Wednesday, April 7, 2021

Review: ST.Ives Soft Skin Scrub | Avocado Honey

April 07, 2021



Holla...


Aku cukup gandrung dengan scrub-scrub dari ST.Ives. Setelah pakai yang apricot dan coffee, rasanya mau pakai semua varian scrub mereka. Apalagi begitu tahu mereka punya varian terbaru, dan kebetulan saat itu promo diskon dan free ongkir no minimun order. Ya sudah, cus deh checkout.


Sebelumnya aku udah pernah ngasi intip teksturnya dan review di akun Instagramku. Sekarang waktunya review ST.Ives Soft Skin Scrub, Avocado  Honey ini di sini ya.


Scrub ST.Ives Terbaru, Dengan Kandungan Alpukat & Madu




Produk ini diklaim selain mengangkat sel kulit mati, juga membuat kulit wajah jadi lebih halus dan membuat skin tone jadi lebih merata.


Dari namanya aja, bisa dilihat yang menjadi bintang di sini adalah Avocado dan Honey. Avocado berperan untuk membuat kulit menjadi lebih lembut. Sedangkan Honey, untuk menutrisi kulit.


Selain itu, face scrub ini juga mengandung 100% natural exfoliant. Yaitu yang berasal dari bubuk kulit walnut dan corn meal.


Jika kamu yang udah pernah pakai produk mereka sebelumnya. Pasti ngeh kalau ST.Ives selalu menunjukan skala untuk exfoliation factornya kan? Yang avocado ini berada di level moderate.





Seperti biasa, mereka sudah teruji dermatologis. Paraben dan oil free. Serta cruelty free.


Info Produk


Netto: 170 g


Price: 72.500 IDR


Where To Buy: Sociolla, Shopee & Tokopedia, Watson, Guardian dll


Ingredients



Isinya Banyak, Sharing Juga Ngga Rugi Beb...


Kemasaanya masih klasik khas (lagi) scrub ST.Ives sebelumnya. Tube yang sizenya ngga bisa dibilang kecil. Gede bok. Puas makenya. Sharing juga ngga rugi. Haha.




Meskipun ngga travel friendly, tapi desainnya simpel. Tube dengan tutup flip top yang safety. Didominasi oleh warna hijau Avocado dengan sentuhan kuning juga putih.


Terdapar gambar alpukat dan honey comb yang bikin aura lezat dari scrub ini makin kepancar. LOL.


Oia, aku juga semakin kagum deh sama Unilever untuk concern perduli dengan lingkungan. Salah satu contohnya seperti  60% dari material tube ini recycled lho. Kecuali bagian tutupnya ya.


Teksturnya Creamy Moist Kayak Avocado Mousse Cake, Hihi


First impression sama produk ini, langsung klepek-klepek sama teksturnya creamy dan moussy. Mengingatkan dengan Avocado Mousse Cake deh. Haha. Benar-benar menyenangkan ketika bersentuhan dengan kulit wajah. Super lembut & fluffy...




Sehingga, meskipun butiran scrubnya  yang dari bubuk kulit walnut ramai kayak pasir pantai. Tetap terasa nyaman di kulit lho. No iritasi-iritasian, meskipun sel kulit mati terasa sekali keangkatnya.


Formulasinya juga nyaman. Ngga ada feel aneh dan ngeganggu. Kayak terasa anget, cekit-cekit atau apapun itu.


Aromanya Juga Yummyyyy 


Aromanya perpaduan yang balance antara khas alpukat dan madu. Manis samar-samar yang ngga eneug kok. Disisi lain, ngasih efek calming juga.


Beneran Bikin Kulit Halus Nih?


Dari pertama pakai aja, kulitku terasa lembut, halus, kenyal dan moist banget. Berasa kayak udah pakai pelembab, padahal belum. Hihi.


Ketika udah dipakai beberapa kali. Aku ngerasa banget dia bikin kulitku lebih nerima "makeup" dengan lebih baik. Foundie, powder dan teman-temannya menempel dengan mudah dan manis banget. Jatuhnya jadi lebih flawless dan awet. Skincare lainnya juga kerasa lebih cepat nyerap setelah aku rutin pakai scrub ini.




Dia benar-benar mengangkat sel kulit matiku dengan baik, berarti kan? Syakep sih kalau kataku.


Conclusion


Sejauh ini pake scrub ST.Ives belum ada yang zonk sih. Yang ini masuk dalam list favoritku dong.


Mulai dari harganya yang terjangkau, isi banyak. Aromanya enak. Teksturnya juga unik dan menarik. Belum lagi formulanya nyaman. Scrubnya ramai tapi ngga bikin iritasi.


