atas tekstur kulitku yang semakin smooth, bercahaya dan benar-benar terhidrasi.




Oia, skin barrier juga kelihatan lebih tangguh selama aku pakai moisturizer ini.


Conclusion


Produk Neutrogena pertama yang aku pakai. Perkenalan yang sangat manis sih ini. Benar-benar jauh dari drama ngga cocok atau ngga sreg ketika pakai skincare baru. Dari awal, sampai saat ini, aku ngga ada hatenya deh kayaknya sama dia. Benar-benar PAS l banget untukku, si pemiliki kulit kering yang menjunjung tinggi hydrating dan fokus ke anti aging juga.


Super lav, dan highly recommended untuk yang mau produk hydrating dan anti aging namun isinya ngga macem-macem dan ringan.


Untuk harga sendiri, awalnya aku merasa 229k itu cukup pricey untuk moisturizer. Tapi mengingat bisa dipakai day&night dan isinya juga banyak. Kesimpulanku produk ini masih bisa dibilang affordable karena isinya 50g dan dipakai dikit aja udah kerasa. Yass, a little goes a long way. Jadi ngga gitu cepat habis. Aku sendiri udah 2 bulan lebih masih belum habis, aku pakai setiap hari dan cuma sekali skip.


Pros


Teskturnya unik


Formulanya nyaman dan ringan


Ngga lengket


Isinya banyak


Hydratingnya nampol sekali


Cons


Ngga nemu sampai saat ini. Haha..


Repurchase


Maybe yess, meskipun bukan langsung setelah habis ini. Tapi produk ini jelas di list teratas untuk aku pakai lagi.


Rate


5/5


XOXO


Madamabi___

Monday, March 1, 2021

Law Of Attraction: Tentang Tarik Menarik Keyakinan Serta Kepasrahan

March 01, 2021



Holla...


Aku punya banyak banget ketertarikan terhadap konsep-konsep ataupun pemikiran dalam kehidupan ini. Khususnya yang mengarah kepada self improvement.


Mulai dari hal-hal sederhana kayak self love, hygge, sampai law of attraction.


Nah, di postingan ini aku lebih condong bahas yang terakhir.


Memang, pasti udah banyak banget yang paham apa itu Law Of Attraction. Tapi aku mulai dari dasar dikit ya....


Secara sederhana Law Of Attraction  (LoA) disebut sebagai hukum tarik menarik.


Jadi, di mana pikiran dan perasaan kita terfokus. Maka itu juga yang akan datang kepada kita. Baik secara sadar ataupun tidak. Dikehendaki ataupun tidak.


Apa yang ditarik dan datang itu, ngga bisa kita intervensi secara langsung dan frontal.


"Mau ini dong!"


"Mau itu dong!"


Karena apa yang datang, merupakan wujud dari apa yang kita yakini. Apa yang kita yakini, tidak selalu apa yg kita kehendaki.


So.. Hati-hati sama apa yang kita pikirkan.


Jika pikiran dan perasaan (murni) kita berpusat pada hal yang baik. Maka hal baik juga yang akan datang kepada kita. Begitupun sebaliknya.


Akrab sama ungkapan berikut?


"Pikirkan hal baik, lihat hal baik, dengar hal baik. Maka kamu akan dapat yang baik"


Mirip lah sama nasehat Oma ((omaaaa)) Audrey Hepbrun





"for lovely eyes, seek the good in people"


Liat yang baek-baeknya aja ya cuuu. Gitu deh kira-kira aku memaknainya.


Tapi... Ya memang. Kita ngga bisa memungkiri, bahwa kita ngga bisa selamanya setuju atau menangkap hal baik dari setiap orang yg kita temui atau berada sekitar kita kan?


Nah di sini, memfilter interaksi dan siapa yang berada di circle kita itu penting.


Biar frekuensinya bersih.


Begitupun dengan apa yang "dikonsumsi" oleh indera kita.


Ngga usah deh lihat hal-hal yang aura negatifnya lebih kuat. Misal kepoin atau jadi hate follower utk seseorang yg memang tidak bisa kita terima. Iseng-iseng ngikutin akun hosip yang didalamnya ngga berhubungan langsung sama kita.


Untuk apa?


Mantau?


Biar ngga ketinggalan bahan obrolan?


