Friday, August 6, 2021

Review: Elsheskin 5 in 1 Eyessential Night Serum

August 06, 2021



Holla...


Meskipun cukup sering mendengar, bahwa eyecare product merupakan skincare yang biasa digunakan di wajah secara keseluruhan. Kemudian dibranding menjadi produk khusus area mata. Aku sih tetap team YAY untuk eyecare.


Kenapa?


Karena sudah memakai beberapa produk eyecare dari beberapa brand, jadi emang ngerasain sendiri kalau performanya nyata.


Jadi... Begitu tahu Elsheskin ngeluncurin eyecare, langsung senang. Karena berada di usia bucin eyecare. LOL.


5 Benefits In 1 Eye Serum





Refresh - Reduce Dark Circle -Firming- Depuffs - Treat Baggy Eyes


Elsheskin 5 in 1 Eyessential Night Serum ini, merupakan eye serum lokal pertama yang menggunakan Retinol. Itu sebabnya dianjurkan digunakan pada malam hari.




Selain Encapsulated Retinol, terdapat juga kandungan utama lainnya. Vitamin C, Red Algae, Apple Stem Cells, Duo-Peptides, Hyaluronic Acid dan Polyglutamic Acid.


Diklaim cocok untuk semua jenis kulit. Mencerahkan dan menyamarkan lingkaran hitam. Mengurangi mata sembab. Mengencangkan kulit area mata. Menghaluskan garis kerutan di area mata. Serta menghidrasi mata sehingga menjadi lebih lembab dan terasa fresh.


Selain itu, serum ini juga Paraben & Sulfate Free, No Alkohol & No Fragrance.


Info Produk


Netto: 18 ml


Price: @199.000 IDR


Where to buy: Website Elsheskin, Tokopedia, Shopee, Sociolla dan WA Elsheskin


Note: Untuk pembelian via website, wa dan line yang ada di bio akun Instagram @elsheskin. Pakai kode "SQUADSARIHATI" untuk diskon 10% dan bisa konsultasi kulit online juga lho.


Ingredients




Tabung Merah Metaliknya Cantik Banget!




Dikemas dengan box dan botol model tabung pump merah metalik dengan finish doff, yang super eye catching. Unfortunately, i'm not really sure sih ini material botolnya dari apa. Dalamnya emang ada botol kaca, namun cover luarnya yg merah ini ngga begitu kedeteksi dari apa, mungkin aklirik (?) kali ya..





Pumpnya juga lunak dan gampang keluar produknya. Hasil pencetannya juga pas. Produk yang keluar ngga terlalu sedikit atau kebanyakan. Menurutku juga nih ya, pumpnya bisa dikontrol gitu mau segimana produk yang dikeluarin. Good.


Bobotnya lumayan ringan dan travel friendly juga. Tabungnya fleksibel kalau mau disisip-sisip di tas.


Dengan Gel Texture Yang Mudah Melumer




Teksturnya berupa gel berwarna putih keruh. Yang begitu dipump terlihat cukup kental. Namun dalam hitungan detik saja, mudah melumer. 


Formulanya Ringan & Ngademin


Di kulit terasa ringan banget dan gampang diratakan. Meresapnya juga cepat. Jika mengingat pengalamanku pakai eye serum, ini yang paling ringan dan cepat meresapnya.


Belum lagi, ada sensasi adem dan basah yang bikin kulit area mata terasa rileks. Seger banget. Pakai eye serum, tapi feelnya kayak dikompres pakai eye patch. Hehe.


No Fragrance Dong..


Seperti produk Elsheskin pada umumnya, produk yang satu ini juga tidak memiliki aroma khas fragrance. Memang klaimnya juga no fragrance kan.


Meskipun begitu, tidak juga berbau khas chemical yang mengganggu. Aromanya netral saja dan aman di penciuman.


How To Use?


Karena ada retinol, jadi di awal aku memberi jarak pada penggunaannya. Diselang-seling. Hampir dua minggu penggunaan baru rutin setiap malam.


Cara mengaplikasikannya, sesuai anjuran di kemasaanya.