Pas! Pas banget racikannya untuk aku.


Pros


Paraben & oil free


Cruelty free


Harga terjangkau


Packaging lucu


Tekstur unik


Formula nyaman


Scrubnya ramai dan tidak mengiritasi kulit


Bikin kulit lembut dan kenyal banget


Cons


Kemasaan tidak travel friendly


Tidak disegel


Repurchase


Yassss!


Rate


4,5/5


XOXO


Madamabi___

Tuesday, April 6, 2021

Review: POND'S Age Miracle | Ultimate Youth Essence - Double Active Serum - Blur and Prime Eye Cream

April 06, 2021



Holla...


Akhirnya aku menemukan skincare anti aging kece dan dapatinnya juga mudah ( ada di mini market hihihi). Memang, sekarang zamannya apapun bisa online, termasuk belanja. Tapi nemu produk yang bisa didapatkan dengan mudah, semudah jajan ciki, juga pastinya bikin happy. Solusi juga untuk yang ngga gitu sreg belanja online atau mager ke drugstore di emol-emol.


Yasss.... POND'S Age Miracle.


For your info ya, Age Miracle ini adalah regime skincare dari POND'S yang ditujukan untuk usia 25 tahun ke atas.




Fokusnya sendiri adalah untuk melawan tanda-tanda penuaan dini. Seperti wrinkle, dark spot, regenerasi kulit dan membuat kulit lebih bercahaya. Ini sejalan dengan campaign mereka yaitu #NeverStopGlowing wuidihhh. Syakep ya beb?


Dari semua rangkaiannya, aku baru nyoba yang essence, serum & eye cream. Seperti apa ya performa produk dari brand legendaris yang sudah ada dari aku bocah ini?


Cusss maricussss.


POND'S Age Miracle Ultimate Youth Essence




Netto: 30 gr
Price: 160.000

Pertama aku mau bahas essencenya dulu nih. Untuk ukuran essence, ini lebih seperti serum sih menurutku.


Mulai dari penampakannya. Menurutku packagingnya lebih pas seperti kemasaan serum dibanding essence.


Dalam botol kaca berwarna merah yang klasik dan manis banget. Tapi emang cukup berat dan rentan pecah, jadi ngga travel friendly deh.




Dilengkapi pipet tetes dengan pump silver yang juga merupakan tutup ulirnya.


Praktis sih sebenarnya, sayangnya pumpnya agak keras menurutku.


Sayangnya meskipun dalam box, si essencenya ini ngga dilapis segel plastik lagi. Sedangkan yang lainnya disegel plastik.


Kemudian tekstur yang bening dan warnanya agak keruh serta kental. Sampai feelnya di kulit, aku lebih dapet sensasi seperti pakai serum.




So far sih, formulanya ringan dan meresap juga enak. Ngga lengket meskipun kental. Nyaman di kulitku.


Efek hydratingnya juga oke. Ngga lembab yang sampai basah banget gitu. Tapi kulit memang terasa lebih terhidrasi dan kenyal.


Aromanya cukup kenceng. Untuk yang toleran sih bakalan fine aja. Tapi yang ngga toleran sama fragrance di skincare, aku pikir ini cukup mengganggu. Bisa dibilang kayaknya memang ciri khas aroma POND'S memang cukup nyegrak gini sih ya?


Isinya juga kece-kece sih. Tripe Hyaluronic Acid, B3, Peptide Booster, Ganggang Merah, Fermented Bifida, Activated Collagen.


Meskipun begitu, kalau ditanya rate 1 sampe 5, aku kasih bintang 4.


Kenapa?Karena meskipun nyaman dan cocok, performanya ngga secepat klaimnya yang mengatakan menunjukkan hasil dalam 7 hari. Aku baru melihat hasil yang signifikan setelah hampir 2 minggu. Ngga masalah sih, tapi ya tetap kurang sesuai dengan klaim.


Tapi ini di aku ya bok...


Rate: 4/5


POND'S Age Miracle Double Active Serum




Netto: 30 ml/30 g

Price: 180.000

Lanjut ke serumnya ya...


Sama seperti essencenya, si serum ini packagingnya juga dari kaca berwarna merah. Mewah dan feelnya kayak megang kemasaan skincare high end (halah kayak pernah aja Sar! LOL).




Meskipun cakep dan praktis karena ada pumpnya, tapi ngga travel friendly juga. Karena berat dan rentan pecah. Harus disalin ke wadah lain lagi nih.


Oia, serum ini juga dikemas dalam box dan bersegel.


