Thursday, May 6, 2021

Review: Love Beauty & Planet Coconut Water & Mimosa Flower Petal Soft Body Wash

May 06, 2021



Holla...


Sabun yang harumnya bikin happy dan nyaman. Plus memberikan kelembaban ekstra pada kulit keringku tuh benar-benar prioritas. Aku udah seriiiing banget kan cerita, kalau mandi tuh benar-benar simple self care yang selalu aku usaha untuk sehikmat itu? Haha.


Mandi tuh memang moment yang selalu aku tunggu setiap harinya. Bukan cuma rutinitas biasa aja. Jadi ya memang, sabunnya itu harus cakep.


Aku udah coba cukup banyak body wash, cakep. Tentunya,yang mau aku review ini salah satu yang berkesan dong..


Body Wash Yang Menghidrasi & Melembutkan Kulit




Love Beauty & Planet Coconut Water & Mimosa Flower Volume Petal Soft, diklaim untuk menghidrasi serta membuat kulit menjadi lebih lembut.




Coconut water memang dikenal dengan sebutan dew from heavens. Sebagai salah satu ingredient terbaik untuk hydrating. Untuk blue series ini, LBP menggunakan bahan berkualitas tinggi yang berasal dari certified sustainable source di Filipina.


Sedangkan Mimosa Flower (bunga putri malu), dikenal mampu memberikan keharuman yang tahan lama. Dipadukan dengan madu, raspberry cassis. Sehingga menambah sensasi aroma yang segar.


Seperti yang kita ketahui juga dong. LBP masuk kategori dalam green beauty brand dan mengusung sustainability. Itu sebabnya botol kemasaannya 100% recycled plastics. Body wash ini juga vegan dan tidak diuji cobakan kepada hewan.




Cinta diri, cinta bumi.


Info Produk


Netto: 200 ml (ada juga 400 ml)

Manufactured By: Milott Laboratories Co

Distributed & Marketed By: PT. Unilever Indonesia Tbk

Price: @37.300 (200 ml) & @61.600 (400 ml)

Where To Buy: Sociolla & Official Store (Shopee, Tokopedia & Blibli)


Kemasaan Botolnya Cantik dan 100% Recycled




Kemasaannya ramah lingkungan kayak yang aku bilang sebelumnya, this bottle is made from 100% recycled materials. Itu sebabnya meskipun bening, warnanya agak keruh dan kepekatan warnanya pada satu botol dengan lainnya akan berbeda. Jadi kalau kalian menemukan perbedaan warna pada beberapa botol LBP yang kalian punya, itu wajar ya.


Desain botol silindernya simpel dan ngga banyak ba-bi-bu. Tutup botolnya juga sederhana. Model press top hitam yang glossy.





Nah, yang rame berada pada labelnya. Print khas LBP dengan detail gambar daun dan buah kelapa. Keseluruhan label dominasi warna biru muda. Keterangan dan deskripsi produknya juga cukup jelas.


Aromanya Manis & Ceria, Bikin Happy dan Semangat


Harumnya bikin bawaan mau mandi terus.


Aku ngga pernah nyium bunga putri malu sih. Tapi menurutku aroma air kelapa mudanya juga cukup kencang. Selain manis ada hint floral memang belakangannya. Aromanya ini bikin mood tuh jadi lebih ceria dan semangat. Kalo dipepet deadline, cocoklah.


Setelah aku baca dari website mereka ternyata memang ada perpaduan antara mimosa flower, madu & raspberry cassis.


Body Wash Gel Ternyaman Untuk Kulit Keringku


Teksturnya merupakan gel bening yang konsistensinya cukup kental.




Sabun ini cukup foaming sih, tapi foamnya ngga secreamy dan rich kayak si body wash murumuru butter & rose (yang merupakan body wash LBP pertama yang aku coba). Ya karena dia teksturnya juga beda kan..


Lagi pula klaim kelembaban di sini juga sifatnya hidrasi.


Formulasinya juga good. Nyaman di kulit tanpa ada feel licin yang ganggu.


Note ya, untuk aku yang pemilik dry skin. Biasanya jarang nemu gel wash yang pas. Kalo ngga kering, ya masih ada efek licin. Yang ini oke di aku.


Tapi efek lembabnya tetap terasa. Ngga meninggalkan efek seperti kurang bilas. Benar-benar clean tanpa jejak residu.


Apakah Performanya Sesuai Klaim?