Ngulik-ngulik sejauh mana kualitasnya, yang udah dari dalam kita tolak juga kan?  (namanya juga ngga suka, pasti penolakan lebih besar dari penerimaan).


Lalu panas sendiri. Memancing insecure, anxious & membuat kita superior ataupun (bisa jadi) malah inferior. Api kompetisi membara sendiri. Ya kitanya juga yang kebakar sendiri.


Ngomongin orang/hal yg ngga bisa kita tolerir. Block langsung deh hal yang ngga penting.


Misalnya: ngga perlu deh mikir "ga enak" kalo ada orang mancing julidin orang yang kita ngga suka.


Ngga usah bicarain hal ngga penting sama orang yang ngga bener.


Jangan biarkan dia narik kita ke alam negatifnya dia bowk!


Cut aja langsung!




Mantraku selalu: "yang begitu akan dekat dengan yang begitu juga".


Karena kalo dia bener, dia ngga akan ajak kita ngejulid. Tul tak?


Ada sedikit fun fact (anggap aja fun ya, LOL) tentang aku yg berhubungan dengan "asupan yang dikonsumsi indera kita" ini.


Jadi.. Aku tuh kalo udah ngga bisa menolerir seseorang. Ngga mau atau menghindari melihat mukanya.


Gitupun dengan hal lain. Ngga mau lama-lama mantengin.


Kenapa?


Karena benar-benar ngga mau ngasih space untuk itu di hidupku. Ngapain ngasi polusi sama indera kita. Dari pada kesumpah, lalu kemakan sumpah. Apes kita sendiri. Lagipula, bisa jadi penilaianku yang salah. Jaga jarak sampai dapat jawaban dari segala prasangka.


Jadi hindari yang emang ngga mau dijamah. Demi bersihnya cakupan panca indera.


Lalu, LoA juga identik dengan memvisualisasikan hal-hal positif. Ditanam di pikiran dan sanubari (yha baik!)


Untuk itu, pastinya kita harus jelas dulu dong nih, purposenya kemana? Apa yg kita mau? Arahnya kita mau ditempatkan kemana?


Lalu bayangkanlah yang baik-baik dan optimislah untuk itu.


Memang di sini bakalan muncul pertanyaan lagi sih.


"Mmm... Sar, ngga jatuhnya malah kayak ekspektasi ketinggian?"


Iya!!


Kalau ngga kita pupuk sama yang namanya "surrender".




Bayangkan aja hal baik. Masalah dihijabah Tuhan apa ngga, berserah aja.


Lagian, kalau aku. Bayanginnya aja udah senang. Haha.


Setidaknya jika tidak bisa benar-benar merasakan hal itu kesampean. Paling ngga, udah kerasa aja feelnya kira-kira gimana. Ngga rugi juga sebenarnya. Hihi. Halu sih emang anaknya.


Aku udah percaya dan tertarik dengan paham ini bahkan dari sebelum tahu nama kecenya.


Semakin didalamin. Semakin ngeh kalau LoA itu ya nyata.


Karena aku merasakan banyak hal-hal yang terjadi di hidupku merupakan bentuk nyata dari apa yang ditarik oleh bawah sadarku.


Yang paling keliatan emang yang sifatnya kebendaan sih memang. Misal lihat sesuatu, pengen. Tapi sadar mungkin kondisi ngga memungkinkan. Udah, ikhlaskan aja. Tapi di bagian terdalam hati nih masih nempel aja di situ. Ngga disangka ya tiba-tiba muncul aja di depan mata.


Kalau non-kebendaan (bahasa apa inih? Haha) mungkin peristiwa-peristiwa dalam hidup. Jalan hidup yang tidak selalu sesuai timing yang kita mau. Tapi Tuhan kasih waktu yang benar-benar tepat. Atau bahkan Tuhan ngga kasih, karena memang itu bukan yang kita kehendaki, sekedar BM aja. Yang begini memang jatuhnya ngga baik juga untuk kita nantinya.


Cara kerja LoA ini juga misterius kan.. Di saat yang kita ngga sangka, kalau Tuhan mau berkehendak ya kejadian.


Tuhan menyesuaikan dengan kebutuhan kita beb. Bukan sekedar BMnya kita aja.


Memang kuncinya adalah kepasrahan. Percaya. Yakin. Sabar.