Pas awal aku pump serum ini, bikin kaget lho. Kenapa? Karena teksturnya seperti moisturizer. Krimnya berwarna agak kuning. Creamy dan moist banget.




Untuk formulasinya, ketika aku pakai ada efek tinglingnya. Sekitaran seminggu pakai baru tinglingnya ilang.


Selain itu sih nyaman banget di kulitku. Ringan, mudah meresap ngga lengket atau plekeut meskipun dia cream yang cukup kental.


Kulit juga lembab dan efek firmingnya dapet. Karena ada retinolnya, aku sempat purging sih. Namun ngga parah dan bentar aja.


Aromanya juga cukup kuat. Seperti essencenya, untuk yg toleran sih oke. Tapi yang ngga, ini agak ganggu deh kayaknya.


Lalu, performanya juga agak selow kalau melihat dari klaimnya. Tapi di luar itu oke aja sih.


Selain Retinol C Complex, Prebiotic Complex ada juga Vitamin B3-nya.


Rate: 4/5


POND'S Age Miracle Blur and Prime Eye Cream




Netto: 15 g / 15 ml
Price: 150.000

Yang terakhir adalah eye creamnya.


Ngga disangka-sangka, justru si eye cream ini yang kerjanya paling nampol di aku.




Kemasaannya paling sederhana namun praktis. Tube plastik berwarna merah dengan aplikator yang memudahkan produk keluar. Serta pengaplikasian juga jadi lebih mudah.




Teskturnya cream putih padat yang agak thick (kayaknya rata-rata eye cream gini deh ya?). Tapi ketika diaplikasikan, sama sekali ngga lengket. Meresapnya juga cepat.


Terlalu dini memang untuk lihat apakah dia ngefek di garis halus sekitar mataku apa ngga? Namun, aku ngerasa sekali tekstur kulit di area mata jadi lebih lembab dan halus.


Biasanya ada perbedaan yang cukup kentara antara kulit wajah secara keseluruhan dengan area mata. Nah semenjak pakai ini, kulit area mata berasa haluus dan sama dengan kulit wajah lainnya. Lalu, terasa lebih kencang dan ngga kendurs.


Star ingredients dari eye creamnya mirip dengan serumnya. Retinol C, Vitamin B3 dan Prebiotic Complex.


Hihihi. Lav sih ini..


Rate: 4,5/5


Conclusion


Setelah menggunakan ketiganya lebih dari 2 minggu. Aku menyimpulkan, cukup mengesankan sih pengalaman pakai ketiga produk dari POND'S Age Miracle ini. Malah penasaran mau coba sheet mask terbaru mereka (iyaaa, dari series Age Miracle ini juga). 


Baik dari packagingnya yang apik dan berbobot banget. Tekstur yang unik dan menarik. Sampai formulasinya juga nyaman. Aku terkesan banget.





Rekom banget sih untuk yang mau pakai skin care anti aging yang ringan namun kandungannya cakep-cakep. Terus terjangkau dan mudah dapetinnya.


XOXO


Madamabi___

Wednesday, March 31, 2021

#JurnalBulananMadamabi: Maret 2021

March 31, 2021



Holla...


Masuk awal maret masih sama aja sih kayak pas Februari. Kepikiran untuk detox sosmed, tapi belum nemu waktu yang tepat. Karena ada beberapa konten yang harus diposting saat itu.


Di saat ini juga lagi senang bikin mini video aesthetic. Isinya ala-ala daily routine gitu deh.






Pertengahan bulan nih, hidup diguncang dikit.


I lost my dad..


Rasanya kayak mimpi. Karena sehari sebelumnya Ayahku masih sempat-sempatnya ngirim broadcast WA. Isinya tentang amal baik, yang dibawa ketika kita menghadap Illahi. Aku beneran ngga punya firasat apa-apa saat itu. Karena kondisi beliau juga baik-baik aja saat itu. Memang mengidap stroke ringan. Namun pas masa itu, kondisinya lagi fit-fit aja.


Kepergiannya membuat aku sekeluarga (beserta suami dan anak) harus mudik ke kampung Ayahku. Tempat dia dimakamkan. Karena memang selama ini tinggal beda kota. Benar-benar secepat dan seketika itu. Kita belum punya plan untuk mudik dalam waktu dekat, karena situasi pandemi masih rawan kan? Jadi perjalanan kali ini cukup bikin aku gamang sih, apalagi suasana hati juga masih berselimut duka.


Tapi pasti Allah punya rencana yang selalu baik untuk umatnya, bukan.


