Showing posts with label #JurnalBulananMadamabi. Show all posts
Showing posts with label #JurnalBulananMadamabi. Show all posts

Wednesday, August 11, 2021

#JurnalBulananMadamabi: Juli 2021

August 11, 2021



Holla...


Gimana kehidupan di Juli kemarin beb? Semoga aman yaaaa? Aman dong ya! Diamankan-amankan aja deh di situasi kayak gini.


Bulan Juli 2021 ini bisa dibilang bulan paling gloomy. Khususnya menyangkut pandemi. Bulan di mana kabar duka semakin ramai terdengar.  Sebahagian besar ya bersangkutan dengan Covid 19. Baik itu kerabat dekat, kerabat jauh, teman online sampai kerabat dari teman online. Lelah banget kadang berada dalam situasi Dunia yang kayak gini. Tapi ya, kalau dipikir memang udah di luar kendali manusia. Doa banyak-banyak. Kontrol hal yang berada di dalam diri sendiri. Selebihnya serahkan ke Yang Maha Kuasa.


Aaah.. Mau nulis tentang ini aja udah ngga tahu lagi gimana nyari kata-katanya. Speechless.


Oke, baik deh. Lanjut yaaaa..


Bulan kemarin juga baru ngerasain suasana kehidupan yang baru. Yang sebelumnya ngga pernah dirasain. Nemenin yang lagi School From Home (SFH). Hihihi.


So far sih masih aman ya. Karena materinya juga fun. Anakku bisa mengikuti dan excited dengan kehidupan sekolahnya.




Walau memang di minggu pertama kayak ada pressure gitu kalau tugas anaknya belum dikirim. Akunya sih yang ngerasa belingsatan sendiri. Takut kelamaan ngirim. Padahal guru-gurunya anakku kooperatif banget. Syukurnya.. Setelah itu jadi lebih santai. Asal jangan kesantaian ya.. Malah lelet pulak nanti.


Oia, selama anakku sekolah. Aku juga jadi semakin bisa menilai kekurangan dan kelebihannya. Sebagai bahan evaluasi aja ya. Untuk jadi patokan mana yang lebih di latih dan distimulasi dengan lebih fokus, mana yang ngga terlalu dikejer.


Ya lagi-lagi tetap sambil Istighfar biar ngga ngepush anak berlebih. Biasalah.. Paham dan ngikutin issue parenting. Tapi hamba manusia, sering khilaf kan. Takut ngga optimal. Tapi cemas juga terlalu ngoyo. Yahhh, parenting selalu bikin gamang dan blunder.


Selain itu, morning routine juga jadi berubah. Sebagai orang yang senang dengan aktifitas beragam, dan mudah bosan dengan rutinitas yang sama dalam jangka waktu panjang. Hal ini berdampak baik untukku. Kerasa kayak ada sesuatu yang baru di hidup. Jadi ngeboost semangat.


So far sih, Juli kemarin aku jalani dengan baik. Cukup enjoy dan mindful. Ngga ngoyo dan lebih legowo membiarkan diri untuk santai. Mmm..  Bisa dibilang juga, lagi melatih diri untuk lebih dengarin badan. Sembari itu, tetap menjaga konsistensi untuk hal-hal yang essential.


Nonton series masih, dan tebak dong apa?





Reply 1988.


Wkwk. Haree gini baru nonton Doek Sun? Iya.. Iya... Telat emberan. Ntah kenapa, akutuh suka skeptis sama drakor-drakor yg "katanya" bagus. Tapi setelah tekad bulat nontonnya dan selesai. Ya iya. Bagusss.


Memang 80's vibesnya kurang kental dan kurang natural ya menurutku. Mmm, emang kerasa sih 80an-nya. Hanya aja, aura 80an yang sengaja disetting.  Masih kerasa natural aura 80annya Sunny. Semoga dapetnya maksudku di sini.


Namun, tetap sih. Serial ini padet dan insightful sekali. Ngga hanya dalam hal persahabatan. Keluarga juga. Hidup bermasyarakat. Menentukan pilihan dan meraih impian. Menyorot beberapa issue mommylife dari case dan sudut pandang yang berbeda. Banyaaaak banget lah pembelajaran hidup di sini. Maap ya, gitu deh kalau baru nonton. Marok sendiri. LOL.


Oia, kemarin juga lagi suka ngedit-ngedit ala doodling di Canva. Mostly untuk feed akun dagang. Jadi lebih berwarna dan akupun happy lihat feed yang ceria laik a renbowww. 







Sooo... Gimana dengan Juli kalian?


XOXO


Madamabi___

Monday, July 12, 2021

#JurnalBulananMadamabi: Juni 2021

July 12, 2021



Holla...


Kembali lagi di update-an kehidupan untuk bulan Juni. Mmm..  Btw kalian semua gimana nih kehidupan Juninya kemarin beb? Damai dong yaaaaa?


(((Damai)))


One Day One Post


Oke.. Bulan kemarin tuh aku lagi bertekad untuk konsisten nulis dan semakin aktif di blog. Ya emang sih hari-hari niatan aja begitu, tapi eksekusinya molor dan longgar terus. Hihi.


Tapi dalam rangka untuk melatih dan melawan diri sendiri. Aku mencoba bikin event One Day One Post, selama 7 hari. Dari aku untuk aku. Haha. Sok pake kata event, biar semakin meriah aja.


Lalu berhasil Sar?


Ngggg...


Postingan hari ketujuh belum publish sampe sekarang beb. LOL.


Namun, suatu bentuk pencapaian juga bukan?


(Puk-puk diri sendiri)


Aku apresiasiin deh usahaku. Ntar mau coba lagi. Ngga kapok, trauma ataupun nyerah. Huuuu... Haaaa!!!


Bisa! Bisa! Bisa!