Selama pakai ini, aku memang merasakan kulitku jarang merasa kering. Ngga yang selalu lembab banget gitu sih. Tetap harus cepat dipoles lotion.


Namun, perbedaannya kentara sekali ketika aku sempat memberhentikan produk ini, karena mau mencoba body wash lain. Aselik! Kulit jadi parah keringnya. Sampai risih sendiri. Jadi setelah itu, benar-benar ngeh kalau Body Wash LBP ini emang pas sih kayak klaimnya. Lav.


Conclusion


Aku pakai produk ini udah dua kali, dan bakalan sering pakai lagi (meskipun diselang-seling sama produk lain juga)


Yass, karena cocok di kulitku dan nyaman sekali. Baik dari formulanya, harga sampai aromanya. Aku suka sekali.


Menurutku sih, ini juga favorit banyak orang. Ngga heran deh bisa dapet award dari Female Daily sebagai Best Body Wash 2020.




Pros


Harga terjangkau


Aroma segar dan bikin happy


Performa sesuai klaim


Vegan dan kemasaan recycled


Cons


Belum nemu deh.. Hihi


Repurchase?


Iya, dan udah dong. Dalam waktu dekat juga bakalan pakai lagi yang body wash LBP blue ini.


Rate


4,5 (5)


XOXO


Madamabi___

Wednesday, May 5, 2021

When The Weather Is Fine | #MadamabiNontonSeries

May 05, 2021



Gadis itu kembali...


Hanya ada satu alasan yang membuatku senang, musim dingin tiba.


Daun-daun yang menutupi jendelaku berjatuhan.


Dan kini aku dapat melihat jendelamu di seberang tokoku.


Judul: When The Weather Is Fine
Pemain: Park Min Young - Seo Kang Joon
Episode: 1-16

Holla...


Rehat bentar ya bahas beauty, lagi pengen nyeritain salah satu k-drama yang baru aku tonton. Yasss, nonton salah satu hobiku yang aku putusin untuk mendapat tempat cukup besar juga di blog ini.


Yah, meskipun untuk di dunia drakor sih aku newbie ya bok.


Mutusin untuk bikin jadi blogpost, karena yang satu ini sangat berkesan untuk aku. Sampe susah move on, mau ngulangin terus. Haha.


Kenapa bisa seberkesan itu untuk aku?


Bermula Dari Melarikan Diri Dari Kenyataan...


Cerita berkisah tentang Mok Hye Won (Park Min Young) pemain sekaligus guru Cello yang berusaha "lari" dari permasalahannya di Seoul dan memutuskan untuk kembali ke desa sang Ibu. Tempat di mana dia juga menjalani masa-masa SMA-nya.




Meskipun kedatangannya agak ditentang oleh sang bibi yang menginginkan agar Hye Won kembali berkerja ke Seoul. Namun dia juga mendapat sambutan yang hangat dari teman-teman sekolahnya dulu. Salah satunya adalah Im Eun Seob (Seo Kang Joon) yang juga tetangga sekaligus  pemilik toko buku di dekat rumah Hye Won.




Karena kehilangan pekerjaan, Hye Won berusaha untuk mendapatkan pekerjaan tambahan. Sebuah flyer lowongan pekerjaan membawanya ke Toko Buku Good Night, milik Eun Seob.


Di sinilah kedekatan keduanya semakin terjalin. Hal-hal manis dan romantis juga kerap terjalin diantara keduanya. Meskipun begitu, banyak juga misteri dan kenyataan pahit yang terungkap.


Belum lagi, masa "kunjungan" Hye Won yang akan berakhir ketika musim dingin berganti ke musim semi.


Diadaptasi Dari Novel, Ceritanya Juga Lekat Banget Dengan Dunia Literasi


Memang alasanku nonton ini karena yang main adalah Park Min Young. Sebelumnya suka lihat actingnya di What's Wrong With Secretary Kim? Jadi coba nonton yang ini.


Awalnya sempat mikir, kayaknya bakalan cheesy menye-menye kalau lihat judul dan sinposisnya. Sotoy, biasalah...


Tapi karena subtemanya lekat dengan buku dan setnya juga banyak di toko buku. Jadinya aku makin yakin untuk nonton. Ya memang juga sih ini diadaptasi dari novelnya Lee Do Woo, yang berjudul I'll Go To You When The Weather Is Nice.


