Monday, March 1, 2021

Law Of Attraction: Tentang Tarik Menarik Keyakinan Serta Kepasrahan

March 01, 2021



Holla...


Aku punya banyak banget ketertarikan terhadap konsep-konsep ataupun pemikiran dalam kehidupan ini. Khususnya yang mengarah kepada self improvement.


Mulai dari hal-hal sederhana kayak self love, hygge, sampai law of attraction.


Nah, di postingan ini aku lebih condong bahas yang terakhir.


Memang, pasti udah banyak banget yang paham apa itu Law Of Attraction. Tapi aku mulai dari dasar dikit ya....


Secara sederhana Law Of Attraction  (LoA) disebut sebagai hukum tarik menarik.


Jadi, di mana pikiran dan perasaan kita terfokus. Maka itu juga yang akan datang kepada kita. Baik secara sadar ataupun tidak. Dikehendaki ataupun tidak.


Apa yang ditarik dan datang itu, ngga bisa kita intervensi secara langsung dan frontal.


"Mau ini dong!"


"Mau itu dong!"


Karena apa yang datang, merupakan wujud dari apa yang kita yakini. Apa yang kita yakini, tidak selalu apa yg kita kehendaki.


So.. Hati-hati sama apa yang kita pikirkan.


Jika pikiran dan perasaan (murni) kita berpusat pada hal yang baik. Maka hal baik juga yang akan datang kepada kita. Begitupun sebaliknya.


Akrab sama ungkapan berikut?


"Pikirkan hal baik, lihat hal baik, dengar hal baik. Maka kamu akan dapat yang baik"


Mirip lah sama nasehat Oma ((omaaaa)) Audrey Hepbrun





"for lovely eyes, seek the good in people"


Liat yang baek-baeknya aja ya cuuu. Gitu deh kira-kira aku memaknainya.


Tapi... Ya memang. Kita ngga bisa memungkiri, bahwa kita ngga bisa selamanya setuju atau menangkap hal baik dari setiap orang yg kita temui atau berada sekitar kita kan?


Nah di sini, memfilter interaksi dan siapa yang berada di circle kita itu penting.


Biar frekuensinya bersih.


Begitupun dengan apa yang "dikonsumsi" oleh indera kita.


Ngga usah deh lihat hal-hal yang aura negatifnya lebih kuat. Misal kepoin atau jadi hate follower utk seseorang yg memang tidak bisa kita terima. Iseng-iseng ngikutin akun hosip yang didalamnya ngga berhubungan langsung sama kita.


Untuk apa?


Mantau?


Biar ngga ketinggalan bahan obrolan?


Ngulik-ngulik sejauh mana kualitasnya, yang udah dari dalam kita tolak juga kan?  (namanya juga ngga suka, pasti penolakan lebih besar dari penerimaan).


Lalu panas sendiri. Memancing insecure, anxious & membuat kita superior ataupun (bisa jadi) malah inferior. Api kompetisi membara sendiri. Ya kitanya juga yang kebakar sendiri.


Ngomongin orang/hal yg ngga bisa kita tolerir. Block langsung deh hal yang ngga penting.


Misalnya: ngga perlu deh mikir "ga enak" kalo ada orang mancing julidin orang yang kita ngga suka.


Ngga usah bicarain hal ngga penting sama orang yang ngga bener.


Jangan biarkan dia narik kita ke alam negatifnya dia bowk!


Cut aja langsung!




Mantraku selalu: "yang begitu akan dekat dengan yang begitu juga".


Karena kalo dia bener, dia ngga akan ajak kita ngejulid. Tul tak?


Ada sedikit fun fact (anggap aja fun ya, LOL) tentang aku yg berhubungan dengan "asupan yang dikonsumsi indera kita" ini.


Jadi.. Aku tuh kalo udah ngga bisa menolerir seseorang. Ngga mau atau menghindari melihat mukanya.


Gitupun dengan hal lain. Ngga mau lama-lama mantengin.


Kenapa?


Karena benar-benar ngga mau ngasih space untuk itu di hidupku. Ngapain ngasi polusi sama indera kita. Dari pada kesumpah, lalu kemakan sumpah. Apes kita sendiri. Lagipula, bisa jadi penilaianku yang salah. Jaga jarak sampai dapat jawaban dari segala prasangka.


Jadi hindari yang emang ngga mau dijamah. Demi bersihnya cakupan panca indera.


Lalu, LoA juga identik dengan memvisualisasikan hal-hal positif. Ditanam di pikiran dan sanubari (yha baik!)


Untuk itu, pastinya kita harus jelas dulu dong nih, purposenya kemana? Apa yg kita mau? Arahnya kita mau ditempatkan kemana?


Lalu bayangkanlah yang baik-baik dan optimislah untuk itu.


Memang di sini bakalan muncul pertanyaan lagi sih.


"Mmm... Sar, ngga jatuhnya malah kayak ekspektasi ketinggian?"


Iya!!


Kalau ngga kita pupuk sama yang namanya "surrender".