Semakin kita berserah dan ikhlas. Maka semakin kuat juga daya tarik menarik itu berkerja. Begitu juga ketika kita semakin kuat menolak, makin kencang pula arus yang datang.


Kuncinya adalah melatih. Melatih diri untuk siap.


So.. Siapa yang mampir ke sini juga karena percaya dan tertarik dengan LoA?


Boleh cerita-cerita di komen yaaaa.


XOXO


Madamabi___

Sunday, February 28, 2021

#JurnalBulananMadamabi: Februari 2021

February 28, 2021



Holla...


Bulan kedua ini, udah semakin bisa deal dengan kehidupan baru. Udah bisa naklukin habit baru juga. Semakin kebaca deh gimana situasinya dan makin nyaman. Finally, udah punya daily routine yang bikin enjoy juga.Yeay!


Hobi nonton series masih lanjut. Merambah ke serial korea nih sekarang. Telat emberan sih baru berkecimpung di dunia K-drama. Haha. Udah gitu yang ditonton juga bukan yang lagi heitss.


Tau apa?


Descendants Of The Sun.


Ya nasib si telat, ketawain aja gapapa beb...




Dulu waktu drama ini booming banget. Aku kayaknya lagi daleeem banget asyiknya sama kehidupan ibu baru. Wara-wiri orang ngomongin song-song couple. Dari mulai desas-desus cinlok, nikah sampe mereka divorce cuma jadi penikmat pasif. Baru mulai ngulik-ngulik tentang mereka pas nonton DOTS ini.


Aku sebelumnya ngga anti ya sama K-Drama. Cuma emang ngehindari nonton series aja. Lebih memilih nonton film yang beberapa jam tamat.


Lagi pula, emang senang lihat Song Hye Kyo dari zaman Full House (yang juga aku tonton berkali-kali dengan se-excited-ituh)




Selain K-Drama, nonton series Indo juga. Yass. Imperfect The Series. Kocak sih. Meskipun ngga plek-ketimplek, tapi ngingatin aku sama kehidupan di kosan dulu. Yang kayaknya apapun kejadian di luar kos, ngga sabar mau dibawa pulang untuk diceritain sama anak-anak kosan lain. Sedih, senang, patah hati, bete sama dosen dan rindu keluarga. Rasanya saat itu cuma mereka yang tahu gimana feelnya. Ya senasib juga kan. Belum lagi pas tanggal-tanggal bokek. Nyari kawan rebus mie instan bareng. Haha. Kangen anak KOS 25 yang sekarang udah mencar-mencar.


Next ya..


Selama Februari ini, aku juga lagi seru-serunya merealisasikan ide-ide konten IG yang merupakan moment me time juga buat aku. Selalu ada rasa bahagia dan puas setiap selesai mewujudkan apa yang ada dalam otak dalam sebuah karya ((karyaaaa)).


Belum lagi, bergabungnya aku sebagai dalam komunitas kreator brand Love Beauty & Planet (disebutnya LBP Lovers). Ibarat api disiram bensin. Semangatnya jadi membara. Karena LBP Lovers ada challenge yang seru-seru banget. Yang bikin mikir seru pas eksekusi kontenya. Ngga sebatas review doang.


Setiap temanya benar-benar memancing spirit kreatifitasku.


Salah satunya kayak challenge berikut yang nyadarin sekaligus bangunin singa tidur dalam diriku. Yaitu bebikinan DIY lagi. Tepat kayak dulu waktu aku mulai ngeblog pas zaman kuliah.




Senengnya juga sih, aku berhasil menangin salah satu challengenya. So happy. Hadiahnya juga hal-hal yang emang aku udah pengen banget dan udah dirancang dalam paraktik LoA. Hihi.


Apa itu? Produk LBP dong tentunya, dan.. STOJO. Haha. Iya. Jadi tiap ngelihat Stojo aku selalu nanamin dalam benakku mantra-mantra positif. Kadang kalau lagi minum kopi atau teh, ngomong sendiri.





"Sekarang minumnya pakai ini dulu ya, sebelum si Stojo datang". Eh beneran datang dia. Padahal ngga kepikiran untuk beli juga.


Makanya aku percaya banget sama law of attraction. Pernah aku tulis juga di blog ini lho tentang law of attraction.


XOXO


Madamabi___

Friday, February 26, 2021

9 Ways to Upcycle LBP Bottles | #DIYProject

February 26, 2021



Holla...