Pas udah ditonton, ya iya. "Buku banget" ini feelnya. Ditambah ada karakter penulis dan kebiasaan Eun Seob menulis blog/bikin feel kutu buku dari film ini makin kental.



Sinematografisnya Manis Banget, Suasana Mellownya Dapet Nih...


Belum lagi sinematografisnya benar-benar matching sama keselurahan cerita.




Slow, sendu dan mellow-mellow gemes. Manis banget. Itu yang bikin jadi kayak kesedot dalam ceritanya. Kayak masuk gitu ke dalam setnya. Ah, baper deh.


Visualisasi kehidupan masyarakat desanya juga pas. Kerasa banget keakraban dan gotong royongnya. Makin apik deh.


Alurnya Seperti Kepingan Mozaik, Namun Tidak Membingungkan


Meskipun alurnya seperti kepingan-kepingan mozaik yang muncul pada beberapa bagian dan berulang. Menampilkan suatu peristiwa lebih sekali, tapi dengan angle berbeda. Mengubungkan kisah masa lalu dengan sekarang. Berhasil bikin aku termenung dan nyeletuk "oh gitu ternyata.."


Plot twistnya masih mudah dipahami. Walaupun ngga bisa dibilang simpel juga. Tapi ngga ngebingungkan kok.


Kisah Cinta Sederhana, Yang Ternyata Ngga Sesederhana Itu Juga Sih...


Iya, secara singkatnya sih ini tentang orang yang mendem perasaan lama dengan teman sekolahnya tapi ngga berani ngungkapin. Klasik.




Akan tetapi... Bukan drama korea namanya kalau ngga bisa bikin jadi rumit, njelimet dan baper.


Meskipun mental usia lanjutku terus teriak "yah gitu aja dibawa ribet, LDR aja udah woooy!" wkwk. Tapi ya jalan ceritanya cukup menjelaskan kok kenapa konflik batin diantara kedua tokoh sentral ini membuat cerita jadi ngga semudah itu.


Payah lah bok, kalau udah urusannya traumatis dan masa lalu. Upps semoga ngga spoiler untuk yang belum nonton. Hihi.


Ngga hanya romansa, banyak pesan moralnya juga


Selain kisah cintanya yang cute, sweet dan mellow itu. Ada banyak hal positif yang aku dapat dari drama ini.




Belajar self love dari Im Whi (adeknya Eun Soeb). Meskipun terlihat seperti remaja galau ngga ada teman. Belum lagi level bucinnya parah banget. Tapi aku melihat Im Whi ini sangat nyaman dengan dirinya. Ketika dia ditolak dengan cowok incerannya, dia masih bisa mengatakan bahwa dia ditolak bukan karena salahnya dan dia bukan orang yang rendah dan move on aja terus. Wuidih parah syakepnya, di sini menurutku. Ya namanya abege, cinta monyet biasalah. Ditolak, tetap pede dan melanjutkan hidup dengan ceria.


Kemudian ibunya Hye Won juga semakin memantapkan aku bahwa, ibu itu harus bahagia. Agar hubungannya dengan anak tetap hangat dan anaknya juga bahagia.


Sepanjang cerita bisa dilihat bahwa Hye Won cukup agresif kepada Eun Seob. Mungkin bisa dipicu karena dia merasa kurang perhatian dari orangtuanya. Ya memang cuma cerita fiktif, tapi kalau ditelusuri sih memang berkaitan juga bukan?


Bagian favortiku adalah...


Ketika klub buku mereka berkumpul di toko buku milik Eun Seob dan membahas topik berbeda tentang buku. Masing-masing mengulas dengan style dan sesuai karakter masing-masing.




Pengen banget deh punya klub buku begitu. Hihi. Seru deh kayaknya.


Jadi ingat, dulu waktu masih kuliah juga aku punya circle pertemanan yang orang-orangnya gemar buku. Ngga bikin klub sih. Kebetulan satu kosan dan temannya teman kosku. Pernah juga kerja bentar di tempat peminjaman buku. Jadi scene tadi, beneran berkesan buat aku.


---


Oke deh, kayaknya segini dulu untuk ulasan When The Weather Is Fine ya. Ntar mau lagi ah ngereview series. Mmm.. Apa ya? Boleh kasih ide di kolom komen ya beb.



XOXO


Madamabi___

Tuesday, May 4, 2021

#JurnalBulananMadamabi: April 2021

May 04, 2021



Holla...