Bayangkan aja hal baik. Masalah dihijabah Tuhan apa ngga, berserah aja.


Lagian, kalau aku. Bayanginnya aja udah senang. Haha.


Setidaknya jika tidak bisa benar-benar merasakan hal itu kesampean. Paling ngga, udah kerasa aja feelnya kira-kira gimana. Ngga rugi juga sebenarnya. Hihi. Halu sih emang anaknya.


Aku udah percaya dan tertarik dengan paham ini bahkan dari sebelum tahu nama kecenya.


Semakin didalamin. Semakin ngeh kalau LoA itu ya nyata.


Karena aku merasakan banyak hal-hal yang terjadi di hidupku merupakan bentuk nyata dari apa yang ditarik oleh bawah sadarku.


Yang paling keliatan emang yang sifatnya kebendaan sih memang. Misal lihat sesuatu, pengen. Tapi sadar mungkin kondisi ngga memungkinkan. Udah, ikhlaskan aja. Tapi di bagian terdalam hati nih masih nempel aja di situ. Ngga disangka ya tiba-tiba muncul aja di depan mata.


Kalau non-kebendaan (bahasa apa inih? Haha) mungkin peristiwa-peristiwa dalam hidup. Jalan hidup yang tidak selalu sesuai timing yang kita mau. Tapi Tuhan kasih waktu yang benar-benar tepat. Atau bahkan Tuhan ngga kasih, karena memang itu bukan yang kita kehendaki, sekedar BM aja. Yang begini memang jatuhnya ngga baik juga untuk kita nantinya.


Cara kerja LoA ini juga misterius kan.. Di saat yang kita ngga sangka, kalau Tuhan mau berkehendak ya kejadian.


Tuhan menyesuaikan dengan kebutuhan kita beb. Bukan sekedar BMnya kita aja.


Memang kuncinya adalah kepasrahan. Percaya. Yakin. Sabar.


Semakin kita berserah dan ikhlas. Maka semakin kuat juga daya tarik menarik itu berkerja. Begitu juga ketika kita semakin kuat menolak, makin kencang pula arus yang datang.


Kuncinya adalah melatih. Melatih diri untuk siap.


So.. Siapa yang mampir ke sini juga karena percaya dan tertarik dengan LoA?


Boleh cerita-cerita di komen yaaaa.


XOXO


Madamabi___

Sunday, February 28, 2021

#JurnalBulananMadamabi: Februari 2021

February 28, 2021



Holla...


Bulan kedua ini, udah semakin bisa deal dengan kehidupan baru. Udah bisa naklukin habit baru juga. Semakin kebaca deh gimana situasinya dan makin nyaman. Finally, udah punya daily routine yang bikin enjoy juga.Yeay!


Hobi nonton series masih lanjut. Merambah ke serial korea nih sekarang. Telat emberan sih baru berkecimpung di dunia K-drama. Haha. Udah gitu yang ditonton juga bukan yang lagi heitss.


Tau apa?


Descendants Of The Sun.


Ya nasib si telat, ketawain aja gapapa beb...




Dulu waktu drama ini booming banget. Aku kayaknya lagi daleeem banget asyiknya sama kehidupan ibu baru. Wara-wiri orang ngomongin song-song couple. Dari mulai desas-desus cinlok, nikah sampe mereka divorce cuma jadi penikmat pasif. Baru mulai ngulik-ngulik tentang mereka pas nonton DOTS ini.


Aku sebelumnya ngga anti ya sama K-Drama. Cuma emang ngehindari nonton series aja. Lebih memilih nonton film yang beberapa jam tamat.


Lagi pula, emang senang lihat Song Hye Kyo dari zaman Full House (yang juga aku tonton berkali-kali dengan se-excited-ituh)




Selain K-Drama, nonton series Indo juga. Yass. Imperfect The Series. Kocak sih. Meskipun ngga plek-ketimplek, tapi ngingatin aku sama kehidupan di kosan dulu. Yang kayaknya apapun kejadian di luar kos, ngga sabar mau dibawa pulang untuk diceritain sama anak-anak kosan lain. Sedih, senang, patah hati, bete sama dosen dan rindu keluarga. Rasanya saat itu cuma mereka yang tahu gimana feelnya. Ya senasib juga kan. Belum lagi pas tanggal-tanggal bokek. Nyari kawan rebus mie instan bareng. Haha. Kangen anak KOS 25 yang sekarang udah mencar-mencar.


Next ya..


Selama Februari ini, aku juga lagi seru-serunya merealisasikan ide-ide konten IG yang merupakan moment me time juga buat aku. Selalu ada rasa bahagia dan puas setiap selesai mewujudkan apa yang ada dalam otak dalam sebuah karya ((karyaaaa)).


Belum lagi, bergabungnya aku sebagai dalam komunitas kreator brand Love Beauty & Planet (disebutnya LBP Lovers). Ibarat api disiram bensin. Semangatnya jadi membara. Karena LBP Lovers ada challenge yang seru-seru banget. Yang bikin mikir seru pas eksekusi kontenya. Ngga sebatas review doang.