PJJ VS PTM


Pertengahan bulan kemarin, buk-ibuk lumayan dibikin gempar ya (??) dengan kabar dari Pak Mentri Pendidikan. Bah-wasah-nya, sekolah bakalan tatap muka lagi. Atau sekarang tuh disebutnya PTM (Pembelajaran Tatap Muka).


Antara tarik napas cemas karena masih galau dengan situasi pandemi yang belum bisa dibilang reda kayak gini.


Atau, buang napas lega karena terbukanya harapan akan waktu luang dan me time. LOL.




Aku sendiri pro SFH (School From Home, sekarang nyebutnya PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) . Memang, alasan naifnya (ciat-ciat) karena aku belum pernah ngerasain SFH sebelumnya. Karena anakku baru tahun ini kan masuk sekolah.


Untuk yang udah merasakan sekolah dari rumah, tahun lalu pasti memang bakalan lebih pro ke PTM.


Paham kok. Karena begitu kabar PTM ini beredar di saat anakku mau sekolah, aku juga turut bersorak. Rasanya serentetan aktifitas dan project tergambar di depan mata.


Jadi meskipun tahun lalu anakku belum sekolah, tapi dia memang udah punya aktifitas belajar layaknya anak sekolah. Jamnya juga hampir seperti jam sekolah umumnya. Dari jam 09:00 -11:00. Yang dipelajari seperti materi anak TK-lah. Calistung, bahasa dan art. Gurunya siapa? Ya mamaknya. Wkwk. Anggap aja SFH ngga resmi.


Belum lagi makin besar, makin paham untuk mengungkapkan perasaan kalau merasa dicuekin. Rasanya ngga pernah rela kalau mamanya ngelakuin hal lain yang ngga ngelibatin dia. Huft.


Kan mama di sini lho bang... Samping-sampingan lho kita.


Jadi memang perhatianku setahun kemarin benar-benar kesedot bok.


Tapi tetap saja, karena mengingat situasi makin mengkhawatirkan kayak gini. Apalagi masih bisa milih juga. Aku memutuskan untuk PJJ/SFH aja.


Lalu seterusnya jika peraturan udah bulat ke arah mana sih ngikut. Sambil tetap berdoa dan ikut membantu penurunan angka positiv COVID dong tentunya.


Yuk bisa yuk...


Hello Ipusnas


TELAT!


Iyaaa.


Iya kali pun. Hihi.


Sebenarnya selama ini ngotot banget untuk tetap baca buku dalam bentuk kertas. Karena alasan sentimentil.


Yaitu, feel ketika membalikkan lembar demi lembar halaman itu selalu ngasi efek magic. Belum lagi aroma kertasnya. Bikin melambung ke awang-awang.


Namun, berkaitan dengan issue lingkungan dan keterbatasan budget juga (hihi). Jadinya memutuskan untuk instal ipusnas. Lagi pula, sering teracuni teman-teman online yang pada ngapdetin experience mereka baca di ipusnas. Yasudah. Ku kan ingin merasakan experience itu juga dong. *Ngga Mau Kalah*


XOXO


Madamabi___

Wednesday, June 9, 2021

#JurnalBulananMadamabi: Mei 2021

June 09, 2021



Holla...


Kayaknya di antara para blogger yang suka bikin blogpost rekapan kehidupan bulanan, aku yang paling leler deh. Haha.


Udah tanggal segini baru naik nih tulisan. Tapi ya sudah. Anggap aja ngga apa ya beb. Yang penting ada usaha untuk mempertahankan konsistensi ya bok.


Oke! Pembelaan. Hihi


Diajarin Syukur Nikmat Saat Sakit


Tepat satu hari sebelum lebaran, diberi nikmat sakit sama Tuhan. Demam dan kepala sakit banget. Kayaknya sepanjang hidup, itu deh kondisi sakit aku yang bikin badan lemes banget. Sakitnya ngga parah. Tapi kok badan rasanya lemeeees banget nget nget.


Biasanya kalau sakitpun, masih bisa ngapa-ngapain. Ini energi kayak disedot vacuum cleaner bok.


Terus. Karena tubuh ngga berdaya, beberapa hari itu aku sama sekali ngga ngapa-ngapain. Masak ngga. Beres-beres rumah nggak. Boro-boro bikin konten. Benar-benar jauh dari aktivitasku biasanya.


Pola hidupku saat itu hanya makan-tidur-makan tidur deh.


Aku jadi tersadar. Meskipun selama ini aku sadar bahwa menjadi Ibu Rumah Tangga (beserta segala aktivitas mengurus rumah) itu adalah pilihanku sendiri. Kadang terbersit perasaan capek lah. Mager lah. Manusiawi memang. Tapi tetap aja ngga boleh kebiasaan.


Nah, pas sakit kemarin diingatkan. Bahwa ternyata hal yang kadang bikin capek dan mager itu, adalah sesuatu yang melumasi mesin semangatku.


Ternyata aku memang butuh untuk melakukan semua itu. Karena aktivitasku selama ini memang diinginkan oleh tubuhku.


Mungkin harus lebih me-manage-nya aja. Karena emang kadang aku kalau udah beres-beres rumah suka lupa makan. Tapi ngopi ngga ketinggalan. Hihi. Si badan lagi protes kali ya atas kelakuan awur-awuranku.




Lalu... Juga lagi diajarin untuk menjalani hidup sepenuh hati. Melakukan apapun itu dengan sungguh-sungguh dan rasa syukur. Karena ada masa dimana itu ngga bisa kita lakuin, meski hanya sebentar.


Mmmm.. Ternyata nikmat sehat itu ngga main-main.


Saat sakit aku benar-benar rindu kerempongan harianku. Ya ngurus anak, masak, beres-beres, moto-moto flat lay, nulis blog dan bikin konten IG. Ketika ngga berdaya, kita jadi semakin tahu apa yang memang ingin kita lakukan.


Kangennya Ditempeli Anak Terus


Alhamdulillah, aku dikelilingi circle yang kooperatif dan suportif. Selama sakit, anakku dirawat oleh kakek neneknya di rumah mereka. Jadi aku hanya fokus untuk istirahat aja.