Keluarkan produk sekitar satu pump ke salah satu jari. Lalu tepuk-tepuk dengan lembut ke area bawah mata dan kelopak mata sampai produk meresap.


Selain pada area tersebut, aku juga biasa mengaplikasikan eye serum atau eye cream ke smile line dan dahi. Biar ikutan kencang tanpa kerut beb. Hihi.




Oia... Selalu gunakan sunscreen juga ya setial harinya.


Beneran Ngaruh?


Memang progresnya terasa santai dan perlahan. Tapi aku oke aja sih,  karena sejauh ini ngga ngerasa ada efek atau rasa tidak nyaman. Ngga ada milia atau tanda ngga cocok apapun.


Semakin hari, aku semakin merasa kulit sekitar mata terasa kencang dan teksturnya halus. Terutama kalau lagi membersihkan wajah di sekitar mata. Kerasa banget kalau kulitnya jadi kencang dan membal padat gitu. Bangun pagi juga ngga kelihatan sembab banget.


Sekitar pemakaian selam 1,5 bulan. Garis di area bawah mata kiri yang tadinya cukup kasar, terlihat lebih halus dan samar. Sedangkan kantong mata kanan bawah juga terlihat mengempes.





Oia, Karena dia serum, memang efek lembabnya lebih ke arah hydrating dibanding moisturizing.  Ketika mencoba produk ini, aku tidak menambahkan eye cream lagi. Karena mau melihat performanya lebih jelas. Setelah 1,5 bulan tadi, baru deh aku menggabungkannya dengan eye cream kesayangan.


Conclusion


Dari awal pakai sampai sekarang, feelnya Elsheskin Eyessential ini oke terus. Ngga ada sesuatu yang cukup menggangu. Packagingnya cantik dan berkualitas. Teksturnya menarik. Formulasinya mantap. Performanya juga berkerja dengan baik.


Apalagi merupakan perawatan kulit area mata dari brand lokal pertama yang menggunakan Retinol. Jelas produk ini masuk kategori yang aku rekomendasikan dan bakalan aku pakai dalam jangka waktu panjang. Karena sebagi orang yang skin concernnya aging, Retinol ya harga mati bok! Hihi.


Pro


Ada Retinolnya

Packagingnya cantik

Teksturnya gel yang lumer dan ringan

Cepat meresap

Ngga ada efek ngga nyaman

No fragrance


Cons


Sejauh ini ngga ada sih.


Repurchase


Iya dong. Udah stock yang kedua malah.




Rate


4,8/5


XOXO


Madamabi___

Monday, July 12, 2021

#JurnalBulananMadamabi: Juni 2021

July 12, 2021



Holla...


Kembali lagi di update-an kehidupan untuk bulan Juni. Mmm..  Btw kalian semua gimana nih kehidupan Juninya kemarin beb? Damai dong yaaaaa?


(((Damai)))


One Day One Post


Oke.. Bulan kemarin tuh aku lagi bertekad untuk konsisten nulis dan semakin aktif di blog. Ya emang sih hari-hari niatan aja begitu, tapi eksekusinya molor dan longgar terus. Hihi.


Tapi dalam rangka untuk melatih dan melawan diri sendiri. Aku mencoba bikin event One Day One Post, selama 7 hari. Dari aku untuk aku. Haha. Sok pake kata event, biar semakin meriah aja.


Lalu berhasil Sar?


Ngggg...


Postingan hari ketujuh belum publish sampe sekarang beb. LOL.


Namun, suatu bentuk pencapaian juga bukan?


(Puk-puk diri sendiri)


Aku apresiasiin deh usahaku. Ntar mau coba lagi. Ngga kapok, trauma ataupun nyerah. Huuuu... Haaaa!!!


Bisa! Bisa! Bisa!


PJJ VS PTM


Pertengahan bulan kemarin, buk-ibuk lumayan dibikin gempar ya (??) dengan kabar dari Pak Mentri Pendidikan. Bah-wasah-nya, sekolah bakalan tatap muka lagi. Atau sekarang tuh disebutnya PTM (Pembelajaran Tatap Muka).