Sekali-kali bikin konten DIY Project boleh lah ya. FYI juga, awal-awal ngeblog (di blog satu lagi hehe) dulu, aku emang lebih sering bikin postingan DIY dibanding beauty. Itung-itung nostalgia deh. Atau bahkan cikal bakal kembali lagi nge-DIY. Bisa jadi..


Oke, jadi gini. Tiap ngelihat ada produk kosong, selain "nyes" karena harus nyiapin budget untuk repurchase. Juga "nyessss" banget karena mikirin jadi penyumbang sampah lagi.


Biar hati agak tenang, digunakan kembali aja deh.


Pas juga kan, upcycle ini membuat jiwa-jiwa DIY-ku bergembira.


Seringnya sih, aku jadiin benda-benda yang memang benar-benar bermanfaat lagi untukku. Bukan sekedar prakarya yang ujung-ujungnya juga terongok.


Nah kali ini aku mau upcycling kemasaan LBP nih. Ternyata banyak juga yang bisa didapatkan dari benda yang kita pikir sudah tidak terpakai lagi.


1. Scrunchie Tower




Mulai dari yang mudah seperti scrunchie tower. Tinggal susun aja. Lagian sering bete kan ketika mau dipakai, scrunchienya entah berhamburan kemana.


2. Vas




Jadi vas adalah yang paling lazim kita bikin kan beb. Apalagi botol LBP ini desainnya simpel & cakep untuk dipajang


3. Washi tape Storage




Pas kebetulan juga butuh tempat penyimpanan untuk washi tape. Pas deh. Jadi lebih rapi printilan bujo aku.


4. Flower Pot




Dengan bentuk yang sama. Bisa dijadiin pot bunga. Menanam juga baik untum Bumi ini bukan? Udara jadi lebih segar dan mata juga enak mandangnya.


5. Bookmark




Aku paling ngga suka ngelipet halaman buku yang dibaca. Jadi butuh bookmark.


6-7 Makeup & Pencil Case




Alat tulis dan makeup kayak lipstick dan brush yang berantakan juga ganggu mood. So, butuh tempat yang lucu untuk menyimpan mereka.


8. Journal Decoration




Label botol yang dilepas juga sayang untuk dibuang. Lagian desain label LBP lucu banget. Selain itu, aku juga ingin menyimpan memori sebagai bagian dari #LBPlovers di jurnalku. Kenang-kenangan kalo tua nanti..wkwk.


9. Puppet




Aku dan anakku menjadikan story telling sebagai quality time kami. Aku senang cerita, dan dia senang dengar aku cerita. Hihi. Apalagi kami berdua makhluk visual, jadi senang kalo ada peraga kayak puppet. Puppet juga jadi jalan ninjaku kalau anaknya uda mager ngga mau disuru mandi atau beresin mainan. Hehe.


Oia, dari pengalamanku mengajak anak untuk upcycle dari kemasaan produk yang biasa dia pakai. Juga efektif memancing rasa ingin tahunya dan menanamkan konsep sayang bumi lho. Anakku penasaran, kenapa sih sedotannya dipakai lagi? Bahkan kadang dia kagum, oh ternyata yang biasanya jadi sampah bisa digunakan lagi lho..


Untuk tutorialnya, kalian bisa lihat di video berikut:




XOXO


Madamabi___

Friday, February 5, 2021

Review: Dear Me Beauty Perfect Lasting Lip Tint | Shade Dear Tasya

February 05, 2021



Holla...


Tahun 2020 kemarin, aku segandrung itu pakai liptint. Selain karena konsepnya lip tint kan lebih transferproof tuh, dibanding lip cream atau lipstick. Jadi lebih mask-able. Juga karena looknya jadi lebih necurel dan santai. Cocoklah untuk situasi yang masih berharap kita di rumah aja ini.


Ada beberapa lip tint yang aku coba, salah satunya yang paling favorit adalah yang mau aku review ini. Yasss. Dear Me Beauty Perfect Lasting Lip Tint shade Dear Tasya. Ngga ada niat khusus sih sebenarnya. Kebetulan pengen nambah liptint dan pas cek sociolla lagi promo mayan murah. Dari harga asli 109ribuan, aku dapat cuma sekitar 60ribuan. Kan cucok kan beb. Ya emang penasaran juga untuk nyoba produk dari brand ini.