Itu adalah kali pertama aku ditinggal bermalam oleh anakku.


Rasanya?


Ugggh, kangen!!


Kayak ada yang kosong. Mellow banget. Tapi, memang lebih baik dia di sana dulu. Karena kondisiku lemes banget. Akan ngga maksimal kalau dia bersamaku, pada saat itu. Yang ada malah screentimenya nanti aku lamain, agar aku bisa istirahat. Kalau bersama kakek-neneknya dia bisa punya aktivitas yang lebih beragam.


Meskipun hari pertama itu aku udah ngga tahan, mewek. Minta suami untuk jemput anaknya. Ngga usah nginap. Tapi kata suami, biarin aja anaknya di sana dulu. Agar aku bisa istirahat total dan cepat pulih. Karena kasian juga anaknya, kalau bersamaku, yang ngurus diri sendiri aja belum kuat. Iya juga sih, aku pikir.


Itu jadi pecutan untuk aku agar lebih optimis dan semangat untuk sembuh. Karena meskipun badan remuk, kalau anak ngelendot sampe nimpa-nimpa dan bikin Mamanya penyet. Tetap aja, ditempeli anak itu precious moment.


Rasanya, ngga apa deh ditimpa sampe penyet. Toh, juga dia bukan melakukannya sebagai tindakan abuse. Tapi karena memang mau selalu dekat denganku sebagai Mamanya. 


Tidur di perutku. Peluk-peluk sampe engap. Ngelendot gemes yang sering kali sikunya nekan lengan atau pahaku sampe ngilu.


Rasanya tuh bersalah banget. Karena suka bete kalau badan udah ngilu, karena dihujam bobotnya yang udah ngga ringan lagi itu.


Belum lagi rindu sama asem-asem kecut keringetnya lagi. Duh! Semoga kalaupun ntar sakit lagi, aku tetap kuat untuk membersamai anakku ya. Karena pisah sama anak tuh ngga enak kali.


Buk-ibuk semuanya... Sehat-sehat ya. Tetap atur pola istirahatnya. Tidur cukup. Makan enak. Haha.


Dilema Milih Sekolah


Bulan Mei kemarin juga, kami akhirnya mendaftarakan anak kami sekolah. Ada beberapa kebimbangan dan dilema yang dihadapi. Apalagi berbicara sekolah pada situasi di tengah pandemi begini. Lebih banyak yang harus disiapkan dan dipertimbangkan.


Aku cukup mudah untuk menentukan apa yang ingin aku jalani dan pilih. Tapi untuk urusan anakku, aku merasakan kalau aku sangaaaaaat hati-hati dan mikir beribi-beribu kali untuk mengambil keputusan terhadap hidupnya. Proses menimbang-nimbangnya panjaaang banget.




Yaa.. Semua itu karena aku ingin dia mendapatkan yang terbaik. Memang semuanya ngga pernah bisa sempurna seratus persen. Tapi setidaknya aku berusaha memikirikan semuanya dengan matang, beserta kosekuensinya yang Insyallah bisa aku atasi nantinya.


Naluri orangtua lah ya bok. Mau anaknya hidup damai, bahagia sentosa dan baik kualitas hidupnya. Siapa yang berani menyalahkan? LOL.


Kemarin itu kami sudah menyiapkan tiga opsi sekolah. Tapi yang pilihan ketiga ini, posisinya memang benar-benar cadangan.


Persaingan ketat berada pada sekolah A dan B. Masing-masing punya keunggulan dan kekurangan. Tapi setelah melihat-lihat sekolahnya secara langsung. Ngobrol dengan kepala sekolah dan guru. Berembuk dengan suami, akhir kita mantap memilih sekolah A.


Masalah juga muncul dalam hal pemilihan kelas. Sebenarnya, anakku itu rencananya bersekolah tahun lalu. Tapi karena pandemi, kita undur. Karena itu, aku pikir tahun ini dia udah bisa ke TK B. Ternyata berdasarkan aturan saat ini, usianya belum cukup untuk TK B. Masih harus TK A dahulu.


Lagipula, karena nanti ketika SD juga akan masuk ke Yayasan Sekolah yang sama. Usianya belum cukup untuk SD di situ, kalau dipaksakan langsung loncat ke TK B.


Akhirnya nurut aja sama aturan yang berlaku. Lagi pula aku juga menyetujui kalau usia anak mempengaruhi mental dan kesiapannya. Sekolah bukan perkara cepat-cepatan kan?


Bulan Istirahat


Seperti rentetan cerita di atas. Selain karena sakit dan sibuk ngurusin daftar sekolah anak. Kehidupan di bulan ini agak selow.


Kerjaan yang DL bulan ini, dikerjain pelan-pelan. Yang bulan depannya, ngga dicicil-cicil. Biasanya aku suka nyicil kerjaan, biar ngga keteter. Bulan ini lagi puk-puk-in diri biar ngga gitu ambi dan ngga usah lasak dulu. Haha. Lagi dikasi waktu istirahat ya nikmatin aja. Enjoy.


Bahkan kalau biasanya setiap hari ada aja to do list-nya. Akhir bulan kemarin aku biarin aja si to do list kosong untuk sementara.


Kalau biasanya sengaja diem karena ngga mood. Kali ini tuh bukan perkara mood. Malah moodnya lagi on fire banget. Ini tuh permintaan badannya yang lagi mau lenyeh-lenyeh. Ya udah deh...


Dengarkan tubuh kita.


Akhirnya Ngedrakor Lagi...


Jadi, sisa bulan Mei yang santai itu aku habiskan dengan aktivitas ringan. Selain rutinitas sebagai Ibu dan aktivitas rumahan (yang juga dibikin lebih longgar dari biasanya).


Memutuskan juga untuk kembali nonton drakor. Padahal sebelumnya aku sempat mogok dan males. Karena terakhir nonton, salah pilih drama. Agak menye-menye dan malesin. Ngga nyaman banget nontonnya.