Setiap temanya benar-benar memancing spirit kreatifitasku.


Salah satunya kayak challenge berikut yang nyadarin sekaligus bangunin singa tidur dalam diriku. Yaitu bebikinan DIY lagi. Tepat kayak dulu waktu aku mulai ngeblog pas zaman kuliah.




Senengnya juga sih, aku berhasil menangin salah satu challengenya. So happy. Hadiahnya juga hal-hal yang emang aku udah pengen banget dan udah dirancang dalam paraktik LoA. Hihi.


Apa itu? Produk LBP dong tentunya, dan.. STOJO. Haha. Iya. Jadi tiap ngelihat Stojo aku selalu nanamin dalam benakku mantra-mantra positif. Kadang kalau lagi minum kopi atau teh, ngomong sendiri.





"Sekarang minumnya pakai ini dulu ya, sebelum si Stojo datang". Eh beneran datang dia. Padahal ngga kepikiran untuk beli juga.


Makanya aku percaya banget sama law of attraction. Pernah aku tulis juga di blog ini lho tentang law of attraction.


XOXO


Madamabi___

Friday, February 26, 2021

9 Ways to Upcycle LBP Bottles | #DIYProject

February 26, 2021



Holla...


Sekali-kali bikin konten DIY Project boleh lah ya. FYI juga, awal-awal ngeblog (di blog satu lagi hehe) dulu, aku emang lebih sering bikin postingan DIY dibanding beauty. Itung-itung nostalgia deh. Atau bahkan cikal bakal kembali lagi nge-DIY. Bisa jadi..


Oke, jadi gini. Tiap ngelihat ada produk kosong, selain "nyes" karena harus nyiapin budget untuk repurchase. Juga "nyessss" banget karena mikirin jadi penyumbang sampah lagi.


Biar hati agak tenang, digunakan kembali aja deh.


Pas juga kan, upcycle ini membuat jiwa-jiwa DIY-ku bergembira.


Seringnya sih, aku jadiin benda-benda yang memang benar-benar bermanfaat lagi untukku. Bukan sekedar prakarya yang ujung-ujungnya juga terongok.


Nah kali ini aku mau upcycling kemasaan LBP nih. Ternyata banyak juga yang bisa didapatkan dari benda yang kita pikir sudah tidak terpakai lagi.


1. Scrunchie Tower




Mulai dari yang mudah seperti scrunchie tower. Tinggal susun aja. Lagian sering bete kan ketika mau dipakai, scrunchienya entah berhamburan kemana.


2. Vas




Jadi vas adalah yang paling lazim kita bikin kan beb. Apalagi botol LBP ini desainnya simpel & cakep untuk dipajang


3. Washi tape Storage




Pas kebetulan juga butuh tempat penyimpanan untuk washi tape. Pas deh. Jadi lebih rapi printilan bujo aku.


4. Flower Pot




Dengan bentuk yang sama. Bisa dijadiin pot bunga. Menanam juga baik untum Bumi ini bukan? Udara jadi lebih segar dan mata juga enak mandangnya.


5. Bookmark




Aku paling ngga suka ngelipet halaman buku yang dibaca. Jadi butuh bookmark.


6-7 Makeup & Pencil Case




Alat tulis dan makeup kayak lipstick dan brush yang berantakan juga ganggu mood. So, butuh tempat yang lucu untuk menyimpan mereka.


8. Journal Decoration




Label botol yang dilepas juga sayang untuk dibuang. Lagian desain label LBP lucu banget. Selain itu, aku juga ingin menyimpan memori sebagai bagian dari #LBPlovers di jurnalku. Kenang-kenangan kalo tua nanti..wkwk.


9. Puppet




Aku dan anakku menjadikan story telling sebagai quality time kami. Aku senang cerita, dan dia senang dengar aku cerita. Hihi. Apalagi kami berdua makhluk visual, jadi senang kalo ada peraga kayak puppet. Puppet juga jadi jalan ninjaku kalau anaknya uda mager ngga mau disuru mandi atau beresin mainan. Hehe.


Oia, dari pengalamanku mengajak anak untuk upcycle dari kemasaan produk yang biasa dia pakai. Juga efektif memancing rasa ingin tahunya dan menanamkan konsep sayang bumi lho. Anakku penasaran, kenapa sih sedotannya dipakai lagi? Bahkan kadang dia kagum, oh ternyata yang biasanya jadi sampah bisa digunakan lagi lho..


Untuk tutorialnya, kalian bisa lihat di video berikut:




XOXO


Madamabi___

Friday, February 5, 2021

Review: Dear Me Beauty Perfect Lasting Lip Tint | Shade Dear Tasya

February 05, 2021



Holla...


Tahun 2020 kemarin, aku segandrung itu pakai liptint. Selain karena konsepnya lip tint kan lebih transferproof tuh, dibanding lip cream atau lipstick. Jadi lebih mask-able. Juga karena looknya jadi lebih necurel dan santai. Cocoklah untuk situasi yang masih berharap kita di rumah aja ini.