Seperti yang aku ceritain di jurnal bulan Maret kemarin. Di April ini, karena masih di suasana duka. Kayaknya kondisi hati belum benar-benar bisa bangkit seperti semula. Benar-benar lagi ditata besar-besaran deh ini si hati.


Ngga sedih berkepanjangan sampai yang dikit-dikit mewwk gitu. Tapi badan kayak mogok. Kayak belum siap untuk lanjut seperti semula. Namun sisi hati yang lain ngotot banget untuk move on.


Akhirnya mutusin ngikutin maunya badan aja deh. Alhamdulillah. Memang badan harus didengarin ya bok. Ngga lama, udah cuss bergelora lagi mau ini-itu.


Selain berusaha untuk dengerin diri sendiri. Ngga bisa dipungkiri hadirnya orang-orang yang tepat di sekelilingku memang sangat membantu untuk aku mencerna segala rasa yang timbul. Terima kasih orang-orang tersayang.


Selain itu sih, kayaknya susah move on juga sama suasana di kampung yang teduuuh banget. Tenang. Damai deh. Ya emang belakangan ini aku moodnya pedesaan gitu. Jenuh juga sama hingar bingar kota. Wkwk.




Di bulan April ini juga, banyak hal baik yang aku rasakan. Salah satunya, ngga disangka-sangka anakku udah ikut puasa Ramadhan. Kayak yang pernah aku ceritain juga. Aku rencananya mengajak dia untuk belajar puasa pas udah sekolah ntar. 


Namun karena dari awal tahun udah ikut puasa senin-kamis, jadinya dia mutusin untuk ikut puasa juga. Bener-bener keputusan si anak. Kadang aku benar-benar terpukau dan malu sendiri sama anakku. Masih sering ngeraguin dia dan ngerasa dia sekecil itu. Padahal uda gede.. Hiks. Mama senang, tapi kok ya kayak belum siap juga kamu cepat ABG Bang. Haha.


Setiap bulan juga, pasti ada aja hal baru yang menarik perhatian dan minatku. Nah, bulan ini lagi antusias dengan teh-teh bunga. Gegara dikasih gift dari besties aku, Ica (makasi Caaaa).


Emang juga sih udah lama mau ngeteh bunga untuk ngedistrak kebiasaan ngopi. 


Begitu, Ica ngadoin itu. Langsung bergelora dong mau ngeracik-racik dan ntar mau bikin foto flat-lay-nya juga. Ntar deh pas selesai Ramadhan. Inspirasinya udah di-pin di pinterest dong.





Kemudian... Bulan ini bisa dibilang rekor nonton K-drama termaraton. Ini bulan terbanyak aku namatin series deh. Sebut aja, When The Weather Is Fine (blogpost ulasannya otw nih), Fight For My Way & Terakhir Melo Suits Me (ini real banget & underrated deh, ntar aku mau bahas tentang yang satu ini juga). Jadi jangan heran kalau ntar bakalan sering review K-Drama. Haha. Biasa.. Kalau magernya ngga kumat.


Akhir bulan empat ini, ditutup sama event virtual dari Love Beauty & Planet. Emang setiap bulan kita ada event virtual. Tapi kali ini Bukber Virtual bok. Aku baru ini buka puasa online. Mana dikirimin makanan. Jadi meskipun jarak jauh-jauh yang dimakan sama. 




Udah gitu, kirain jatah makanannya paling untuk sendiri. Eh taunya sekeluarga. Lebih malah. Aww. Thanks LBP udah menutup bulan ini dengan manis.


Oke, segitu dulu ya.


Ketemu lagi di #JurnalBulananMadamabi bulan depan.


XOXO


Madamabi___

Friday, April 9, 2021

Review: QV Skincare | Gentle Wash - Skin Lotion - Cream

April 09, 2021




Holla...

Aku sudah sering sekali dong ya cerita gimana mengganggunya kulit keringku. Rasanya kalau pakai sabun tuh, gentle kurang gentle deh.


Sampe beberapa waktu lalu nyobain QV Skincare. Dermatologi skincare asal Australia yg diformulasi utk kulit kering dan sensitive.


For your info nih, QV itu sendiri singkatan dari Queen Victoria Hospital yang ikonik di sana dan memang awalnya (tahun 1975) QV ini didevelop untuk Rumah Sakit tersebut lho.