Tapi karena dapat rekomendasi drakor yang katanya oke. Aku coba nonton. Ternyata aku suka. Hehe.


Apa itu?


Yasssss!


Because This Is My First Life.


Hahaha...


Sangking suka dan berkesannya, sampai aku tulis juga reviewnya di blog ini.




Yang mau baca, boleh ya DI SINI. Cukup panjang lebar aku bahas di situ.


--


Itu dulu deh yang bisa aku rekap untuk kehidupanku di bulan Mei. Ketemu lagi di #JurnalBulananMadamabi: Juni nanti ya.


XOXO


Madamabi___

Tuesday, May 4, 2021

#JurnalBulananMadamabi: April 2021

May 04, 2021



Holla...


Seperti yang aku ceritain di jurnal bulan Maret kemarin. Di April ini, karena masih di suasana duka. Kayaknya kondisi hati belum benar-benar bisa bangkit seperti semula. Benar-benar lagi ditata besar-besaran deh ini si hati.


Ngga sedih berkepanjangan sampai yang dikit-dikit mewwk gitu. Tapi badan kayak mogok. Kayak belum siap untuk lanjut seperti semula. Namun sisi hati yang lain ngotot banget untuk move on.


Akhirnya mutusin ngikutin maunya badan aja deh. Alhamdulillah. Memang badan harus didengarin ya bok. Ngga lama, udah cuss bergelora lagi mau ini-itu.


Selain berusaha untuk dengerin diri sendiri. Ngga bisa dipungkiri hadirnya orang-orang yang tepat di sekelilingku memang sangat membantu untuk aku mencerna segala rasa yang timbul. Terima kasih orang-orang tersayang.


Selain itu sih, kayaknya susah move on juga sama suasana di kampung yang teduuuh banget. Tenang. Damai deh. Ya emang belakangan ini aku moodnya pedesaan gitu. Jenuh juga sama hingar bingar kota. Wkwk.




Di bulan April ini juga, banyak hal baik yang aku rasakan. Salah satunya, ngga disangka-sangka anakku udah ikut puasa Ramadhan. Kayak yang pernah aku ceritain juga. Aku rencananya mengajak dia untuk belajar puasa pas udah sekolah ntar. 


Namun karena dari awal tahun udah ikut puasa senin-kamis, jadinya dia mutusin untuk ikut puasa juga. Bener-bener keputusan si anak. Kadang aku benar-benar terpukau dan malu sendiri sama anakku. Masih sering ngeraguin dia dan ngerasa dia sekecil itu. Padahal uda gede.. Hiks. Mama senang, tapi kok ya kayak belum siap juga kamu cepat ABG Bang. Haha.


Setiap bulan juga, pasti ada aja hal baru yang menarik perhatian dan minatku. Nah, bulan ini lagi antusias dengan teh-teh bunga. Gegara dikasih gift dari besties aku, Ica (makasi Caaaa).


Emang juga sih udah lama mau ngeteh bunga untuk ngedistrak kebiasaan ngopi. 


Begitu, Ica ngadoin itu. Langsung bergelora dong mau ngeracik-racik dan ntar mau bikin foto flat-lay-nya juga. Ntar deh pas selesai Ramadhan. Inspirasinya udah di-pin di pinterest dong.





Kemudian... Bulan ini bisa dibilang rekor nonton K-drama termaraton. Ini bulan terbanyak aku namatin series deh. Sebut aja, When The Weather Is Fine (blogpost ulasannya otw nih), Fight For My Way & Terakhir Melo Suits Me (ini real banget & underrated deh, ntar aku mau bahas tentang yang satu ini juga). Jadi jangan heran kalau ntar bakalan sering review K-Drama. Haha. Biasa.. Kalau magernya ngga kumat.


Akhir bulan empat ini, ditutup sama event virtual dari Love Beauty & Planet. Emang setiap bulan kita ada event virtual. Tapi kali ini Bukber Virtual bok. Aku baru ini buka puasa online. Mana dikirimin makanan. Jadi meskipun jarak jauh-jauh yang dimakan sama. 




Udah gitu, kirain jatah makanannya paling untuk sendiri. Eh taunya sekeluarga. Lebih malah. Aww. Thanks LBP udah menutup bulan ini dengan manis.


Oke, segitu dulu ya.


Ketemu lagi di #JurnalBulananMadamabi bulan depan.


XOXO


Madamabi___

Wednesday, March 31, 2021

#JurnalBulananMadamabi: Maret 2021

March 31, 2021



Holla...


Masuk awal maret masih sama aja sih kayak pas Februari. Kepikiran untuk detox sosmed, tapi belum nemu waktu yang tepat. Karena ada beberapa konten yang harus diposting saat itu.


Di saat ini juga lagi senang bikin mini video aesthetic. Isinya ala-ala daily routine gitu deh.






Pertengahan bulan nih, hidup diguncang dikit.


I lost my dad..


Rasanya kayak mimpi. Karena sehari sebelumnya Ayahku masih sempat-sempatnya ngirim broadcast WA. Isinya tentang amal baik, yang dibawa ketika kita menghadap Illahi. Aku beneran ngga punya firasat apa-apa saat itu. Karena kondisi beliau juga baik-baik aja saat itu. Memang mengidap stroke ringan. Namun pas masa itu, kondisinya lagi fit-fit aja.


Kepergiannya membuat aku sekeluarga (beserta suami dan anak) harus mudik ke kampung Ayahku. Tempat dia dimakamkan. Karena memang selama ini tinggal beda kota. Benar-benar secepat dan seketika itu. Kita belum punya plan untuk mudik dalam waktu dekat, karena situasi pandemi masih rawan kan? Jadi perjalanan kali ini cukup bikin aku gamang sih, apalagi suasana hati juga masih berselimut duka.


Tapi pasti Allah punya rencana yang selalu baik untuk umatnya, bukan.