Ada beberapa lip tint yang aku coba, salah satunya yang paling favorit adalah yang mau aku review ini. Yasss. Dear Me Beauty Perfect Lasting Lip Tint shade Dear Tasya. Ngga ada niat khusus sih sebenarnya. Kebetulan pengen nambah liptint dan pas cek sociolla lagi promo mayan murah. Dari harga asli 109ribuan, aku dapat cuma sekitar 60ribuan. Kan cucok kan beb. Ya emang penasaran juga untuk nyoba produk dari brand ini.


Lalu, gimana sih menurutku lip tint lokal yang satu ini? Aku ulas dan swatch di bawah ini ya.


Pewarna Bibir Dengan Watermelon Extract




Karena bagian dari watermelon collectionnya Dear Me Beauty (DMB). Produk ini mengandung watermelon extract (memang terasa sih aroma semangkanya) & Inca Omega Oil. Ada Vit E & F utk menutrisi bibir dan juga sebagai antioxidant. Plus ada UV protectionnya juga.




Terdiri dari sepuluh shade yang cukup beragam. Dari merah, nude, mauve, orange dan pink.


Oia, selain lip tint. Seri watermelon ini juga terdapat dua produk lain. Multipurpose gel & multipurpose spray.


Info produk


Netto: 5,5 gr
NO BPOM: NA18201300040
Price: @109.000 thanks god kemarin aku belinya pas promo. Hihi.
Where To Buy: Official Store Dear Me Beauty (Shopee & Tokopedia) - Sociolla. 


Ingredients



Tube Seperti Kapsul Yang Cute




Pengemasannya cukup apik dan safe. Dengan box bernuansa merah dan hijau. Serta dilapis segel plastik lagi dibagian luarnya.





Keterangan dan deskripsi produk dalam box tertera jelas. Nama brand, nama produk, deskripsi dan klaim produk, nama swatch, kode batch, expired dan no BPOM.


Kemasaannya berupa tube aklirik bening yang menunjukkan isi dari lip tint ini. Dengan tutup ulir berwarna merah. Uniknya, wadahnya menyerupai bentuk kapsul. Tube silinder dengan kedua ujungnya yang cembung.




Meskipun telihat bulky. Namun masih cukup fleksibel dan untuk dibawa dan diselipkan dalam pouch atau tas. Ya meksipun pertanyaannya, mo kemaneeee situasi begini. Hihi.





Aplikatornya tipe doe foot yang brush sekitarnya halus dan ngga bikin bibir gatal. Stick aplikatornya juga kokoh dan ngga goyang-goyang ketika diaplikasiin. So far sih aku suka dan nyaman dengan aplikatornya.


Tekstur Creamy Moussenya Menarik Banget


Produk ini masuk kategori creamy tint. Karena teksturnya sangat kental, creamy dan mengarah ke mousse.




Tapi setelah diaplikasikan ke bibir, residunya perlahan ngeset dan sheer. Sampe lama-lama cuma ninggalin stainnya. Ngga benar-benar terbalut seperti kita pakai lip cream.


Formulanya Ngga Bikin Bibir Terkelupas Lho!


Begitu mengenai bibir, tekstur creamynya terasa moist. Awalnya masih meninggalkan rasa tebal. Namun setelahnya sih tidak begitu kentara lagi. Bibir juga tidak terasa lengket jika kedua sisinya menempel.


Seharian pakai lip tint ini, aku tidak melihat dan merasakan  ada efek bibir kering. Ngga bikin bibir terkelupas atau terasa kaku.


Oia, aku juga menangkap ada hint agak pahit ketika lidahku bertemu dengan kulit sekitar area bibir.


Dengan Aroma Watermelon Yang Samar


Karena watermelon series, sempat sih ekspektasinya bakalan wangi manis kayak semangka gitu. Ternyata, setelah aku gunakan, aroma semangkanya memang ada. Tapi jatuhnya lebih ke fatty daripada sweet. Oke sih, meskipun jauh dari bayangan.


Aromanya samar namun cukup awet di penciuman.


Shade: Dear Tasya


Berhasrat sekali dengan @dearmebeauty Perfect Lasting Lip Tint shade Dear Tasya ini karena sempat lihat swatch dan deskripsi shade yang katanya reddish brown. Kebetulan lagi nyari shade begitu.


Ternyata di bibirku jatuhnya deep orange. Orange pekat yang seorange ituh. Masih kerasa yellow hintnya dan masih masuk kategori warm tone. Mengingatkan aku sama pumpkin sorbetnya BLP (yg juga favoritku), versi lip tint tapinya ini.




Meskipun agak geser dikit dari ekspektasiku. Tetap oke sih, karena warnanya ngasih efek kulit  medium tan jadi lebih glowy dan fresh.