Karena latar belakang itu juga, yang membuat brand ini benar-benar detail dalam meracik produknya. Sehingga produk-produk QV masuk dalam kriteria berikut:


Non komedogenik


Lulus uji dermatologi


pH seimbang


Vegan friendly


Formulasinya gentle


Tidak menggunakan pengharum, pewarna dan sabun



Ini pengalaman pertamaku pakai body care dermatologis gini. Aku pakai tiga produk mereka. Gentle wash, skin lotion dan cream.




Apakah emang benar-benar beda dengan yang biasa aku pakai? Beneran ampuh untuk kering akutku? LOL.


Aku ceritain di sini ya...


QV Gentle Wash




Produk ini merupakan cleanser yang diformulasi dengan manfaat utama sebagai skin hydration. Jadi maksudnya tuh hidrasi harus dimulai dari awal atau tahap membersihkan.


Tanpa basa-basi, dari pertama pakai aku udah bisa menyimpulkan ini adalah sabun tergentle yang pernah aku pakai.


Dari awal udah kagum lihat teksturnya yang seperti lotion. Ngga berbau dan berbusa karena memang tanpa tambahan sabun lg kan. 


Ketika diaplikasikan rasanya kayak baurin lotion aja. Sangking moistnya. Aku baru ini pakai sabun mandi, feelnya begini.


Meskipun begitu, di kulit ngga lengket atau berasa aneh. Benar-benar nyaman. Lembut, lembab dan bersihnya juga terasa. Setelah dipakai rutin, memang kulit terasa nyaman banget.  Ngga kering lagi.


Untuk gentle washnya ini, diapproved sama pak suami yang kulitnya lebih sensitif dan kering dari aku. Jarang-jarang dia impress sama produk. Biasa mah pake ya pake aja. Nah ini kemarin sampe nanya: Berapaan? Bisa dibeli di mana?


QV Skin Lotion




Teksturnya cukup cair dan penampakannya cukup mirip dgn sabunnya. Dipakai dikit aja udah bisa merata dengan mudah. Memang agak perlu waktu dikit untuk membuatnya benar-benar meresap ke kulit. Tapi setelah itu, benar-benar ringan dan nyaman.


Ketika terkena air seperti keringat atau wudhu, ngga lengket sama sekali. Setelah rutin dipakai, kulit ngga terasa berbusik dan kering ketarik. Meskipun sering kenak air, kayak wudhu & cuci tangan misalnya.


Oia, walaupun ngga ada fragrancenya, namun dipenciuman tetap aman-aman aja sih. Ngga ada aroma khas chemical yang mengganggu.


QV Cream




Yang ini tuh, menarik banget. Aku pakai di area yang cukup parah keringnya. Yaitu sekitar kaki. Super rich sekaligus ringan. Aku pikir bakalan sulit meresap dan meninggalkan efek greasy. Ternyata ngga lho. Kulit yang super kering sampai numpuk sel kulit mati juga jadi lunak dan lebih lembut.


Memang bedanya dia dengan yang lotion, ya di konsentrasinya yang lebih tinggi.


Yang cream ini, ngga aku pakai di seluruh body. Hanya bagian yang darurat...kapalan. haha. Area samping kaki, tumit, lutut dan siku. Hasilnya uwow sih. Kelihatan kulit mati yang numpuk jadi melunak.


Conclusion


Sekitar seminggu pakai rangkaian ini aja aku udah merasakan kulitku jadi paham yang namanya nyaman itu gimana.


Benar-benar anteng kulitku dibuatnya. Ngga kering, ngga gampang ruam kalau keringatan. Gatel-gatel juga udah jarang. Super lav.





Kemasaannya memang khas produk dermatologis banget sih memang. Bentuk botolnya lucu tapi. Kece ntar diupcycle jadi vas, haha. Desainnya didominasi warna putih dan biru. Karena produk dari Australia, aku mendapati banyak label tambahan yang disesuaikan untuk penjualan di Indonesia. Ngga masalah sih, hanya aja labelnya terlalu ringkih. Terkena air dikit lepas dan peeling. Better kali ya kalau kualitas label tambahannya lebih kokoh dan berkualitas lagi.




Tapi safetynya juga oke. Terdapat segel alumunium foil lagi pada mulut kemasaannya. Jadi lebih terjaga ya isinya.




Semua produk yang aku cobain, teksturnya meskipun rich mudah meresap dan nyaman-nyaman di kulit. Biasanya kalau yang rich gitu bakalan plekeut banget kan. Ini mah ngga.