Antara tarik napas cemas karena masih galau dengan situasi pandemi yang belum bisa dibilang reda kayak gini.


Atau, buang napas lega karena terbukanya harapan akan waktu luang dan me time. LOL.




Aku sendiri pro SFH (School From Home, sekarang nyebutnya PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) . Memang, alasan naifnya (ciat-ciat) karena aku belum pernah ngerasain SFH sebelumnya. Karena anakku baru tahun ini kan masuk sekolah.


Untuk yang udah merasakan sekolah dari rumah, tahun lalu pasti memang bakalan lebih pro ke PTM.


Paham kok. Karena begitu kabar PTM ini beredar di saat anakku mau sekolah, aku juga turut bersorak. Rasanya serentetan aktifitas dan project tergambar di depan mata.


Jadi meskipun tahun lalu anakku belum sekolah, tapi dia memang udah punya aktifitas belajar layaknya anak sekolah. Jamnya juga hampir seperti jam sekolah umumnya. Dari jam 09:00 -11:00. Yang dipelajari seperti materi anak TK-lah. Calistung, bahasa dan art. Gurunya siapa? Ya mamaknya. Wkwk. Anggap aja SFH ngga resmi.


Belum lagi makin besar, makin paham untuk mengungkapkan perasaan kalau merasa dicuekin. Rasanya ngga pernah rela kalau mamanya ngelakuin hal lain yang ngga ngelibatin dia. Huft.


Kan mama di sini lho bang... Samping-sampingan lho kita.


Jadi memang perhatianku setahun kemarin benar-benar kesedot bok.


Tapi tetap saja, karena mengingat situasi makin mengkhawatirkan kayak gini. Apalagi masih bisa milih juga. Aku memutuskan untuk PJJ/SFH aja.


Lalu seterusnya jika peraturan udah bulat ke arah mana sih ngikut. Sambil tetap berdoa dan ikut membantu penurunan angka positiv COVID dong tentunya.


Yuk bisa yuk...


Hello Ipusnas


TELAT!


Iyaaa.


Iya kali pun. Hihi.


Sebenarnya selama ini ngotot banget untuk tetap baca buku dalam bentuk kertas. Karena alasan sentimentil.


Yaitu, feel ketika membalikkan lembar demi lembar halaman itu selalu ngasi efek magic. Belum lagi aroma kertasnya. Bikin melambung ke awang-awang.


Namun, berkaitan dengan issue lingkungan dan keterbatasan budget juga (hihi). Jadinya memutuskan untuk instal ipusnas. Lagi pula, sering teracuni teman-teman online yang pada ngapdetin experience mereka baca di ipusnas. Yasudah. Ku kan ingin merasakan experience itu juga dong. *Ngga Mau Kalah*


XOXO


Madamabi___

Monday, June 14, 2021

3 Variant Love Beauty & Planet Terfavorit

June 14, 2021



Holla...


Sejak sering sekali sharing dan posting tentang produk Love Beauty And Planet (LBP) di Instagram. Cukup banyak yang ikutan curhat kalau udah penasaran juga dengan brand ini. Lalu banyak juga yang bertanya variant mana yang paling recommended?


Kalau masalah selera pasti setiap orang beda-beda ya. Belum tentu yang aku rekomendasikan bakalan cocok dengan orang lain. Tapi di sini, aku bakalan share variant apa aja yang paling aku suka.




Dari enam variant yang ada, aku sudah mencoba empat variant. Berikut tiga variant teratas yang aku favoritkan.


1. Murumuru Butter & Rose


Ini adalah variant pertama yang aku gunakan. Tepatnya yang Murumuru Butter & Rose Majestic Glow Body Wash.


Seri ini fokusnya untuk membuat tone kulit ataupun rambut menjadi lebih bercahaya. Kalau kulit jadi lebih glowing. Sedangkan, rambut semakin bercahaya dan menonjolkan kilau dan warnanya, apalagi untuk rambut yang diwarnai.




Produk-produk dari LBP pink ini juga cukup banyak. Ada body wash, body lotion, shampoo, conditioner, face scrub, sheet mask dan hand cream.