Coveragenya Bagaikan Lip Cream


Coveragenya berada di kelas lip cream. Hi coverage yg super nutup. Ya ngga heran juga sih, teksturnya creamynya memang mempengaruhi.




Untuk yang sering enggan menggunakan lip tint karena khawatir ngga menutup permukaan bibir. Apalagi bibir yang gelap sepertiku, ini sih cocok banget.


Pigmentasi? Wah... Wah... Wah...


Pigmentasinya ngga main-main deh. Super pigmented. Ngga perlu pake sekali swab, oles setitik aja lalu dibaurin, udah keluar banget pigmentasinya. Lav!


Finishnya Gimana?


Finishnya soft matte. Ketika sheer pun, permukaan bibir akan terlihat soft karena terbalut residunya.


Transfer Ngga Sih?


Ada transfernya, tapi tipis-tipis lah. Ngga yang beleber kemana-mana gitu.


Lasting Powernya Awet Nih!


Oia, lasting powernya good. Pake makan minum masih ada stainnya. Memang ya ngga seperfect di awal. Tapi aku ga masalah. Tinggal poles aja lagi.




Yay Or Nay?


Meskipun ada beberapa hal yang tidak benar-benar ngena' di hatiku. Tapi aku menyimpulkan aku suka dengan produk ini. Masuk kategori lip tint yang bakalan aku pake terus.


Mulai dari penampakan, isi sampai perfoma oke.


Warnanya cantik dan banyak pilihan. Awet dan nyaman di bibir. Terus, satu lagi ya. Pilihan tepat untuk yang ingin pakai lip tint tapi selalu keganjel takut ngga nutupin warna bibir yang gelap. Cus cobain deh.


Ibaratnya tuh, kualitas lip cream tapi feelnya yang tetap lip tint. Aku sih Yay!


Pros


Kemasaannya cute

Pilihan warna banyak dan cantik-cantik

Ngga bikin bibir kering & kaku

Long lasting

Pigmentasinya super!

Coveragenya nampol!

Cons


Masih ada transfernya

Ada pait-paintnya, hehe

Repurchase


Udah kepikiran sih, tapi untuk shade lain.


Rate


4/5


XOXO


Madamabi___

Sunday, January 31, 2021

#JurnalBulananMadamabi: Januari 2021

January 31, 2021



Holla...


Iya. Aku nulis postingan ini ngga di bulan seharusnya. Aku kebut di akhir April dan awal Mei. Hihi.


Super molor sih. Tapi demi konsistensi (masih berani aja ngomongin konsistensi Sar), tetap diposting aja deh. Iya, ngotot ini mah.


Tadinya mau ngerangkum jadi satu postingan tapi karena panjang juga ternyata, ya udah deh. Dipencar aja jadi perbulan dan aku schedule post di bulan masing-masing sesuai judul. Benar-benar pemaksaan ya? Tapi boleh dong ya. Sebagai penyenang hatiku sendiri deh.. Hihi. Biar tetap rapi gitu maksudnya (masih juga ngeles).


Oke, jadi tahun baru, tempat baru. Yass, akhirnya kembali lagi pindah, demi cita-cita hidup mandiri. Hadeeh, gaya!


Iya, sebelumnya kita tinggal di tempat orangtua suami. Akhir tahun 2020 kemarin nemu tempat baru yang sepertinya cocok dan sesuai dengan lingkungan tempat tinggal yang kita mau. Bismillah deh.


So far sih ngga gitu jauh beda. Karena meskipun tinggal dengan mertua, aku tetap terbiasa mengerjakan urusan rumah tangga sendiri. Jadi untuk aktifitas harian sih ngga jauh beda. Hanya aja situasi ya jelas beda. Yang biasa agak rame, ya ini semakin sepi.


Belum lagi urusan beberes yang ngga udah-udah. Kirain barang-barang yang dibawa udah semua. Ternyata rame juga yang menyusul. Alhasil niat mau minimalis cuma bisa didadahin aja dulu. Ntar sortir lagi deh. Wkwk.


Di Januari ini juga, badan kayaknya agak shock sama habit kehidupan malam yang sekarang. Biasanya habis sholat isya udah masuk kamar dan bersiap tidur. Semenjak pindah, terjadi pergeseran aktifitas malam. Habis makan malam, harus bergegas siap-siap ke rumah mertua. Karena ya gimana, udah biasa ketemu tiap hari. Eh ini kalau ngga ketemu, jadi kayak ada yang kurang. Jadinya ya tiap malem ngabsen ke sana deh.


Tapi ya gitu. Badannya kaget. Jadi perlahan diselang-seling gitu kunjungannya.


Terus... Anakku juga punya kebiasaan baru. Apa itu?


Tidur siang.


Terakhir kali dia punya rutinitas tidur siang itu pas umur 2,5 tahun. Lepas dari situ, aku udah ngga ngarepin lagi untuk dia bobok siang. Semenjak di rumah baru,  kebiasaan ini mulai lagi. Mungkin karena sepi kali ya?