Lalu, gimana sih menurutku lip tint lokal yang satu ini? Aku ulas dan swatch di bawah ini ya.


Pewarna Bibir Dengan Watermelon Extract




Karena bagian dari watermelon collectionnya Dear Me Beauty (DMB). Produk ini mengandung watermelon extract (memang terasa sih aroma semangkanya) & Inca Omega Oil. Ada Vit E & F utk menutrisi bibir dan juga sebagai antioxidant. Plus ada UV protectionnya juga.




Terdiri dari sepuluh shade yang cukup beragam. Dari merah, nude, mauve, orange dan pink.


Oia, selain lip tint. Seri watermelon ini juga terdapat dua produk lain. Multipurpose gel & multipurpose spray.


Info produk


Netto: 5,5 gr
NO BPOM: NA18201300040
Price: @109.000 thanks god kemarin aku belinya pas promo. Hihi.
Where To Buy: Official Store Dear Me Beauty (Shopee & Tokopedia) - Sociolla. 


Ingredients



Tube Seperti Kapsul Yang Cute




Pengemasannya cukup apik dan safe. Dengan box bernuansa merah dan hijau. Serta dilapis segel plastik lagi dibagian luarnya.





Keterangan dan deskripsi produk dalam box tertera jelas. Nama brand, nama produk, deskripsi dan klaim produk, nama swatch, kode batch, expired dan no BPOM.


Kemasaannya berupa tube aklirik bening yang menunjukkan isi dari lip tint ini. Dengan tutup ulir berwarna merah. Uniknya, wadahnya menyerupai bentuk kapsul. Tube silinder dengan kedua ujungnya yang cembung.




Meskipun telihat bulky. Namun masih cukup fleksibel dan untuk dibawa dan diselipkan dalam pouch atau tas. Ya meksipun pertanyaannya, mo kemaneeee situasi begini. Hihi.





Aplikatornya tipe doe foot yang brush sekitarnya halus dan ngga bikin bibir gatal. Stick aplikatornya juga kokoh dan ngga goyang-goyang ketika diaplikasiin. So far sih aku suka dan nyaman dengan aplikatornya.


Tekstur Creamy Moussenya Menarik Banget


Produk ini masuk kategori creamy tint. Karena teksturnya sangat kental, creamy dan mengarah ke mousse.




Tapi setelah diaplikasikan ke bibir, residunya perlahan ngeset dan sheer. Sampe lama-lama cuma ninggalin stainnya. Ngga benar-benar terbalut seperti kita pakai lip cream.


Formulanya Ngga Bikin Bibir Terkelupas Lho!


Begitu mengenai bibir, tekstur creamynya terasa moist. Awalnya masih meninggalkan rasa tebal. Namun setelahnya sih tidak begitu kentara lagi. Bibir juga tidak terasa lengket jika kedua sisinya menempel.


Seharian pakai lip tint ini, aku tidak melihat dan merasakan  ada efek bibir kering. Ngga bikin bibir terkelupas atau terasa kaku.


Oia, aku juga menangkap ada hint agak pahit ketika lidahku bertemu dengan kulit sekitar area bibir.


Dengan Aroma Watermelon Yang Samar


Karena watermelon series, sempat sih ekspektasinya bakalan wangi manis kayak semangka gitu. Ternyata, setelah aku gunakan, aroma semangkanya memang ada. Tapi jatuhnya lebih ke fatty daripada sweet. Oke sih, meskipun jauh dari bayangan.


Aromanya samar namun cukup awet di penciuman.


Shade: Dear Tasya


Berhasrat sekali dengan @dearmebeauty Perfect Lasting Lip Tint shade Dear Tasya ini karena sempat lihat swatch dan deskripsi shade yang katanya reddish brown. Kebetulan lagi nyari shade begitu.


Ternyata di bibirku jatuhnya deep orange. Orange pekat yang seorange ituh. Masih kerasa yellow hintnya dan masih masuk kategori warm tone. Mengingatkan aku sama pumpkin sorbetnya BLP (yg juga favoritku), versi lip tint tapinya ini.




Meskipun agak geser dikit dari ekspektasiku. Tetap oke sih, karena warnanya ngasih efek kulit  medium tan jadi lebih glowy dan fresh.