Aku sudah mencoba semuanya kecuali shampoo dan conditionernya. Sudah masuk wishlist tentunya. Tinggal nunggu waktunya aja. Habisin yang lain dulu bok. Hihi.


Aroma dari variant ini adalah wangi Rose Damascena yang pure dan bold. Kuat dan tajam namun tidak menyengat apalagi menyegrak yang sampai bikin pusing begitu. Terdapat hint yang agak fatty dari si murumuru butternya.


Ibaratnya kalau ini adalah karakter manusia. Dia akan mencerminkan watak yang romantic, lovely & sensitive. Haha.


2. Coconut Water & Mimosa Flower


Ini adalah varian kedua yang aku suka banget. Awalnya ngga ekspektasi bakalan nyantol di hati. Karena ngga gitu paham aroma mimosa atau bunga putri malu itu gimana. Ternyata, sekali coba, variant ini berhasil menempati salah satu singgasana di hatiku (eaaak).




Selain karena aromanya, Coconut Water & Mimosa Flower ini memang ditujukan untuk hidrasi. Jelas sesuai dengan kebutuhan pemiliki kulit dan rambut kering sepertiku.


Variant LBP biru ini juga produknya sangat beragam. Mulai dari body wash, body lotion, shampoo, conditioner, face cleanser, sheet mask dan hand cream.


Untuk yang Coconut Water & Mimosa Flower ini, aku sudah mencoba semua yang aku sebut di atas. Kecuali, body lotion dengan conditionernya.


Aromanya air kelapa yang manisnya terasa banget. Ada hint floral yang juga ngga kalah manis dan membuat wanginya semakin intense. Setiap pakai yang biru ini, aku ngebayangin klappertaart. Haha.


Selain wanginya semerbak dan awet. Aku merasa seri ini berhasil membawa aura happy dan ceria yang bikin mood semakin baik.


3. Tea Tree Oil & Vetiver


Pertama kali aku kecantol dengan aromanya, ketika menggunakan LBP Tea Tree Oil & Vetiver Invigorate & Purify Face Cleansing Gel. Meskipun produk ini kurang begitu bersahabat dengan kulitku. Tapi aku suka sekali dengan aromanya.




Sampai akhirnya, beberapa waktu kemudian nyobain produk lain dari variant ini. Yang body wash, shampoo dan conditioner.


Asli ya.. Aroma Tea Tree-nya ngga se-minyak-kayu-putih itu. Walaupun memang masih dapet banget aromanya di penciuman, namun dalam versi yang santai. Ditambah vetiver yang bikin aromanya sedikit manis dan mature. Efek rileksnya dapat banget. Segar dan nyaman rasanya.


Fyi, gara-gara produk ini. Aku jadi agak obsesi deh dengan aroma vetiver. Sekarang kalo nyari parfum, senang banget kalo ada vetiver di notesnya.


Produk varian hijau ini ada body wash, body lotion, shampoo, conditioner, face cleanser dan sheet mask. Diantara semuanya hanya body lotionnya saja yang belum pernah aku gunakan.


Oia, variant ini klaimnya untuk membantu proses detox kulit tubuh, wajah dan kepala dari polusi.


---


Nah, jadi kalau ditanya:


Baiknya nyobain yang mana dulu atau yang mana lagi?




Aku sih yes banget untuk rekomendasiin ketiga variant di atas. Semoga membantu ya...


XOXO


Madamabi___

Sunday, June 13, 2021

Mengenang Kehidupan Pada Awal Pandemi | #HelloLife

June 13, 2021



Holla...


Berawal dari diingatkan oleh Instagram, tentang postingan yang aku upload setahun lalu. Dari situ, aku menjelajahi postingan lainnya di waktu yang sama. Lalu kemudian kayak flashback mengingat kehidupan pada masa-masa awal pandemi dulu.


Awww...


Ternyata di saat-saat yang cukup hopeless (karena dunia ini baru dihadapkan situasi baru: pandemi virus COVID 19), aku cukup bergelora untuk melakukan hal-hal yang sangat aku senangin.