Rejeki sih buat mamak. Sekaligus cambuk juga untuk mamaknya biar lebih produkti lagi. Haha


Nah, di sini justru masalah muncul juga. Karena ada waktu luang baru. Niat banget untuk lebih produktif. Yang mau rutin bikin blogpost lah. Yang mau seminggu sekali rekam podcast lah. Yang mau ningkatin frekuensi bikin konten IG lah. Yang mau lebih gencar lagi dagangnya lah. Biasa.. Virgo banyak plan. Terakhir justru pikiran penuh sendiri. Otak ngambek. Badan ikut-ikutan. Burn out karena diri sendirilah judulnya.


Terakhir ya udah. Dibawa nonton series aja. Haha. Tapi beneran jadi lebih rileks. Di sini juga nih hobi nonton seriesku bermulai. FYI, aku memang suka nonton. Namun selalu menghindari serial. Film aja gitu biasanya.


Cuma ya.. Kemakan racun juga karena pada saat ini, rame banget yang share nonton seriesnya Prilly dan Reza. Yass. My Lecturer My Husband. Iseng-iseng nagih jadinya.




Btw, dramanya mayan asyik lah ya. Walaupun ceritanya cukup klise untukku. Tapi lihat acting gelutnya Inggit dan Mas Arya, mayan terhibur.


Meskipun pas scene Inggit dan Tristan sering aku skip. Bukan kenapa-kenapa ya.. Hanya aja umur udah nolak dengan romantika ala dedek-dedek gitu kali ya.. Hihi. So far sih dramanya nyenengin untuk ditonton.


Oia, di akhir bulan dapet surprise lagi dari anak. Entah gimana ceritnya dia tergugah ikut puasa senin-kamis. Tanpa-tanpa diduga-duga. Padahal aku plannya ngajarin dia puasa ntar aja pas dia udah sekolah. Tahun depan gitu niatnya. Ya Alhamdulillah dong. Diingatin sama Tuhan untuk percaya sama kemampuan anak. Masyallah..


Meskipun senang, tapi batinku bergejolak juga. Banyak suara-suara yang bergaung mengenai keputusan anakku puasa ini.


"Beneran udah bisa ya?"


"Aman ngga nih ya?"


"Terlalu maksa ngga ya?"


Tapi ya gimana? Kita asli ngga ada sugest dia untuk puasa. Berusaha untuk support aja dan welcome kalau dia mau buka. Eh tetap ngga mau.


Ya udah dibiarin aja, tapi juga dilonggarkan juga asupan sahur dan bukanya dipantau.


Walaupun ngotot untuk puasa penuh, tapi ya namanya anak-anak. Kalau udah mulai jam 4 sore. Aku harus merelakan kuping deh untuk dengar celotehan begini:


"Lemassss... Udah laper."


"Lapar... Mau makan ayam."


"Sudah melemah... Lapar."


Tapi ya kalau diajak buka aja, jawabannya begini:


"Kayak anak kecil aja sih Ma, setengah hari."


Oke, baik!


Bulan ini juga dapet pengalaman seru. Yaitu bikin scented candle bareng Love Beauty & Planet dengan Homlab. Aromanya sandalwood. Asli, jadi obses sama aroma cendana. Padahal dulu serem bok. Hihi.




Next, pengen deh bikin scented candle lagi. Ngga tau sih kapan. Rencanain aja, hihi. Ntar aku update deh kalau bebikinan lilin wangi lagi.


XOXO


Madamabi___

Monday, December 7, 2020

#JurnalBulananMadamabi: November 2020

December 07, 2020



Holla...


Yeay! Ini adalah postingan curhatan ketiga di blog ini.


Akhirnya bisa konsisten juga. Hihi. Baru tiga postingan udah jumawa.


Note: Sebenarnya udah ditulis dari akhir bulan 11, tapi ngeditnya mager. Baru sekarang deh diposting.


Personal Feeling


November kemarin aku cukup mindfull sih. Kan songong lagi kan.. Haha. Alhamdulillah, usaha self care untuk self love yang lebih baik kayaknya nunjukin hasil.


Ya bukan berarti se-aman-damai itu juga. Kerikil-kerikil tajem, ya teteup lah terpampang di hamparan pandangan mata.


Hanya aja, bulan kemarin itu aku lebih ke tipe orang yang:


"Ya udah, ya udahlah ya".


Padahal untuk si virgo ini jelas mustahil. Virgo kan tipe yang:


"Duh kok gini? Ngga bisa nih gini. Pasti ada yg harus dibegini-begituin bala bala bala bala".


Haha. Semua harus sesuai rundown yang dia bikin. Perfectionist stress sejati.


Bahkan seringnya, suami yang ngomong :


"Udahlah Ma.. Bikin lagi.. Beli lagi... Atur ulang lagi.."


Wkwkwk. Lah ini kebalik.


Social media life


Memang belakangan aku lebih rajin bikin konten Instagram, secara tinggal itu aja sosmed yang aku ikutin.