Untuk dermatologi skincare, QV ini bisa dikatakan cukup terjangkau. 


QV Gentle Wash 169.000 IDR

QV Cream 252.000 IDR

QV Skin Lotion 252.000 IDR


Lalu, where to buy?


Kalian bisa beli secara online di official store QV yang ada di shopee ya.


Meskipun ngga selalu pakai produk perawatan tubuh yang spesifik dermatologis gini. Tapi bagus banget emang untuk diselang-seling agar kondisi kulit lebih stabil dan calming.



For more info, please visit www.qvskincare.com/id or IG: @qvskincareid yaaaa.



XOXO


Madamabi___

Wednesday, April 7, 2021

Review: ST.Ives Soft Skin Scrub | Avocado Honey

April 07, 2021



Holla...


Aku cukup gandrung dengan scrub-scrub dari ST.Ives. Setelah pakai yang apricot dan coffee, rasanya mau pakai semua varian scrub mereka. Apalagi begitu tahu mereka punya varian terbaru, dan kebetulan saat itu promo diskon dan free ongkir no minimun order. Ya sudah, cus deh checkout.


Sebelumnya aku udah pernah ngasi intip teksturnya dan review di akun Instagramku. Sekarang waktunya review ST.Ives Soft Skin Scrub, Avocado  Honey ini di sini ya.


Scrub ST.Ives Terbaru, Dengan Kandungan Alpukat & Madu




Produk ini diklaim selain mengangkat sel kulit mati, juga membuat kulit wajah jadi lebih halus dan membuat skin tone jadi lebih merata.


Dari namanya aja, bisa dilihat yang menjadi bintang di sini adalah Avocado dan Honey. Avocado berperan untuk membuat kulit menjadi lebih lembut. Sedangkan Honey, untuk menutrisi kulit.


Selain itu, face scrub ini juga mengandung 100% natural exfoliant. Yaitu yang berasal dari bubuk kulit walnut dan corn meal.


Jika kamu yang udah pernah pakai produk mereka sebelumnya. Pasti ngeh kalau ST.Ives selalu menunjukan skala untuk exfoliation factornya kan? Yang avocado ini berada di level moderate.





Seperti biasa, mereka sudah teruji dermatologis. Paraben dan oil free. Serta cruelty free.


Info Produk


Netto: 170 g


Price: 72.500 IDR


Where To Buy: Sociolla, Shopee & Tokopedia, Watson, Guardian dll


Ingredients



Isinya Banyak, Sharing Juga Ngga Rugi Beb...


Kemasaanya masih klasik khas (lagi) scrub ST.Ives sebelumnya. Tube yang sizenya ngga bisa dibilang kecil. Gede bok. Puas makenya. Sharing juga ngga rugi. Haha.




Meskipun ngga travel friendly, tapi desainnya simpel. Tube dengan tutup flip top yang safety. Didominasi oleh warna hijau Avocado dengan sentuhan kuning juga putih.


Terdapar gambar alpukat dan honey comb yang bikin aura lezat dari scrub ini makin kepancar. LOL.


Oia, aku juga semakin kagum deh sama Unilever untuk concern perduli dengan lingkungan. Salah satu contohnya seperti  60% dari material tube ini recycled lho. Kecuali bagian tutupnya ya.


Teksturnya Creamy Moist Kayak Avocado Mousse Cake, Hihi


First impression sama produk ini, langsung klepek-klepek sama teksturnya creamy dan moussy. Mengingatkan dengan Avocado Mousse Cake deh. Haha. Benar-benar menyenangkan ketika bersentuhan dengan kulit wajah. Super lembut & fluffy...




Sehingga, meskipun butiran scrubnya  yang dari bubuk kulit walnut ramai kayak pasir pantai. Tetap terasa nyaman di kulit lho. No iritasi-iritasian, meskipun sel kulit mati terasa sekali keangkatnya.


Formulasinya juga nyaman. Ngga ada feel aneh dan ngeganggu. Kayak terasa anget, cekit-cekit atau apapun itu.


Aromanya Juga Yummyyyy 


Aromanya perpaduan yang balance antara khas alpukat dan madu. Manis samar-samar yang ngga eneug kok. Disisi lain, ngasih efek calming juga.


Beneran Bikin Kulit Halus Nih?