Beberapa diantaranya tuh:


Menggambar


Mau cerita dikit ya...


Dari kecil aku memang suka sekali menggambar. Dapat julukan "si cacing kepanasan" karena ngga bisa diem. Tapi paling anteng kalau udah berhadapan sama seperangkat alat menggambar/mewarnai.


Tapi ngga diseriusin karena berada di circle yang lebih gandrung membaca dan menulis dibanding menggambar. Akhirnya aku lebih tenggelam ke kegiatan tulis menulis. Kayak nulis blog ini misalnya. Meskipun masih suka ngedoodle juga di binder dulu pas SMA dan kuliah.


Lalu, ketika duduk di bangku perguruan tinggi. Aku kenal dengan seseorang yang jago banget gambar. Aku memanggilnya Madam Wil. Karena dia anggun, bagaikan keturunan aristokrat.


Nah, si Madam Wil ini sering banget ngegambar di kamar kosku dulu. Dan aku sangat menikmati moment memandangi gambarnya dari masih tarikan garis pertama sampai jadi dan berwarna.


Ketika awal pandemi kemarin itulah, Madam Wil mengajakku untuk art exchange. Saling bertukar karya. Jadi aku ngegambar dirinya dan begitupun sebaliknya.


Sebenarnya, kalau dia ngegambar aku udah pernah. Aku yang baru ini bikin gambar dirinya. Mana selama ini, kalaupun ngegambar. Aku ngga bikin sketch orang. Tapi gambar-gambar untuk cover bullet journalku. Kayak bunga-bunga-an atau gambar random kayak penampakan toko bunga, kursi taman, pohon-pohon, dll.


Begitu diajakin gambar manusia, jiper sih. Tapi semangat juga. Haha. Jadinya aku iyain.

Yah.. Agak ngga fair sih memang. Si Madam Wil ngegambar aku cakep banget begini:




Lah, aku dengan skill monmaap-ku deh ngegambarin dia seadanya begini:




Di sinilah awal mula aku mulai kerajingan gambarin orang. Nyari model-modelnya di Pinterest. 






Tapi aku masih menghindari gambar yang ada detail jarinya. Ngga tahu kenapa jadi pisang goreng semua aku buat tuh jari. Hihi.


Namun, ngga lama sih. Akhirnya balik lagi cuma ngegambar bunga-bungaan dan lainnya kayak awal. Lalu sekarang pengen gambar orang lagi. Ntar deh dicoba lagi. Hihi.


Otak-Atik Preset LR


Tahun lalu juga aku lagi kerajingan bikin preset. Berawal dari bosen banget sama tone foto. Pengen sesuatu yang baru dan beda.


Ubek-ubek sana sini, akhirnya memutuskan untuk instal Light Room (setelah sebelumnya merasa aman di Snapseed). Dari sini mulai deh berkelana nyari racikan preset. Sempat kepikiran untuk beli aja. Tapi jiwa DIY-ku bergejolak. Haha.


Coba aja ngeset sendiri dulu. Ntar kalau udah mau pingsan ngga nemu racikan preset yanf sesuai harapan, yaudah beli.




Ternyata nemu, sampai sekarangpun masih suka otak-atik preset LR. Benar bikin proses ngedit-ngedit lebih cepat. Tone feed IG juga jadi lebih rapi. Budak konten? Maybeeee. LOL.


Foto-Foto (sok) Aesthetic


Karena udah punya preset syakep. Terus ngelunjak dong (ahay..). Pengen bikin konten yang lebih aesthetic. Pas juga saat itu lagi marak virtual photoshoot para artis-artis dan influencer. Sebut aja Ana Octarina, Sarah Azka sampai Dian Sastro juga ikutan.


Nah, selain konsepnya yang kece. Pose-pose dan angle photonya juga indah-indah banget. Di sini deh kayaknya poto setengah muka, setengah tanaman/bunga atau properti lainnya makin banyak yang pakai.


Dan aku...


Ikutan dong.




Karena aku memang senang konsep poto ala-ala peek a boo gini.