Aku sempat khawatir anakku bakalan ngga siap sama situasi yang dadakan gini. Eh taunya, dari awal kita jalan di bus sampai pulang balik ke Medan. Anakku kooperatif banget.


Ada moment sweet banget saat itu. Setiap lihat gelagatku galau, dia bisa-bisanya bilang:


"Mama sedih? Ingat kakek? Doakan aja kakek Ma".


Duh, bocah belum genap lima tahun dan belum sekolah ini benar-benar nguatin aku. Hiks. Maaciw nakk.


Selama di sana, acara juga lancar dan hikmat banget. Aku benar-benar mindful deh rasanya. Selain karena seluruh keluarga besar support dan empati banget sama kita. Suasana di sana juga benar-benar nyaman. Tenang. Teduh. Udara masih bersih banget. Viewnya asri dan bikin badan plus otak santai banget ngelihatnya.





Selama ini aku jarang pulang ke kampung Ayahku itu, karena memang kami ngga tinggal di situ. Terus mikir sendiri, kenapa jarang banget ya ke situ? Padahal rumah untuk menginap ada. Apalagi lingkungannya juga asyik sekali. Sebelas duabelas lah sama resort-resort, yang sering dipake untuk orang-orang refreshing atau mencari ketenangan hidup di daerah kecil. Ngga usah repot-repot sewa villa lagi. Hehe.


Berasa jadi Elizabeth Gilbert di Eat Pray Love, pas di Bali. Haluuuu.


Oia, saat tahu kabar duka itu. Aku kebetulan lagi ngerjain beberapa project yang deadlinenya pas banget dalam kurun waktu selama aku di kampung itu.


Bisa aja sih ngabarin pihak brand untuk mohon pengertian. Tapi kembali aku berpikir, bisa kok tetap dikerjain. Jadi aku memutuskan untuk tetap mengerjakanya sembari menata hati dan menghadapi situasi duka itu. Tuhan lagi ngasi report terupdate perihal tingkat resiliensiku kali ya saat itu.


Masak, masih sanggup nonton What's Wrong with Secretary Kim (upsss). Tapi ngga sanggup ngerjain kewajiban dengan brand. Hihi.


XOXO


Madamabi___

Sunday, February 28, 2021

#JurnalBulananMadamabi: Februari 2021

February 28, 2021



Holla...


Bulan kedua ini, udah semakin bisa deal dengan kehidupan baru. Udah bisa naklukin habit baru juga. Semakin kebaca deh gimana situasinya dan makin nyaman. Finally, udah punya daily routine yang bikin enjoy juga.Yeay!


Hobi nonton series masih lanjut. Merambah ke serial korea nih sekarang. Telat emberan sih baru berkecimpung di dunia K-drama. Haha. Udah gitu yang ditonton juga bukan yang lagi heitss.


Tau apa?


Descendants Of The Sun.


Ya nasib si telat, ketawain aja gapapa beb...




Dulu waktu drama ini booming banget. Aku kayaknya lagi daleeem banget asyiknya sama kehidupan ibu baru. Wara-wiri orang ngomongin song-song couple. Dari mulai desas-desus cinlok, nikah sampe mereka divorce cuma jadi penikmat pasif. Baru mulai ngulik-ngulik tentang mereka pas nonton DOTS ini.


Aku sebelumnya ngga anti ya sama K-Drama. Cuma emang ngehindari nonton series aja. Lebih memilih nonton film yang beberapa jam tamat.


Lagi pula, emang senang lihat Song Hye Kyo dari zaman Full House (yang juga aku tonton berkali-kali dengan se-excited-ituh)




Selain K-Drama, nonton series Indo juga. Yass. Imperfect The Series. Kocak sih. Meskipun ngga plek-ketimplek, tapi ngingatin aku sama kehidupan di kosan dulu. Yang kayaknya apapun kejadian di luar kos, ngga sabar mau dibawa pulang untuk diceritain sama anak-anak kosan lain. Sedih, senang, patah hati, bete sama dosen dan rindu keluarga. Rasanya saat itu cuma mereka yang tahu gimana feelnya. Ya senasib juga kan. Belum lagi pas tanggal-tanggal bokek. Nyari kawan rebus mie instan bareng. Haha. Kangen anak KOS 25 yang sekarang udah mencar-mencar.


Next ya..


Selama Februari ini, aku juga lagi seru-serunya merealisasikan ide-ide konten IG yang merupakan moment me time juga buat aku. Selalu ada rasa bahagia dan puas setiap selesai mewujudkan apa yang ada dalam otak dalam sebuah karya ((karyaaaa)).


Belum lagi, bergabungnya aku sebagai dalam komunitas kreator brand Love Beauty & Planet (disebutnya LBP Lovers). Ibarat api disiram bensin. Semangatnya jadi membara. Karena LBP Lovers ada challenge yang seru-seru banget. Yang bikin mikir seru pas eksekusi kontenya. Ngga sebatas review doang.


Setiap temanya benar-benar memancing spirit kreatifitasku.


Salah satunya kayak challenge berikut yang nyadarin sekaligus bangunin singa tidur dalam diriku. Yaitu bebikinan DIY lagi. Tepat kayak dulu waktu aku mulai ngeblog pas zaman kuliah.




Senengnya juga sih, aku berhasil menangin salah satu challengenya. So happy. Hadiahnya juga hal-hal yang emang aku udah pengen banget dan udah dirancang dalam paraktik LoA. Hihi.


Apa itu? Produk LBP dong tentunya, dan.. STOJO. Haha. Iya. Jadi tiap ngelihat Stojo aku selalu nanamin dalam benakku mantra-mantra positif. Kadang kalau lagi minum kopi atau teh, ngomong sendiri.





"Sekarang minumnya pakai ini dulu ya, sebelum si Stojo datang". Eh beneran datang dia. Padahal ngga kepikiran untuk beli juga.