Aku sempat khawatir anakku bakalan ngga siap sama situasi yang dadakan gini. Eh taunya, dari awal kita jalan di bus sampai pulang balik ke Medan. Anakku kooperatif banget.


Ada moment sweet banget saat itu. Setiap lihat gelagatku galau, dia bisa-bisanya bilang:


"Mama sedih? Ingat kakek? Doakan aja kakek Ma".


Duh, bocah belum genap lima tahun dan belum sekolah ini benar-benar nguatin aku. Hiks. Maaciw nakk.


Selama di sana, acara juga lancar dan hikmat banget. Aku benar-benar mindful deh rasanya. Selain karena seluruh keluarga besar support dan empati banget sama kita. Suasana di sana juga benar-benar nyaman. Tenang. Teduh. Udara masih bersih banget. Viewnya asri dan bikin badan plus otak santai banget ngelihatnya.





Selama ini aku jarang pulang ke kampung Ayahku itu, karena memang kami ngga tinggal di situ. Terus mikir sendiri, kenapa jarang banget ya ke situ? Padahal rumah untuk menginap ada. Apalagi lingkungannya juga asyik sekali. Sebelas duabelas lah sama resort-resort, yang sering dipake untuk orang-orang refreshing atau mencari ketenangan hidup di daerah kecil. Ngga usah repot-repot sewa villa lagi. Hehe.


Berasa jadi Elizabeth Gilbert di Eat Pray Love, pas di Bali. Haluuuu.


Oia, saat tahu kabar duka itu. Aku kebetulan lagi ngerjain beberapa project yang deadlinenya pas banget dalam kurun waktu selama aku di kampung itu.


Bisa aja sih ngabarin pihak brand untuk mohon pengertian. Tapi kembali aku berpikir, bisa kok tetap dikerjain. Jadi aku memutuskan untuk tetap mengerjakanya sembari menata hati dan menghadapi situasi duka itu. Tuhan lagi ngasi report terupdate perihal tingkat resiliensiku kali ya saat itu.


Masak, masih sanggup nonton What's Wrong with Secretary Kim (upsss). Tapi ngga sanggup ngerjain kewajiban dengan brand. Hihi.


XOXO


Madamabi___

Saturday, March 13, 2021

Review: Neutrogena Hydro Boost Water Gel

March 13, 2021



Holla...


Saat ini, aku udah ngga segampang dulu untuk keracunan produk baru. Kecuali, produk-produk dengan klaim hydrating dan memiliki tekstur yang watery atau gel. Kulit keringku langsung bergetar ngebayanginnya. Wkwk.


Jadi begitu Neutrogena mendeklarasikan akan meluncurkan Hydro Boost Water Gel. Ya akupun kepo, dan Alhamdulillah kesampean. Nih aku ceritain ya pengalaman aku pakai produk ini. Apakah sesuai ekspektasi? Worth the hype?


Tentang Produk



Seperti namanya, Neutrogena Hydro Boost Water Gel ini punya fokus kepada hydrating. Selain membantu meningkatkan hidrasi, juga diformulasi untuk self-hydration. Bener-bener canggih sih ini. Kayak asisten untuk kulit kering ngga sih ini namanya?





Jadi, ngga hanya Hyaluronic Acid, terdapat juga Prebiotics, Antioxidant Olive Extract & Trehalose. Agar kulit terstimulasi menghasilkan asam hyaluronat alami, sehingga kulit terus terhidrasi.


Lalu, "racikan" dari para ingredientsnya, juga dirancang agar membuat kulit tampak cerah, kencang, kenyal, lembut, sehat dan bercahaya hingga 72 jam.


Produk ini pastinya sudah teruji dermatologis dan tentu sudah ada izin BPOM-nya beb.


Info Produk


Netto: 50 g
Price: @229.000 IDR
Where To Buy: Sociolla | Tokopedia & Shopee (Johnson & Johnson Official Shop)


Ingredients


Packaging




Dikemas dalam jar aklirik biru transparant yang sederhana, tapi nilai cutenya masih dapet banget. Dilihat sekilas aja, klaim produknya tergambar banget didesain packagingnya. Kerasa aja gitu bok feel watery dan gelnya.




Dari sisi safetynya juga oke. Ada box dan  wadah mika yang melindungi produk di dalamnya. Kemudian juga terdapat pelindung plastik lagi pada bagian tutup putihnya.