Nyobain Resep-Resep Masakan


Awal pandemi tahun lalu, semua orang berusaha untuk mencari pengalihan kan. Bikin ini-itu. Salah satu yang booming banget adalah, masak. Ngga hanya untuk diri sendiri. Banyak juga yang menjadikannya konten.


Mostly pada share resep-resep yang banyak penggemarnya dan bikinnya mudah (juga murah). Kayak donat, pizza, martabak dll.




Karena orang di rumah pada suka makan. Ya sudah akupun semangat untuk ikutan bikin. Haha. Lumayan lah. Sering berhasil, ada juga yang gagal.


Aku suka masak, tapi sebelumnya memang lagi di berada di zona mager. Nah begitu rame pada masak-masak, jadi semangat juga mau ikutan.


Latah Ikutan Bikin Usaha Kuliner


Berkaitan sama yang di atas. Karena lagi semangat masak. Jadi kepikiran mau buka-buka orderan makanan. Hihi. Sempat jalan beberapa bulan. Tapi setelah dipikir-pikir, aku kok ngga enjoy ya masak untuk jualan. Kayak kaku banget. Lalu berpikir, kayaknya aku emang senang masak untuk bikin happy diri sendiri. Untuk muasin diriku sendiri. Kalau jualan kan ada ekspektasi orang-orang diluar diri kita yang dipikirkan.




Akhirnya tutup sementara, tapi ngga mentok berhenti sih. Karena masih punya niat mau bikin bisnis kuliner.


Ntar deh ya, kalau anak udah sekolah tatap muka. Hehe. Alesannn.


Mabok Dalgona


Aku suka banget kopi. Sekeluarga (orangtua dan saudara kandungku) emang peminum kopi. Jadi kalau yang berhubungan sama kopi, FOMO aja gitu rasanya, wkwk.


Waktu dalgona ini hits banget. Udah gatel dong mau coba bikin. Apalagi dapat review dari circleku yang pencinta kopi, emang enak. Belum lagi tampilannya, foaming lucu gemes gitu.




Setelah berkali-kali minta tolong suami (karena pas awal pandemi yang keluar cuma dia) ngubek-ngubek supermarket, untuk nyari kopi nescafe. Eh ngga ketemu. Kayaknya pada diborong orang. Pake salah beli pula itu. Belinya yang kapal api. Bener-bener deh si dalgona ini.


Akhirnya udah agak basi juga hitsnya, hampir sebulanan, baru nemu tuh si nescafe. Kesampaean juga sih, meskipun udah telat ngikutin trendnya. Haha.


Namun, karena emang cocok di lidah. Sampai sekarang aku masih suka bikin dalgona. Masih berasa satisfying juga, setiap melihat si kopi dan gula bertransformasi jadi foam.


Happy deh pokoknya tiap bikin ini.


--


Jadi insight yang aku dapatkan dari kehidupan pada masa pandemi tahun lalu adalah:


Hidup itu selalu bisa asyik sayy... Meskipun di situasi yang bikin anxious sekalipun. Jadi, tetap semangat dan yakin.


XOXO


Madamabi___

Saturday, June 12, 2021

3 Produk Terbaru Dari Elsheskin

June 12, 2021



Holla...


Beauty brand lokal saat ini tuh benar-benar lagi gercep-gercepnya berinovasi dan menghasilkan karya. Jujur, bangga banget. Meskipun situasi lagi pandemi gini, tapi tetap produktif. Salah satu brand  lokal yang rajin banget menelurkan produk baru adalah Elsheskin.


Brand skincare asal Jogya yang berbasis klinik ini, mengeluarkan tiga produk terbaru mereka mulai dari awal tahun 2021 kemarin.


Apa sajakah itu?


Yuk mariii.


1. Bundle Perfect Duo to Glow Up




Bagaimana jika dua produk holy grail sekaligus best seller ini berdampingan? Booooom! Pecah banget!!


Yass. Radiant Skin Serum & Active Rejuvenating Night Serum.


Tidak hanya menggandengkan mereka karena alasan best seller dan sesama penerima award. Namun kedua serum ini memang sangat powerfull jika dikombinasikan.