Makanya aku percaya banget sama law of attraction. Pernah aku tulis juga di blog ini lho tentang law of attraction.


XOXO


Madamabi___

Sunday, January 31, 2021

#JurnalBulananMadamabi: Januari 2021

January 31, 2021



Holla...


Iya. Aku nulis postingan ini ngga di bulan seharusnya. Aku kebut di akhir April dan awal Mei. Hihi.


Super molor sih. Tapi demi konsistensi (masih berani aja ngomongin konsistensi Sar), tetap diposting aja deh. Iya, ngotot ini mah.


Tadinya mau ngerangkum jadi satu postingan tapi karena panjang juga ternyata, ya udah deh. Dipencar aja jadi perbulan dan aku schedule post di bulan masing-masing sesuai judul. Benar-benar pemaksaan ya? Tapi boleh dong ya. Sebagai penyenang hatiku sendiri deh.. Hihi. Biar tetap rapi gitu maksudnya (masih juga ngeles).


Oke, jadi tahun baru, tempat baru. Yass, akhirnya kembali lagi pindah, demi cita-cita hidup mandiri. Hadeeh, gaya!


Iya, sebelumnya kita tinggal di tempat orangtua suami. Akhir tahun 2020 kemarin nemu tempat baru yang sepertinya cocok dan sesuai dengan lingkungan tempat tinggal yang kita mau. Bismillah deh.


So far sih ngga gitu jauh beda. Karena meskipun tinggal dengan mertua, aku tetap terbiasa mengerjakan urusan rumah tangga sendiri. Jadi untuk aktifitas harian sih ngga jauh beda. Hanya aja situasi ya jelas beda. Yang biasa agak rame, ya ini semakin sepi.


Belum lagi urusan beberes yang ngga udah-udah. Kirain barang-barang yang dibawa udah semua. Ternyata rame juga yang menyusul. Alhasil niat mau minimalis cuma bisa didadahin aja dulu. Ntar sortir lagi deh. Wkwk.


Di Januari ini juga, badan kayaknya agak shock sama habit kehidupan malam yang sekarang. Biasanya habis sholat isya udah masuk kamar dan bersiap tidur. Semenjak pindah, terjadi pergeseran aktifitas malam. Habis makan malam, harus bergegas siap-siap ke rumah mertua. Karena ya gimana, udah biasa ketemu tiap hari. Eh ini kalau ngga ketemu, jadi kayak ada yang kurang. Jadinya ya tiap malem ngabsen ke sana deh.


Tapi ya gitu. Badannya kaget. Jadi perlahan diselang-seling gitu kunjungannya.


Terus... Anakku juga punya kebiasaan baru. Apa itu?


Tidur siang.


Terakhir kali dia punya rutinitas tidur siang itu pas umur 2,5 tahun. Lepas dari situ, aku udah ngga ngarepin lagi untuk dia bobok siang. Semenjak di rumah baru,  kebiasaan ini mulai lagi. Mungkin karena sepi kali ya?


Rejeki sih buat mamak. Sekaligus cambuk juga untuk mamaknya biar lebih produkti lagi. Haha


Nah, di sini justru masalah muncul juga. Karena ada waktu luang baru. Niat banget untuk lebih produktif. Yang mau rutin bikin blogpost lah. Yang mau seminggu sekali rekam podcast lah. Yang mau ningkatin frekuensi bikin konten IG lah. Yang mau lebih gencar lagi dagangnya lah. Biasa.. Virgo banyak plan. Terakhir justru pikiran penuh sendiri. Otak ngambek. Badan ikut-ikutan. Burn out karena diri sendirilah judulnya.


Terakhir ya udah. Dibawa nonton series aja. Haha. Tapi beneran jadi lebih rileks. Di sini juga nih hobi nonton seriesku bermulai. FYI, aku memang suka nonton. Namun selalu menghindari serial. Film aja gitu biasanya.


Cuma ya.. Kemakan racun juga karena pada saat ini, rame banget yang share nonton seriesnya Prilly dan Reza. Yass. My Lecturer My Husband. Iseng-iseng nagih jadinya.




Btw, dramanya mayan asyik lah ya. Walaupun ceritanya cukup klise untukku. Tapi lihat acting gelutnya Inggit dan Mas Arya, mayan terhibur.


Meskipun pas scene Inggit dan Tristan sering aku skip. Bukan kenapa-kenapa ya.. Hanya aja umur udah nolak dengan romantika ala dedek-dedek gitu kali ya.. Hihi. So far sih dramanya nyenengin untuk ditonton.


Oia, di akhir bulan dapet surprise lagi dari anak. Entah gimana ceritnya dia tergugah ikut puasa senin-kamis. Tanpa-tanpa diduga-duga. Padahal aku plannya ngajarin dia puasa ntar aja pas dia udah sekolah. Tahun depan gitu niatnya. Ya Alhamdulillah dong. Diingatin sama Tuhan untuk percaya sama kemampuan anak. Masyallah..


Meskipun senang, tapi batinku bergejolak juga. Banyak suara-suara yang bergaung mengenai keputusan anakku puasa ini.


"Beneran udah bisa ya?"


"Aman ngga nih ya?"


"Terlalu maksa ngga ya?"


Tapi ya gimana? Kita asli ngga ada sugest dia untuk puasa. Berusaha untuk support aja dan welcome kalau dia mau buka. Eh tetap ngga mau.


Ya udah dibiarin aja, tapi juga dilonggarkan juga asupan sahur dan bukanya dipantau.


Walaupun ngotot untuk puasa penuh, tapi ya namanya anak-anak. Kalau udah mulai jam 4 sore. Aku harus merelakan kuping deh untuk dengar celotehan begini:


"Lemassss... Udah laper."


"Lapar... Mau makan ayam."


"Sudah melemah... Lapar."


Tapi ya kalau diajak buka aja, jawabannya begini:


"Kayak anak kecil aja sih Ma, setengah hari."


Oke, baik!