Kalau dilihat dari isinya yang 50 gram, aku sih nyimpulin jarnya tidak terlalu bulky. Meskipun juga tidak se-travel-friendly-ituh untuk dibawa mobile ke mana-mana. So far sih ngga masalah. Tapi mungkin bisa jadi note untuk yang tim wara-wiri, bisa sediain jar khusus lagi. Atau boleh juga nih Neutrogena mau kali bikinin size mininya. Oke juga untuk yang mau tester dulu kan yaaaaak?!


Tekstur & Formula


Dari first impression aja dengan Water Gel ini ,aku udah suka sekali sama teksturnya yang super-duper lightweight. Bisa dibilang ini water gel teringan yang pernah aku coba.




Gelnya selain mudah meresap dan ada cooling sensationnya yang bikin kulit tenang dan adem. Juga watery sekali sih ini, tapi ngga bikin kulit basah lebay. Karena nyerapnya cepat.


Fragrance


Oia, aku juga sangat suka dengan aromanya yang khas marine. Seger dan relaks.


Performa


Kurang-lebih dalam 2 minggu dari pertama kali pakai, aku merasakan efek powdery yang bikin kulit wajah jadi lebih halus. Aku ngerasa kulitku lebih supple, teksturnya semakin membaik, pori-pori jadi terminimalisir (itu sebabnya kulit kayak lebih licin) dan lembabnya lebih awet. Pada masa itu memang tekstur kulit lumayan kacau.




Ini sesuai klaimnya yang mampu membuat kulit, lembab, bercahaya, lembut hingga 72 jam. Karena ada saat (yang sangat terpaksa) aku harus skip night skin care routine sehari. Bagusnya kulit masih baik-baik aja besoknya.


Lalu, sampai saat di mana aku menulis review ini di blog. Sekitar 2 bulan kemudian (produknya belum habis juga lho). Aku masih menyimpulkan, moisturizer ini memang memiliki peran yang besar atas tekstur kulitku yang semakin smooth, bercahaya dan benar-benar terhidrasi.




Oia, skin barrier juga kelihatan lebih tangguh selama aku pakai moisturizer ini.


Conclusion


Produk Neutrogena pertama yang aku pakai. Perkenalan yang sangat manis sih ini. Benar-benar jauh dari drama ngga cocok atau ngga sreg ketika pakai skincare baru. Dari awal, sampai saat ini, aku ngga ada hatenya deh kayaknya sama dia. Benar-benar PAS l banget untukku, si pemiliki kulit kering yang menjunjung tinggi hydrating dan fokus ke anti aging juga.


Super lav, dan highly recommended untuk yang mau produk hydrating dan anti aging namun isinya ngga macem-macem dan ringan.


Untuk harga sendiri, awalnya aku merasa 229k itu cukup pricey untuk moisturizer. Tapi mengingat bisa dipakai day&night dan isinya juga banyak. Kesimpulanku produk ini masih bisa dibilang affordable karena isinya 50g dan dipakai dikit aja udah kerasa. Yass, a little goes a long way. Jadi ngga gitu cepat habis. Aku sendiri udah 2 bulan lebih masih belum habis, aku pakai setiap hari dan cuma sekali skip.


Pros


Teskturnya unik


Formulanya nyaman dan ringan


Ngga lengket


Isinya banyak


Hydratingnya nampol sekali


Cons


Ngga nemu sampai saat ini. Haha..


Repurchase


Maybe yess, meskipun bukan langsung setelah habis ini. Tapi produk ini jelas di list teratas untuk aku pakai lagi.


Rate


5/5


XOXO


Madamabi___

Monday, March 1, 2021

Law Of Attraction: Tentang Tarik Menarik Keyakinan Serta Kepasrahan

March 01, 2021



Holla...


Aku punya banyak banget ketertarikan terhadap konsep-konsep ataupun pemikiran dalam kehidupan ini. Khususnya yang mengarah kepada self improvement.


Mulai dari hal-hal sederhana kayak self love, hygge, sampai law of attraction.


Nah, di postingan ini aku lebih condong bahas yang terakhir.


Memang, pasti udah banyak banget yang paham apa itu Law Of Attraction. Tapi aku mulai dari dasar dikit ya....


Secara sederhana Law Of Attraction  (LoA) disebut sebagai hukum tarik menarik.


Jadi, di mana pikiran dan perasaan kita terfokus. Maka itu juga yang akan datang kepada kita. Baik secara sadar ataupun tidak. Dikehendaki ataupun tidak.


Apa yang ditarik dan datang itu, ngga bisa kita intervensi secara langsung dan frontal.


"Mau ini dong!"


"Mau itu dong!"


Karena apa yang datang, merupakan wujud dari apa yang kita yakini. Apa yang kita yakini, tidak selalu apa yg kita kehendaki.