Selain post tentang beauty, November kemarin cukup rajin ikutan daily challenge-nya Upload Kompakan.


Fyi, sebenarnya aku udah ikutan UK itu dari tahun 2014. Dari jaman belum nikah. Tapi sempat insyekur sendiri.


"Aduh, malu-malu aja ngikutin poto begini ke challenge mereka".


Tapi, ya kayak aku bilang. Belakangan memang aku lebih bodo amat. Jadi ngga ada lagi pikiran-pikiran begitu. Ya join lagi deh.


Salah satu hal yang bikin aku semangat ikutan UK lagi adalah. Tema-temanya nantangin aku untuk belajar tentang moto lebih dalam. Kayak eksplor komposisi dan angle. Jadi kepicu untuk keluar dari zona nyaman dan lebih ngembangin skill perflatlay-an.


Aku juga sedang berusaha untuk aktif bikin konten sebelum ntar mau detox sosmed lagi. Jadi kayak manfaatin waktu sebelum ntar mau deactive bentar.


Biasa.. Memang niatnya tiap bulan mau detox. Tapi dua bulan ini ngga bisa, karena ada beberapa project yang masih jalan.


Oia, sama kayak curhatan bulan lalu. Aku masih main-main sama tampilan feed ig. Kalo bulan lalu item dan matcha tone. Bulan ini aku pake santorini (ala-ala biru putih gitu maksudnya) (>_<) dan salmon tone.




Oia, aku mau bagiin racikan preset salmon tone aku deh. Kali aja bisa cocok di foto kalian juga.




Aku kasih nama Dakota 1. Iya.. Aku suka namain presetku dengan nama ertong-ertong yang aku seneng lihatnya. And yasss. Ini terinspo dari Dakota Fanning.




Best moment


Ini kejadiannya akhir bulan kemarin. Di saat aku merasa "oh damainya hidupku" di situ juga kena shake dikit.


Bermula dari jadwal DL blog post yang agak tetiba. Kenapa aku bilang tiba-tiba? Karena pas deal project ini, ngga ada tanggal pasti untuk DL. Pokoknya masih di bulan November. Jadi aku berinisiatif bikin jadwal sendiri. Ngga jauh sih jaraknya memang sama jadwal yang tiba-tiba itu. Jadi pas diinfokan ganti jadwal, aku sih oke aja. Lagian mereka bukan yang mendesak gimana gitu. Biasa juga kan kejadian begini di dunia perdedlainan.


Tapi..... Aku mulai olengnya karena H-1 mau DL anakku tiba-tiba muntah. Ngga ada angin ngga ada ujan deh.


Nah di situ, si mamak ini udah ngga fokes kan nulis! Apalagi big no no lah untuk aku nunda kewajiban karena alesan anak. Takut jadi kebiasaan dan sebel juga sama orang-orang yang mangkir dari tanggung jawab dengan alasan anak. Jadi ngga mau begitu deh.


Apalagi udah payment di depan, jadinya aku lebih beban aja.


Terus, aku masih berusaha tarik nafas dalam dan optimis (plus denial). Ah besok sembuh lah.


Eh taunya besoknya yang dimana hari H DL, ngga hanya muntah namun juga diare. Asli! Apa yang masuk itu yang keluar. Udah gitu jadi lemes banget anaknya.


Jadinya yang tadinya, habis masak mau duduk depan laptop sambil minum es kopi, gagal.


Segera nelfon suami untuk bawa anak ke RS.

 

Tulisan yang di laptop aku pindahi ke handphone. Niatnya mau lanjut di jalan atau pas lagi nunggu antrean nanti. Pokoknya jaga-jaga aja deh. Es kopi tetap dong diboyong juga. Haha.


Ya venue nulisnya aja yang geser.


Yang aku banggakan dari diriku saat itu adalah: Sangat yakin kalau semuanya akan beres.




Optimis banget gitu. Ngga ada pikiran, kalau ngga terkejar gimana?


Kalau gini-gitu gimana?


Pokoknya di pikiranku yakin aja. Pasti bisa. Pasti siap.


Sepanjang perjalanan rumah ke RS, anak juga anteng aja. Jadi aku lanjut nyicil tulisan deh. Sampai di RS juga urusan cukup cepat. Oke. Kelar. Pulang deh.


Baru aja mau ngerancang schedule baru. Nyampe rumah, kasih obat, makan. Lanjut nulis. Beres.


Eh, ngga jauh dari RS kabel klos (ngga tau apa nama benernya, suami sih bilangnya gitu) putus bok. Iya. Pu-tus!


Aku ngga tahu pasti sih bakalan kenapa atau gimana kalau si kabel klos ini putus. Tapi pastinya, ngga beres lah.


Sepemahaman aku kalau sampe mobil berhenti, ngga bisa jalan lagi. Jadi kita ngga bisa berhenti. Ngga boleh kena lampu merah. Karena kalo sampe itu kejadian. Ya mogok. Haha. Terus kecepatan juga stand by gitu aja. Kan ngga bisa pindah persneling.