Dari pertama pakai aja, kulitku terasa lembut, halus, kenyal dan moist banget. Berasa kayak udah pakai pelembab, padahal belum. Hihi.


Ketika udah dipakai beberapa kali. Aku ngerasa banget dia bikin kulitku lebih nerima "makeup" dengan lebih baik. Foundie, powder dan teman-temannya menempel dengan mudah dan manis banget. Jatuhnya jadi lebih flawless dan awet. Skincare lainnya juga kerasa lebih cepat nyerap setelah aku rutin pakai scrub ini.




Dia benar-benar mengangkat sel kulit matiku dengan baik, berarti kan? Syakep sih kalau kataku.


Conclusion


Sejauh ini pake scrub ST.Ives belum ada yang zonk sih. Yang ini masuk dalam list favoritku dong.


Mulai dari harganya yang terjangkau, isi banyak. Aromanya enak. Teksturnya juga unik dan menarik. Belum lagi formulanya nyaman. Scrubnya ramai tapi ngga bikin iritasi.


Pas! Pas banget racikannya untuk aku.


Pros


Paraben & oil free


Cruelty free


Harga terjangkau


Packaging lucu


Tekstur unik


Formula nyaman


Scrubnya ramai dan tidak mengiritasi kulit


Bikin kulit lembut dan kenyal banget


Cons


Kemasaan tidak travel friendly


Tidak disegel


Repurchase


Yassss!


Rate


4,5/5


XOXO


Madamabi___

Tuesday, April 6, 2021

Review: POND'S Age Miracle | Ultimate Youth Essence - Double Active Serum - Blur and Prime Eye Cream

April 06, 2021



Holla...


Akhirnya aku menemukan skincare anti aging kece dan dapatinnya juga mudah ( ada di mini market hihihi). Memang, sekarang zamannya apapun bisa online, termasuk belanja. Tapi nemu produk yang bisa didapatkan dengan mudah, semudah jajan ciki, juga pastinya bikin happy. Solusi juga untuk yang ngga gitu sreg belanja online atau mager ke drugstore di emol-emol.


Yasss.... POND'S Age Miracle.


For your info ya, Age Miracle ini adalah regime skincare dari POND'S yang ditujukan untuk usia 25 tahun ke atas.




Fokusnya sendiri adalah untuk melawan tanda-tanda penuaan dini. Seperti wrinkle, dark spot, regenerasi kulit dan membuat kulit lebih bercahaya. Ini sejalan dengan campaign mereka yaitu #NeverStopGlowing wuidihhh. Syakep ya beb?


Dari semua rangkaiannya, aku baru nyoba yang essence, serum & eye cream. Seperti apa ya performa produk dari brand legendaris yang sudah ada dari aku bocah ini?


Cusss maricussss.


POND'S Age Miracle Ultimate Youth Essence




Netto: 30 gr
Price: 160.000

Pertama aku mau bahas essencenya dulu nih. Untuk ukuran essence, ini lebih seperti serum sih menurutku.


Mulai dari penampakannya. Menurutku packagingnya lebih pas seperti kemasaan serum dibanding essence.


Dalam botol kaca berwarna merah yang klasik dan manis banget. Tapi emang cukup berat dan rentan pecah, jadi ngga travel friendly deh.




Dilengkapi pipet tetes dengan pump silver yang juga merupakan tutup ulirnya.


Praktis sih sebenarnya, sayangnya pumpnya agak keras menurutku.


Sayangnya meskipun dalam box, si essencenya ini ngga dilapis segel plastik lagi. Sedangkan yang lainnya disegel plastik.


Kemudian tekstur yang bening dan warnanya agak keruh serta kental. Sampai feelnya di kulit, aku lebih dapet sensasi seperti pakai serum.




So far sih, formulanya ringan dan meresap juga enak. Ngga lengket meskipun kental. Nyaman di kulitku.


Efek hydratingnya juga oke. Ngga lembab yang sampai basah banget gitu. Tapi kulit memang terasa lebih terhidrasi dan kenyal.


Aromanya cukup kenceng. Untuk yang toleran sih bakalan fine aja. Tapi yang ngga toleran sama fragrance di skincare, aku pikir ini cukup mengganggu. Bisa dibilang kayaknya memang ciri khas aroma POND'S memang cukup nyegrak gini sih ya?


Isinya juga kece-kece sih. Tripe Hyaluronic Acid, B3, Peptide Booster, Ganggang Merah, Fermented Bifida, Activated Collagen.