So.. Hati-hati sama apa yang kita pikirkan.


Jika pikiran dan perasaan (murni) kita berpusat pada hal yang baik. Maka hal baik juga yang akan datang kepada kita. Begitupun sebaliknya.


Akrab sama ungkapan berikut?


"Pikirkan hal baik, lihat hal baik, dengar hal baik. Maka kamu akan dapat yang baik"


Mirip lah sama nasehat Oma ((omaaaa)) Audrey Hepbrun





"for lovely eyes, seek the good in people"


Liat yang baek-baeknya aja ya cuuu. Gitu deh kira-kira aku memaknainya.


Tapi... Ya memang. Kita ngga bisa memungkiri, bahwa kita ngga bisa selamanya setuju atau menangkap hal baik dari setiap orang yg kita temui atau berada sekitar kita kan?


Nah di sini, memfilter interaksi dan siapa yang berada di circle kita itu penting.


Biar frekuensinya bersih.


Begitupun dengan apa yang "dikonsumsi" oleh indera kita.


Ngga usah deh lihat hal-hal yang aura negatifnya lebih kuat. Misal kepoin atau jadi hate follower utk seseorang yg memang tidak bisa kita terima. Iseng-iseng ngikutin akun hosip yang didalamnya ngga berhubungan langsung sama kita.


Untuk apa?


Mantau?


Biar ngga ketinggalan bahan obrolan?


Ngulik-ngulik sejauh mana kualitasnya, yang udah dari dalam kita tolak juga kan?  (namanya juga ngga suka, pasti penolakan lebih besar dari penerimaan).


Lalu panas sendiri. Memancing insecure, anxious & membuat kita superior ataupun (bisa jadi) malah inferior. Api kompetisi membara sendiri. Ya kitanya juga yang kebakar sendiri.


Ngomongin orang/hal yg ngga bisa kita tolerir. Block langsung deh hal yang ngga penting.


Misalnya: ngga perlu deh mikir "ga enak" kalo ada orang mancing julidin orang yang kita ngga suka.


Ngga usah bicarain hal ngga penting sama orang yang ngga bener.


Jangan biarkan dia narik kita ke alam negatifnya dia bowk!


Cut aja langsung!




Mantraku selalu: "yang begitu akan dekat dengan yang begitu juga".


Karena kalo dia bener, dia ngga akan ajak kita ngejulid. Tul tak?


Ada sedikit fun fact (anggap aja fun ya, LOL) tentang aku yg berhubungan dengan "asupan yang dikonsumsi indera kita" ini.


Jadi.. Aku tuh kalo udah ngga bisa menolerir seseorang. Ngga mau atau menghindari melihat mukanya.


Gitupun dengan hal lain. Ngga mau lama-lama mantengin.


Kenapa?


Karena benar-benar ngga mau ngasih space untuk itu di hidupku. Ngapain ngasi polusi sama indera kita. Dari pada kesumpah, lalu kemakan sumpah. Apes kita sendiri. Lagipula, bisa jadi penilaianku yang salah. Jaga jarak sampai dapat jawaban dari segala prasangka.


Jadi hindari yang emang ngga mau dijamah. Demi bersihnya cakupan panca indera.


Lalu, LoA juga identik dengan memvisualisasikan hal-hal positif. Ditanam di pikiran dan sanubari (yha baik!)


Untuk itu, pastinya kita harus jelas dulu dong nih, purposenya kemana? Apa yg kita mau? Arahnya kita mau ditempatkan kemana?


Lalu bayangkanlah yang baik-baik dan optimislah untuk itu.


Memang di sini bakalan muncul pertanyaan lagi sih.


"Mmm... Sar, ngga jatuhnya malah kayak ekspektasi ketinggian?"


Iya!!


Kalau ngga kita pupuk sama yang namanya "surrender".




Bayangkan aja hal baik. Masalah dihijabah Tuhan apa ngga, berserah aja.


Lagian, kalau aku. Bayanginnya aja udah senang. Haha.


Setidaknya jika tidak bisa benar-benar merasakan hal itu kesampean. Paling ngga, udah kerasa aja feelnya kira-kira gimana. Ngga rugi juga sebenarnya. Hihi. Halu sih emang anaknya.


Aku udah percaya dan tertarik dengan paham ini bahkan dari sebelum tahu nama kecenya.


Semakin didalamin. Semakin ngeh kalau LoA itu ya nyata.


Karena aku merasakan banyak hal-hal yang terjadi di hidupku merupakan bentuk nyata dari apa yang ditarik oleh bawah sadarku.