Active Rejuvenating Night Serum (ARNS) yang memiliki fokus pada "Rejuvenate & Glow Skin".  Sedangkan Radiant Skin Serum sebagai "Brighten Up".


Star Ingredients dari adalah ARNS: Retinol, Multi Peptide, Hyaluronic Acid, Niacinamide, PHA & Licorice Extract.




Kalau Radiant Skin Serum, memiliki kandungan bintang sebagai berikut: Niacinamide, Arbutin, Sodium Ascorbyl Phosphate, Glutathione & Grape Seed Extract.


Keduanya bisa dipakai dengan dua pilihan cara.


Opsi pertama:


Gunakan Radiant Skin Serum pada pagi hari.


Kemudian


ARNS pada malam hari


Atau...


Opsi kedua:


Menggunakan Radiant Skin Serum pada pagi hari.


Lalu


Malamnya, gunakan lagi Radiant Skin Serum berbarengan dengan ARNS.


Bundle ini dibandrol dengan harga @455.000 IDR. Kalian bisa dapatkan di website resmi Elsheskin, Tokopedia, Shopee dan Sociolla.


2. Kenalin Nih... Radiant Supple Serum





Sekilas namanya mirip dengan serum Elshe terdahulu. Radiant Skin Serum. Meskipun memiliki fungsi yang hampir mirip, Radiant Supple Skin ini diklaim lebih gentle.




Dengan star ingredients berikut:Radiant Supple ada Arbutin, Tranexamic Acid, Niacinamide, White Mulberry, Bisabolol & Annona Cherimola Extract.


Sehingga lebih direkomendasikan untuk pemilik kulit dry, sensitive dan acne prone.


Tekstur dari Radiant Supple Lebih milky dan agak kental. Namun tetap ringan dan cepat meresap.


Serum ini dijual dengan harga @215.000 IDR. Cukup terjangkau bukan?


3. Wah Sekarang Ada Eye Serum




Begitu tahu Elsheskin ngeluncurin eye care, langsung senang. Karena berada di usia bucin eye care. LOL.


Elsheskin 5 in 1 Eyessential Night Serum ini, merupakan eye care lokal pertama yang menggunakan Retinol. Itu sebabnya dianjurkan digunakan pada malam hari.




Selain Encapsulated Retinol, terdapat juga kandungan utama lainnya. Vitamin C, Red Algae, Apple Stem Cells, Duo-Peptides, Hyaluronic Acid dan Polyglutamic Acid.


Serum ini cocok untuk semua jenis kulit. Diformulasikan untuk mencerahkan dan menyamarkan lingkaran hitam. Mengurangi mata sembab. Mengencangkan kulit area mata. Menghaluskan garis kerutan di area mata. Serta menghidrasi mata sehingga menjadi lebih lembab dan terasa fresh.


Teksturnya berupa gel yang ringan dan mudah diratakan.


Serum ini bisa kamu dapatkan dengan harga @199.000 IDR aja beb.


---


Udah wish list yang mana aja beb? Atau malah jangan-jangan udah pada nyobain semua ya?


Untuk Radiant Skin Serum dan Active Rejuvenating Nigh Serum. Masing-masing sudah pernah aku review lengkap diblog ini ya beb.


Untuk pembelian via website, wa dan line yang ada di bio akun Instagram @elsheskin. Pakai kode "SQUADSARIHATI" untuk diskon 10% dan bisa konsultasi kulit online juga lho.


XOXO


Madamabi___

Friday, June 11, 2021

Bujo Gallery: Monthly Cover January - June 2021

June 11, 2021




Holla...


Sejak awal memutuskan untuk konsisten membuat bullet journal (bujo) dari tiga tahun lalu. Aku juga berniat untuk konsisten memposting bujo-ku setiap bulannya di instagram dan blog.


Kalau di instagram, Alhamdulillah masih konsisten posting selalu setiap bulan. Meskipun belakangan cuma share monthly covernya aja. Haha. Kalau tahun lalu, lumayan ramai (dan rajin). Sampai template habit juga diposting.