Meskipun begitu, kalau ditanya rate 1 sampe 5, aku kasih bintang 4.


Kenapa?Karena meskipun nyaman dan cocok, performanya ngga secepat klaimnya yang mengatakan menunjukkan hasil dalam 7 hari. Aku baru melihat hasil yang signifikan setelah hampir 2 minggu. Ngga masalah sih, tapi ya tetap kurang sesuai dengan klaim.


Tapi ini di aku ya bok...


Rate: 4/5


POND'S Age Miracle Double Active Serum




Netto: 30 ml/30 g

Price: 180.000

Lanjut ke serumnya ya...


Sama seperti essencenya, si serum ini packagingnya juga dari kaca berwarna merah. Mewah dan feelnya kayak megang kemasaan skincare high end (halah kayak pernah aja Sar! LOL).




Meskipun cakep dan praktis karena ada pumpnya, tapi ngga travel friendly juga. Karena berat dan rentan pecah. Harus disalin ke wadah lain lagi nih.


Oia, serum ini juga dikemas dalam box dan bersegel.


Pas awal aku pump serum ini, bikin kaget lho. Kenapa? Karena teksturnya seperti moisturizer. Krimnya berwarna agak kuning. Creamy dan moist banget.




Untuk formulasinya, ketika aku pakai ada efek tinglingnya. Sekitaran seminggu pakai baru tinglingnya ilang.


Selain itu sih nyaman banget di kulitku. Ringan, mudah meresap ngga lengket atau plekeut meskipun dia cream yang cukup kental.


Kulit juga lembab dan efek firmingnya dapet. Karena ada retinolnya, aku sempat purging sih. Namun ngga parah dan bentar aja.


Aromanya juga cukup kuat. Seperti essencenya, untuk yg toleran sih oke. Tapi yang ngga, ini agak ganggu deh kayaknya.


Lalu, performanya juga agak selow kalau melihat dari klaimnya. Tapi di luar itu oke aja sih.


Selain Retinol C Complex, Prebiotic Complex ada juga Vitamin B3-nya.


Rate: 4/5


POND'S Age Miracle Blur and Prime Eye Cream




Netto: 15 g / 15 ml
Price: 150.000

Yang terakhir adalah eye creamnya.


Ngga disangka-sangka, justru si eye cream ini yang kerjanya paling nampol di aku.




Kemasaannya paling sederhana namun praktis. Tube plastik berwarna merah dengan aplikator yang memudahkan produk keluar. Serta pengaplikasian juga jadi lebih mudah.




Teskturnya cream putih padat yang agak thick (kayaknya rata-rata eye cream gini deh ya?). Tapi ketika diaplikasikan, sama sekali ngga lengket. Meresapnya juga cepat.


Terlalu dini memang untuk lihat apakah dia ngefek di garis halus sekitar mataku apa ngga? Namun, aku ngerasa sekali tekstur kulit di area mata jadi lebih lembab dan halus.


Biasanya ada perbedaan yang cukup kentara antara kulit wajah secara keseluruhan dengan area mata. Nah semenjak pakai ini, kulit area mata berasa haluus dan sama dengan kulit wajah lainnya. Lalu, terasa lebih kencang dan ngga kendurs.


Star ingredients dari eye creamnya mirip dengan serumnya. Retinol C, Vitamin B3 dan Prebiotic Complex.


Hihihi. Lav sih ini..


Rate: 4,5/5


Conclusion


Setelah menggunakan ketiganya lebih dari 2 minggu. Aku menyimpulkan, cukup mengesankan sih pengalaman pakai ketiga produk dari POND'S Age Miracle ini. Malah penasaran mau coba sheet mask terbaru mereka (iyaaa, dari series Age Miracle ini juga). 


Baik dari packagingnya yang apik dan berbobot banget. Tekstur yang unik dan menarik. Sampai formulasinya juga nyaman. Aku terkesan banget.





Rekom banget sih untuk yang mau pakai skin care anti aging yang ringan namun kandungannya cakep-cakep. Terus terjangkau dan mudah dapetinnya.


XOXO


Madamabi___

Review: Mother Of Pearl My Lips But Prettier Skin Tint | 07 Pretty Bold

Okeh.. waktunya kita review lipennya mama ayang!! Dari awal kemunculan Mother Of Pearl, aku udah ngebatin "harus coba nih!". At ...