Bulan ini juga dapet pengalaman seru. Yaitu bikin scented candle bareng Love Beauty & Planet dengan Homlab. Aromanya sandalwood. Asli, jadi obses sama aroma cendana. Padahal dulu serem bok. Hihi.




Next, pengen deh bikin scented candle lagi. Ngga tau sih kapan. Rencanain aja, hihi. Ntar aku update deh kalau bebikinan lilin wangi lagi.


XOXO


Madamabi___

Monday, December 7, 2020

#JurnalBulananMadamabi: November 2020

December 07, 2020



Holla...


Yeay! Ini adalah postingan curhatan ketiga di blog ini.


Akhirnya bisa konsisten juga. Hihi. Baru tiga postingan udah jumawa.


Note: Sebenarnya udah ditulis dari akhir bulan 11, tapi ngeditnya mager. Baru sekarang deh diposting.


Personal Feeling


November kemarin aku cukup mindfull sih. Kan songong lagi kan.. Haha. Alhamdulillah, usaha self care untuk self love yang lebih baik kayaknya nunjukin hasil.


Ya bukan berarti se-aman-damai itu juga. Kerikil-kerikil tajem, ya teteup lah terpampang di hamparan pandangan mata.


Hanya aja, bulan kemarin itu aku lebih ke tipe orang yang:


"Ya udah, ya udahlah ya".


Padahal untuk si virgo ini jelas mustahil. Virgo kan tipe yang:


"Duh kok gini? Ngga bisa nih gini. Pasti ada yg harus dibegini-begituin bala bala bala bala".


Haha. Semua harus sesuai rundown yang dia bikin. Perfectionist stress sejati.


Bahkan seringnya, suami yang ngomong :


"Udahlah Ma.. Bikin lagi.. Beli lagi... Atur ulang lagi.."


Wkwkwk. Lah ini kebalik.


Social media life


Memang belakangan aku lebih rajin bikin konten Instagram, secara tinggal itu aja sosmed yang aku ikutin.


Selain post tentang beauty, November kemarin cukup rajin ikutan daily challenge-nya Upload Kompakan.


Fyi, sebenarnya aku udah ikutan UK itu dari tahun 2014. Dari jaman belum nikah. Tapi sempat insyekur sendiri.


"Aduh, malu-malu aja ngikutin poto begini ke challenge mereka".


Tapi, ya kayak aku bilang. Belakangan memang aku lebih bodo amat. Jadi ngga ada lagi pikiran-pikiran begitu. Ya join lagi deh.


Salah satu hal yang bikin aku semangat ikutan UK lagi adalah. Tema-temanya nantangin aku untuk belajar tentang moto lebih dalam. Kayak eksplor komposisi dan angle. Jadi kepicu untuk keluar dari zona nyaman dan lebih ngembangin skill perflatlay-an.


Aku juga sedang berusaha untuk aktif bikin konten sebelum ntar mau detox sosmed lagi. Jadi kayak manfaatin waktu sebelum ntar mau deactive bentar.


Biasa.. Memang niatnya tiap bulan mau detox. Tapi dua bulan ini ngga bisa, karena ada beberapa project yang masih jalan.


Oia, sama kayak curhatan bulan lalu. Aku masih main-main sama tampilan feed ig. Kalo bulan lalu item dan matcha tone. Bulan ini aku pake santorini (ala-ala biru putih gitu maksudnya) (>_<) dan salmon tone.




Oia, aku mau bagiin racikan preset salmon tone aku deh. Kali aja bisa cocok di foto kalian juga.




Aku kasih nama Dakota 1. Iya.. Aku suka namain presetku dengan nama ertong-ertong yang aku seneng lihatnya. And yasss. Ini terinspo dari Dakota Fanning.




Best moment


Ini kejadiannya akhir bulan kemarin. Di saat aku merasa "oh damainya hidupku" di situ juga kena shake dikit.


Bermula dari jadwal DL blog post yang agak tetiba. Kenapa aku bilang tiba-tiba? Karena pas deal project ini, ngga ada tanggal pasti untuk DL. Pokoknya masih di bulan November. Jadi aku berinisiatif bikin jadwal sendiri. Ngga jauh sih jaraknya memang sama jadwal yang tiba-tiba itu. Jadi pas diinfokan ganti jadwal, aku sih oke aja. Lagian mereka bukan yang mendesak gimana gitu. Biasa juga kan kejadian begini di dunia perdedlainan.


Tapi..... Aku mulai olengnya karena H-1 mau DL anakku tiba-tiba muntah. Ngga ada angin ngga ada ujan deh.


Nah di situ, si mamak ini udah ngga fokes kan nulis! Apalagi big no no lah untuk aku nunda kewajiban karena alesan anak. Takut jadi kebiasaan dan sebel juga sama orang-orang yang mangkir dari tanggung jawab dengan alasan anak. Jadi ngga mau begitu deh.


Apalagi udah payment di depan, jadinya aku lebih beban aja.


Terus, aku masih berusaha tarik nafas dalam dan optimis (plus denial). Ah besok sembuh lah.


Eh taunya besoknya yang dimana hari H DL, ngga hanya muntah namun juga diare. Asli! Apa yang masuk itu yang keluar. Udah gitu jadi lemes banget anaknya.


Jadinya yang tadinya, habis masak mau duduk depan laptop sambil minum es kopi, gagal.


Segera nelfon suami untuk bawa anak ke RS.

 

Tulisan yang di laptop aku pindahi ke handphone. Niatnya mau lanjut di jalan atau pas lagi nunggu antrean nanti. Pokoknya jaga-jaga aja deh. Es kopi tetap dong diboyong juga. Haha.


Ya venue nulisnya aja yang geser.


Yang aku banggakan dari diriku saat itu adalah: Sangat yakin kalau semuanya akan beres.




Optimis banget gitu. Ngga ada pikiran, kalau ngga terkejar gimana?


Kalau gini-gitu gimana?


Pokoknya di pikiranku yakin aja. Pasti bisa. Pasti siap.