Bujo-ku setiap bulannya memiliki tema-tema tersendiri. Yang secara keseluruhan terwakili di monthly cover. Jadi kalau melihat tampilan halaman bulanan, pasti udah bisa nebak spread yang lain bakalan gimana temanya.


Di postingan kali ini, aku mau bagiin monthly cover bujo dari Januari sampai Juni selama tahun 2021 ini. Anggap aja lagi keliling di galeri bullet journalku ya. Hihi.


Januari




Mulai dari awal tahun ini aku lagi pakai jurnal dari Love Beauty and Planet  X 88lovelife (ditulis oleh: Diana Rika Sari dan didesain oleh: Dinda Puspita Sari). Karena desainnya gemes plus bikin happy lihatnya.


Emang lbh praktis pakai dotted/grid journal sih. Tapi ya tetap bisa teratasi. Ternyata beda banget yaaa feelnya, ngejurnal di kertas yang bener-bener plain dengan yang udah ada patternnya. Meskipun kertasnya juga polos/ngga bergaris.


Untuk desain, aku sesuaikan dengan bawaan dari jurnalnya yang ceria. Kebetulan punya stiker kawaii dan agak-agak pop art gitu. Ya sudah, anggap saja mengawali tahun dengan keceriaan dan keimutan. Wkwk.


Februari




Semangat banget bikin template bujo Februari. Karena printilan bujo lagi rame, soalnya menang GA seperangkat alat ngejurnal di akhir tahun 2020 kemarin. Haha.


Tapi blank ngga tau mau pake tema apa. Yaudah deh, ikutin kata hati aja. Wkwk. Pengen ada pink-pinknya. Biar cute & girly gitu. Namun, si tante memang ngga bisa (atau ngga pantesss) lagi emang sok girly-girly-an.


Taraaaaa.




Begini deh jadinya. Tempel sana sini. Jadi ingat masa-masa scrapbookan dulu. Hihi.


Oia, printilan jurnalnya dari IG: @sticca.id ya (cek deh online shopnya). Super aesthetic. Lavvvv


Maret



Bulan ini, udah mulai gatel mau ngegambar lagi. Asyik sih bikin bujo tinggal tempel-tempel aja. Tapi kangen oret-oret kertas.


Niatnya kemarin mau bikin gambar siluet diantara langit pastel. Sempat kepoin di Pinterest.


Ya karena udah lama ngga ngegambar, tangan agak kaku (alasan). Jadi siluet ala-ala aja deh ya.


April



April ini juga masih pengen ngegambar. Tapi ngga mau ribet. Haha. Jadi masih main background yang berwarna (aku pilih ungu dan abu karena suka sama paduan warna ini dari dulu) dan ngedoodle dedaunan.


Pas bikin ini baru ngeh, kayaknya alat warna udah menipis. Mmm, harus beli lagi nih (kesempatan).


Mei




Di bulan ini agak riweuh. Jadi pake jalan ninja aja deh. Yaitu tempel-tempel ala scarpbook lagi.


Bedanya dengan bulan Februari, kali ini aku nambahin pake bunga kering yang aku bikin sendiri.


Keriweuhan hidup kelihatan juga dari monthly covernya ya bok.


Juni




Karena nemenin anak ngegambar, jadi kepancing juga untuk ngegambar. Moodnya pengen gambarin hal yang dekat atau identik denganku gitu. Pilihan jatuh pada... Cangkir. Haha.


Karena aku suka ngeteh dan ngopi. Cangkir juga salah satu benda yang indah banget menurutku. Even dia cuma polosan gitu. Mungkin salah satu cita-citaku yang belum terwujud adalah: jadi desainer cangkir. LOL.


---


Begitu deh bentukan jurnalku setengah tahun ini. Ntar setengah tahunnya lagi (Insyallah) bakalan aku update juga ya di sini.


XOXO


Madamabi___

Review: Mother Of Pearl My Lips But Prettier Skin Tint | 07 Pretty Bold

Okeh.. waktunya kita review lipennya mama ayang!! Dari awal kemunculan Mother Of Pearl, aku udah ngebatin "harus coba nih!". At ...