Coveragenya Bagaikan Lip Cream


Coveragenya berada di kelas lip cream. Hi coverage yg super nutup. Ya ngga heran juga sih, teksturnya creamynya memang mempengaruhi.




Untuk yang sering enggan menggunakan lip tint karena khawatir ngga menutup permukaan bibir. Apalagi bibir yang gelap sepertiku, ini sih cocok banget.


Pigmentasi? Wah... Wah... Wah...


Pigmentasinya ngga main-main deh. Super pigmented. Ngga perlu pake sekali swab, oles setitik aja lalu dibaurin, udah keluar banget pigmentasinya. Lav!


Finishnya Gimana?


Finishnya soft matte. Ketika sheer pun, permukaan bibir akan terlihat soft karena terbalut residunya.


Transfer Ngga Sih?


Ada transfernya, tapi tipis-tipis lah. Ngga yang beleber kemana-mana gitu.


Lasting Powernya Awet Nih!


Oia, lasting powernya good. Pake makan minum masih ada stainnya. Memang ya ngga seperfect di awal. Tapi aku ga masalah. Tinggal poles aja lagi.




Yay Or Nay?


Meskipun ada beberapa hal yang tidak benar-benar ngena' di hatiku. Tapi aku menyimpulkan aku suka dengan produk ini. Masuk kategori lip tint yang bakalan aku pake terus.


Mulai dari penampakan, isi sampai perfoma oke.


Warnanya cantik dan banyak pilihan. Awet dan nyaman di bibir. Terus, satu lagi ya. Pilihan tepat untuk yang ingin pakai lip tint tapi selalu keganjel takut ngga nutupin warna bibir yang gelap. Cus cobain deh.


Ibaratnya tuh, kualitas lip cream tapi feelnya yang tetap lip tint. Aku sih Yay!


Pros


Kemasaannya cute

Pilihan warna banyak dan cantik-cantik

Ngga bikin bibir kering & kaku

Long lasting

Pigmentasinya super!

Coveragenya nampol!

Cons


Masih ada transfernya

Ada pait-paintnya, hehe

Repurchase


Udah kepikiran sih, tapi untuk shade lain.


Rate


4/5


XOXO


Madamabi___

Sunday, January 31, 2021

#JurnalBulananMadamabi: Januari 2021

January 31, 2021



Holla...


Iya. Aku nulis postingan ini ngga di bulan seharusnya. Aku kebut di akhir April dan awal Mei. Hihi.


Super molor sih. Tapi demi konsistensi (masih berani aja ngomongin konsistensi Sar), tetap diposting aja deh. Iya, ngotot ini mah.


Tadinya mau ngerangkum jadi satu postingan tapi karena panjang juga ternyata, ya udah deh. Dipencar aja jadi perbulan dan aku schedule post di bulan masing-masing sesuai judul. Benar-benar pemaksaan ya? Tapi boleh dong ya. Sebagai penyenang hatiku sendiri deh.. Hihi. Biar tetap rapi gitu maksudnya (masih juga ngeles).


Oke, jadi tahun baru, tempat baru. Yass, akhirnya kembali lagi pindah, demi cita-cita hidup mandiri. Hadeeh, gaya!


Iya, sebelumnya kita tinggal di tempat orangtua suami. Akhir tahun 2020 kemarin nemu tempat baru yang sepertinya cocok dan sesuai dengan lingkungan tempat tinggal yang kita mau. Bismillah deh.


So far sih ngga gitu jauh beda. Karena meskipun tinggal dengan mertua, aku tetap terbiasa mengerjakan urusan rumah tangga sendiri. Jadi untuk aktifitas harian sih ngga jauh beda. Hanya aja situasi ya jelas beda. Yang biasa agak rame, ya ini semakin sepi.


Belum lagi urusan beberes yang ngga udah-udah. Kirain barang-barang yang dibawa udah semua. Ternyata rame juga yang menyusul. Alhasil niat mau minimalis cuma bisa didadahin aja dulu. Ntar sortir lagi deh. Wkwk.


Di Januari ini juga, badan kayaknya agak shock sama habit kehidupan malam yang sekarang. Biasanya habis sholat isya udah masuk kamar dan bersiap tidur. Semenjak pindah, terjadi pergeseran aktifitas malam. Habis makan malam, harus bergegas siap-siap ke rumah mertua. Karena ya gimana, udah biasa ketemu tiap hari. Eh ini kalau ngga ketemu, jadi kayak ada yang kurang. Jadinya ya tiap malem ngabsen ke sana deh.