Ngga nanya lebih lanjut sama suami, takut dia ngga fokes. Biar aja dia selesaikan sendiri deh, gimana caranya tetap jalan dan ngga kehambat lampu lalu lintas. Wkwk.


Lagian dijelasin juga aku ngga ngerti. Orang naek sepeda aja ngga bisa.


Setelah dapat info kalau kita bakalan ke bengkel. Aku mutusin untuk (berusaha) anteng dan lanjut nyicil postingan blog yang memang tinggal editing aja sih.


Anakku awalnya bolak-balik nanya sih. Ini ke mana? Kok ngga arah jalan pulang?


Tapi yaudah, setelah penjelasan kesekian ribu kali, akhirnya dia mutusin ikutan santuy. Itupun karena lihat ada truk-truk, mobil polisi & ambulance di jalan. Jadi perhatiannya teralihkan.


Aku sendirinya, udah sering sih ngadepin situasi kenderaan mogok/rusak begini. Yah, perjalanan sama suami mah udah mayan banyaklah asyem garemnya. Haha. Tapi karena anakku diarenya ngga bisa di ajak kompromi, jadinya agak kepikiran. Gimana ngga? Ibuk-ibuk mah kalau kenyaman diri sendiri masih bisa kompromi. Tapi kalau kenyaman anak, panik itu kerap terjadi sodara-sodara.


Long story short....


Nyampe juga dibengkel. Dan tulisanpun sudah berhasil dipublish. Postingan Instagramnya juga udah beres. Report juga udah di kirim.


Huuft.


Udah gitu, aku ngerasa kita dapat reward aja dari Tuhan. Karena udah berusaha tetap tenang.


Di dekat bengkel langganan keluarga suami itu, ternyata ada resto lesehan dengan menu ayam penyet. Konsepnya semi outdoor dan sepi. Yang aku takjub. Ngga nyangka aja. Itu bengkel, letaknya udah jauh dari jalan raya, eh masuk gang lagi. Jadi benar-benar rahasia Ilahi deh bisa nemu tempat makan begitu di situ. Selain bersih, asli enak banget. Kita sampe rencana mau makan di situ lagi.


Haha, siapa yang nyangka kita malah jadi halan-halan dan mamam di luar jadinya.


Jadi setelah sholat (yang juga ada mesjid di dekat situ) kita makan deh di situ. Pas juga anakku mau minum obat.


Urusan anak, beres.


Urusan kerjaan, beres.


Dapat bonus refreshing tanpa terduga pula itu.


Ya ampun.. Benar-benar ruar biasa sih hari itu menurutku.


Ngajarin untuk tetap tenang.


Untuk percaya sama rencana Tuhan, dan no debat. Doa aja, udah!


Untuk yakin, kalau semua ada jalan.


Plus, selalu ada hal  baik dari hal yang kita pikir bakalan buruk.


Semrawut tapi pasti. LOL.


Bullet Journaling


Terus. Untuk per-bujo-an. Akhirnya udah siap ngerjain template bulan Desember. Alhamdulillah, niat untuk konsisten ngebujo setahun ini kecapai juga.


Ya meskipun kadang di tengah-tengah bulan suka --yagitudeh--.  Wkwk. Mogok. Tapi paling ngga template tiap bulan kebikin.


Bulan terakhir ini pake pressed flower. Simpel aja. Kayak idup. Makin tua, makin sederhana pikirannya.


Semoga 2021 lebih greget lagi ngebullet journalnya. Amin✨


Ma Baby Boy Bala-Bala


Oke.. Lalu anak, gimana anak?


Anakku ya lagi hobi-hobinya ngikutin adegan kartun. Yang lucu kalo dalam bentuk animasi. Tapi bahaya dalam dunia nyata.


Contohnya adegan main sepeda kayak rem blooong ya tetiba nabrak nembok. Padahal ngga nabrak beneran, tapi dibuat ala-ala nambrak sama dia. 





Emang sih masih kekontrol sama dia. Cuma kan ya eike jantungan bok.


Terus, adegan ala kartun yang lagi minum lalu keselek sampai air keluar dari mulut.


Nah ini juga nyebelin sih. Jadi basah kan lantai. Yang paling betein, pernah dia lagi reka adegan ala keselek kartun gitu. Aku pas lagi nunduk ambil mainannya. Yah.. Alamat! Airnya meluncur kekupingku dengan sangat indahnya.


Paham sih nak, imajinasi kamu tinggi. Tapi denging kuping mamak nak.


***


Oke deh..


Demikian deh kira-kira hidup di bulan November kemarin. Semoga masih konsisten untuk #JurnalBulananMadamabi selanjutnya.


XOXO


Madamabi___

Review: Mother Of Pearl My Lips But Prettier Skin Tint | 07 Pretty Bold

Okeh.. waktunya kita review lipennya mama ayang!! Dari awal kemunculan Mother Of Pearl, aku udah ngebatin "harus coba nih!". At ...