Yang paling keliatan emang yang sifatnya kebendaan sih memang. Misal lihat sesuatu, pengen. Tapi sadar mungkin kondisi ngga memungkinkan. Udah, ikhlaskan aja. Tapi di bagian terdalam hati nih masih nempel aja di situ. Ngga disangka ya tiba-tiba muncul aja di depan mata.


Kalau non-kebendaan (bahasa apa inih? Haha) mungkin peristiwa-peristiwa dalam hidup. Jalan hidup yang tidak selalu sesuai timing yang kita mau. Tapi Tuhan kasih waktu yang benar-benar tepat. Atau bahkan Tuhan ngga kasih, karena memang itu bukan yang kita kehendaki, sekedar BM aja. Yang begini memang jatuhnya ngga baik juga untuk kita nantinya.


Cara kerja LoA ini juga misterius kan.. Di saat yang kita ngga sangka, kalau Tuhan mau berkehendak ya kejadian.


Tuhan menyesuaikan dengan kebutuhan kita beb. Bukan sekedar BMnya kita aja.


Memang kuncinya adalah kepasrahan. Percaya. Yakin. Sabar.


Semakin kita berserah dan ikhlas. Maka semakin kuat juga daya tarik menarik itu berkerja. Begitu juga ketika kita semakin kuat menolak, makin kencang pula arus yang datang.


Kuncinya adalah melatih. Melatih diri untuk siap.


So.. Siapa yang mampir ke sini juga karena percaya dan tertarik dengan LoA?


Boleh cerita-cerita di komen yaaaa.


XOXO


Madamabi___

Sunday, February 28, 2021

#JurnalBulananMadamabi: Februari 2021

February 28, 2021



Holla...


Bulan kedua ini, udah semakin bisa deal dengan kehidupan baru. Udah bisa naklukin habit baru juga. Semakin kebaca deh gimana situasinya dan makin nyaman. Finally, udah punya daily routine yang bikin enjoy juga.Yeay!


Hobi nonton series masih lanjut. Merambah ke serial korea nih sekarang. Telat emberan sih baru berkecimpung di dunia K-drama. Haha. Udah gitu yang ditonton juga bukan yang lagi heitss.


Tau apa?


Descendants Of The Sun.


Ya nasib si telat, ketawain aja gapapa beb...




Dulu waktu drama ini booming banget. Aku kayaknya lagi daleeem banget asyiknya sama kehidupan ibu baru. Wara-wiri orang ngomongin song-song couple. Dari mulai desas-desus cinlok, nikah sampe mereka divorce cuma jadi penikmat pasif. Baru mulai ngulik-ngulik tentang mereka pas nonton DOTS ini.


Aku sebelumnya ngga anti ya sama K-Drama. Cuma emang ngehindari nonton series aja. Lebih memilih nonton film yang beberapa jam tamat.


Lagi pula, emang senang lihat Song Hye Kyo dari zaman Full House (yang juga aku tonton berkali-kali dengan se-excited-ituh)




Selain K-Drama, nonton series Indo juga. Yass. Imperfect The Series. Kocak sih. Meskipun ngga plek-ketimplek, tapi ngingatin aku sama kehidupan di kosan dulu. Yang kayaknya apapun kejadian di luar kos, ngga sabar mau dibawa pulang untuk diceritain sama anak-anak kosan lain. Sedih, senang, patah hati, bete sama dosen dan rindu keluarga. Rasanya saat itu cuma mereka yang tahu gimana feelnya. Ya senasib juga kan. Belum lagi pas tanggal-tanggal bokek. Nyari kawan rebus mie instan bareng. Haha. Kangen anak KOS 25 yang sekarang udah mencar-mencar.


Next ya..


Selama Februari ini, aku juga lagi seru-serunya merealisasikan ide-ide konten IG yang merupakan moment me time juga buat aku. Selalu ada rasa bahagia dan puas setiap selesai mewujudkan apa yang ada dalam otak dalam sebuah karya ((karyaaaa)).


Belum lagi, bergabungnya aku sebagai dalam komunitas kreator brand Love Beauty & Planet (disebutnya LBP Lovers). Ibarat api disiram bensin. Semangatnya jadi membara. Karena LBP Lovers ada challenge yang seru-seru banget. Yang bikin mikir seru pas eksekusi kontenya. Ngga sebatas review doang.


Setiap temanya benar-benar memancing spirit kreatifitasku.


Salah satunya kayak challenge berikut yang nyadarin sekaligus bangunin singa tidur dalam diriku. Yaitu bebikinan DIY lagi. Tepat kayak dulu waktu aku mulai ngeblog pas zaman kuliah.