Tapi ya gitu. Badannya kaget. Jadi perlahan diselang-seling gitu kunjungannya.


Terus... Anakku juga punya kebiasaan baru. Apa itu?


Tidur siang.


Terakhir kali dia punya rutinitas tidur siang itu pas umur 2,5 tahun. Lepas dari situ, aku udah ngga ngarepin lagi untuk dia bobok siang. Semenjak di rumah baru,  kebiasaan ini mulai lagi. Mungkin karena sepi kali ya?


Rejeki sih buat mamak. Sekaligus cambuk juga untuk mamaknya biar lebih produkti lagi. Haha


Nah, di sini justru masalah muncul juga. Karena ada waktu luang baru. Niat banget untuk lebih produktif. Yang mau rutin bikin blogpost lah. Yang mau seminggu sekali rekam podcast lah. Yang mau ningkatin frekuensi bikin konten IG lah. Yang mau lebih gencar lagi dagangnya lah. Biasa.. Virgo banyak plan. Terakhir justru pikiran penuh sendiri. Otak ngambek. Badan ikut-ikutan. Burn out karena diri sendirilah judulnya.


Terakhir ya udah. Dibawa nonton series aja. Haha. Tapi beneran jadi lebih rileks. Di sini juga nih hobi nonton seriesku bermulai. FYI, aku memang suka nonton. Namun selalu menghindari serial. Film aja gitu biasanya.


Cuma ya.. Kemakan racun juga karena pada saat ini, rame banget yang share nonton seriesnya Prilly dan Reza. Yass. My Lecturer My Husband. Iseng-iseng nagih jadinya.




Btw, dramanya mayan asyik lah ya. Walaupun ceritanya cukup klise untukku. Tapi lihat acting gelutnya Inggit dan Mas Arya, mayan terhibur.


Meskipun pas scene Inggit dan Tristan sering aku skip. Bukan kenapa-kenapa ya.. Hanya aja umur udah nolak dengan romantika ala dedek-dedek gitu kali ya.. Hihi. So far sih dramanya nyenengin untuk ditonton.


Oia, di akhir bulan dapet surprise lagi dari anak. Entah gimana ceritnya dia tergugah ikut puasa senin-kamis. Tanpa-tanpa diduga-duga. Padahal aku plannya ngajarin dia puasa ntar aja pas dia udah sekolah. Tahun depan gitu niatnya. Ya Alhamdulillah dong. Diingatin sama Tuhan untuk percaya sama kemampuan anak. Masyallah..


Meskipun senang, tapi batinku bergejolak juga. Banyak suara-suara yang bergaung mengenai keputusan anakku puasa ini.


"Beneran udah bisa ya?"


"Aman ngga nih ya?"


"Terlalu maksa ngga ya?"


Tapi ya gimana? Kita asli ngga ada sugest dia untuk puasa. Berusaha untuk support aja dan welcome kalau dia mau buka. Eh tetap ngga mau.


Ya udah dibiarin aja, tapi juga dilonggarkan juga asupan sahur dan bukanya dipantau.


Walaupun ngotot untuk puasa penuh, tapi ya namanya anak-anak. Kalau udah mulai jam 4 sore. Aku harus merelakan kuping deh untuk dengar celotehan begini:


"Lemassss... Udah laper."


"Lapar... Mau makan ayam."


"Sudah melemah... Lapar."


Tapi ya kalau diajak buka aja, jawabannya begini:


"Kayak anak kecil aja sih Ma, setengah hari."


Oke, baik!


Bulan ini juga dapet pengalaman seru. Yaitu bikin scented candle bareng Love Beauty & Planet dengan Homlab. Aromanya sandalwood. Asli, jadi obses sama aroma cendana. Padahal dulu serem bok. Hihi.




Next, pengen deh bikin scented candle lagi. Ngga tau sih kapan. Rencanain aja, hihi. Ntar aku update deh kalau bebikinan lilin wangi lagi.


XOXO


Madamabi___

Review: Mother Of Pearl My Lips But Prettier Skin Tint | 07 Pretty Bold

Okeh.. waktunya kita review lipennya mama ayang!! Dari awal kemunculan Mother Of Pearl, aku udah ngebatin "harus coba nih!". At ...