Sepanjang perjalanan rumah ke RS, anak juga anteng aja. Jadi aku lanjut nyicil tulisan deh. Sampai di RS juga urusan cukup cepat. Oke. Kelar. Pulang deh.


Baru aja mau ngerancang schedule baru. Nyampe rumah, kasih obat, makan. Lanjut nulis. Beres.


Eh, ngga jauh dari RS kabel klos (ngga tau apa nama benernya, suami sih bilangnya gitu) putus bok. Iya. Pu-tus!


Aku ngga tahu pasti sih bakalan kenapa atau gimana kalau si kabel klos ini putus. Tapi pastinya, ngga beres lah.


Sepemahaman aku kalau sampe mobil berhenti, ngga bisa jalan lagi. Jadi kita ngga bisa berhenti. Ngga boleh kena lampu merah. Karena kalo sampe itu kejadian. Ya mogok. Haha. Terus kecepatan juga stand by gitu aja. Kan ngga bisa pindah persneling.


Ngga nanya lebih lanjut sama suami, takut dia ngga fokes. Biar aja dia selesaikan sendiri deh, gimana caranya tetap jalan dan ngga kehambat lampu lalu lintas. Wkwk.


Lagian dijelasin juga aku ngga ngerti. Orang naek sepeda aja ngga bisa.


Setelah dapat info kalau kita bakalan ke bengkel. Aku mutusin untuk (berusaha) anteng dan lanjut nyicil postingan blog yang memang tinggal editing aja sih.


Anakku awalnya bolak-balik nanya sih. Ini ke mana? Kok ngga arah jalan pulang?


Tapi yaudah, setelah penjelasan kesekian ribu kali, akhirnya dia mutusin ikutan santuy. Itupun karena lihat ada truk-truk, mobil polisi & ambulance di jalan. Jadi perhatiannya teralihkan.


Aku sendirinya, udah sering sih ngadepin situasi kenderaan mogok/rusak begini. Yah, perjalanan sama suami mah udah mayan banyaklah asyem garemnya. Haha. Tapi karena anakku diarenya ngga bisa di ajak kompromi, jadinya agak kepikiran. Gimana ngga? Ibuk-ibuk mah kalau kenyaman diri sendiri masih bisa kompromi. Tapi kalau kenyaman anak, panik itu kerap terjadi sodara-sodara.


Long story short....


Nyampe juga dibengkel. Dan tulisanpun sudah berhasil dipublish. Postingan Instagramnya juga udah beres. Report juga udah di kirim.


Huuft.


Udah gitu, aku ngerasa kita dapat reward aja dari Tuhan. Karena udah berusaha tetap tenang.


Di dekat bengkel langganan keluarga suami itu, ternyata ada resto lesehan dengan menu ayam penyet. Konsepnya semi outdoor dan sepi. Yang aku takjub. Ngga nyangka aja. Itu bengkel, letaknya udah jauh dari jalan raya, eh masuk gang lagi. Jadi benar-benar rahasia Ilahi deh bisa nemu tempat makan begitu di situ. Selain bersih, asli enak banget. Kita sampe rencana mau makan di situ lagi.


Haha, siapa yang nyangka kita malah jadi halan-halan dan mamam di luar jadinya.


Jadi setelah sholat (yang juga ada mesjid di dekat situ) kita makan deh di situ. Pas juga anakku mau minum obat.


Urusan anak, beres.


Urusan kerjaan, beres.


Dapat bonus refreshing tanpa terduga pula itu.


Ya ampun.. Benar-benar ruar biasa sih hari itu menurutku.


Ngajarin untuk tetap tenang.


Untuk percaya sama rencana Tuhan, dan no debat. Doa aja, udah!


Untuk yakin, kalau semua ada jalan.


Plus, selalu ada hal  baik dari hal yang kita pikir bakalan buruk.


Semrawut tapi pasti. LOL.


Bullet Journaling


Terus. Untuk per-bujo-an. Akhirnya udah siap ngerjain template bulan Desember. Alhamdulillah, niat untuk konsisten ngebujo setahun ini kecapai juga.


Ya meskipun kadang di tengah-tengah bulan suka --yagitudeh--.  Wkwk. Mogok. Tapi paling ngga template tiap bulan kebikin.


Bulan terakhir ini pake pressed flower. Simpel aja. Kayak idup. Makin tua, makin sederhana pikirannya.


Semoga 2021 lebih greget lagi ngebullet journalnya. Amin✨


Ma Baby Boy Bala-Bala


Oke.. Lalu anak, gimana anak?


Anakku ya lagi hobi-hobinya ngikutin adegan kartun. Yang lucu kalo dalam bentuk animasi. Tapi bahaya dalam dunia nyata.


Contohnya adegan main sepeda kayak rem blooong ya tetiba nabrak nembok. Padahal ngga nabrak beneran, tapi dibuat ala-ala nambrak sama dia. 





Emang sih masih kekontrol sama dia. Cuma kan ya eike jantungan bok.


Terus, adegan ala kartun yang lagi minum lalu keselek sampai air keluar dari mulut.


Nah ini juga nyebelin sih. Jadi basah kan lantai. Yang paling betein, pernah dia lagi reka adegan ala keselek kartun gitu. Aku pas lagi nunduk ambil mainannya. Yah.. Alamat! Airnya meluncur kekupingku dengan sangat indahnya.


Paham sih nak, imajinasi kamu tinggi. Tapi denging kuping mamak nak.


***


Oke deh..


Demikian deh kira-kira hidup di bulan November kemarin. Semoga masih konsisten untuk #JurnalBulananMadamabi selanjutnya.


XOXO


Madamabi___

Review: Mother Of Pearl My Lips But Prettier Skin Tint | 07 Pretty Bold

Okeh.. waktunya kita review lipennya mama ayang!! Dari awal kemunculan Mother Of Pearl, aku udah ngebatin "harus coba nih!". At ...