Senengnya juga sih, aku berhasil menangin salah satu challengenya. So happy. Hadiahnya juga hal-hal yang emang aku udah pengen banget dan udah dirancang dalam paraktik LoA. Hihi.


Apa itu? Produk LBP dong tentunya, dan.. STOJO. Haha. Iya. Jadi tiap ngelihat Stojo aku selalu nanamin dalam benakku mantra-mantra positif. Kadang kalau lagi minum kopi atau teh, ngomong sendiri.





"Sekarang minumnya pakai ini dulu ya, sebelum si Stojo datang". Eh beneran datang dia. Padahal ngga kepikiran untuk beli juga.


Makanya aku percaya banget sama law of attraction. Pernah aku tulis juga di blog ini lho tentang law of attraction.


XOXO


Madamabi___

Friday, February 26, 2021

9 Ways to Upcycle LBP Bottles | #DIYProject

February 26, 2021



Holla...


Sekali-kali bikin konten DIY Project boleh lah ya. FYI juga, awal-awal ngeblog (di blog satu lagi hehe) dulu, aku emang lebih sering bikin postingan DIY dibanding beauty. Itung-itung nostalgia deh. Atau bahkan cikal bakal kembali lagi nge-DIY. Bisa jadi..


Oke, jadi gini. Tiap ngelihat ada produk kosong, selain "nyes" karena harus nyiapin budget untuk repurchase. Juga "nyessss" banget karena mikirin jadi penyumbang sampah lagi.


Biar hati agak tenang, digunakan kembali aja deh.


Pas juga kan, upcycle ini membuat jiwa-jiwa DIY-ku bergembira.


Seringnya sih, aku jadiin benda-benda yang memang benar-benar bermanfaat lagi untukku. Bukan sekedar prakarya yang ujung-ujungnya juga terongok.


Nah kali ini aku mau upcycling kemasaan LBP nih. Ternyata banyak juga yang bisa didapatkan dari benda yang kita pikir sudah tidak terpakai lagi.


1. Scrunchie Tower




Mulai dari yang mudah seperti scrunchie tower. Tinggal susun aja. Lagian sering bete kan ketika mau dipakai, scrunchienya entah berhamburan kemana.


2. Vas




Jadi vas adalah yang paling lazim kita bikin kan beb. Apalagi botol LBP ini desainnya simpel & cakep untuk dipajang


3. Washi tape Storage




Pas kebetulan juga butuh tempat penyimpanan untuk washi tape. Pas deh. Jadi lebih rapi printilan bujo aku.


4. Flower Pot




Dengan bentuk yang sama. Bisa dijadiin pot bunga. Menanam juga baik untum Bumi ini bukan? Udara jadi lebih segar dan mata juga enak mandangnya.


5. Bookmark




Aku paling ngga suka ngelipet halaman buku yang dibaca. Jadi butuh bookmark.


6-7 Makeup & Pencil Case




Alat tulis dan makeup kayak lipstick dan brush yang berantakan juga ganggu mood. So, butuh tempat yang lucu untuk menyimpan mereka.


8. Journal Decoration




Label botol yang dilepas juga sayang untuk dibuang. Lagian desain label LBP lucu banget. Selain itu, aku juga ingin menyimpan memori sebagai bagian dari #LBPlovers di jurnalku. Kenang-kenangan kalo tua nanti..wkwk.


9. Puppet




Aku dan anakku menjadikan story telling sebagai quality time kami. Aku senang cerita, dan dia senang dengar aku cerita. Hihi. Apalagi kami berdua makhluk visual, jadi senang kalo ada peraga kayak puppet. Puppet juga jadi jalan ninjaku kalau anaknya uda mager ngga mau disuru mandi atau beresin mainan. Hehe.


Oia, dari pengalamanku mengajak anak untuk upcycle dari kemasaan produk yang biasa dia pakai. Juga efektif memancing rasa ingin tahunya dan menanamkan konsep sayang bumi lho. Anakku penasaran, kenapa sih sedotannya dipakai lagi? Bahkan kadang dia kagum, oh ternyata yang biasanya jadi sampah bisa digunakan lagi lho..


Untuk tutorialnya, kalian bisa lihat di video berikut:




XOXO


Madamabi___

Review: Mother Of Pearl My Lips But Prettier Skin Tint | 07 Pretty Bold

Okeh.. waktunya kita review lipennya mama ayang!! Dari awal kemunculan Mother Of Pearl, aku udah ngebatin "harus coba nih!". At ...