Friday, November 6, 2020

Review: L’OREAL Paris 1,5% Hyaluronic Acid Serum

November 06, 2020



Holla…

 

Semakin ke sini, kita (pencinta skin care) semakin memahami esensi dari merawat wajah. Ngga hanya berpatok pada template cantik yang sepihak. Namun semakin memenuhi keinginan dari kulit dan tubuh kita sendiri. Dalam memilih produk skin care, juga semakin teliti melihat dan memilih ingredients.

 

Di usia kepala tiga ini,hydrating dan anti aging jelas menjadi fokus utamaku. Bukan hanya di postingan ini, tapi juga dibeberapa postingan lain juga aku sering mengatakan hal ini. Karena ya memang, itulah yang menjadi concern kulitku. Apalagi, hydrating dan aging memang memiliki kaitan juga. Sebab itu, Hyaluronic Acid merupakan salah satu ingredient skin care favoritku.

 

Kalau kalian perhatikan (ya kalau sih hihi), rata-rata skin care yang aku gunakan dan pernah aku review di sini, memiliki kandungan Hyaluronic Acid.

 

 

Kebetulan pada tanggal 09 Oktober 2020 kemarin, aku sempat ikut virtual event L’oreal Paris dengan Female Daily. Acara yang dipandu oleh Arinda Kristie (FD Babes) tersebut dihadiri juga oleh, Beatrix Oktaviani (L’oreal Team), dr. Litya Ayu, SpKK, FINSDV (Certified Dermatologist) dan queen of hinyai siapa lagi kalau bukan the one and only Heny Harun (Beauty Content Creator).

 



Jadi dari para pembicara ini, aku dapat info-info menarik dan juga lebih dalam lagi tentang serum ini. Untuk itu, selain mengulas produknya, aku juga bakalan share beberapa info penting dari L’oreal Paris 1,5% Hyaluronic Acid Serum di sini. Keep reading beb.

 

Seputar Hyaluronic Acid

 

Hyaluronic Acid (HA) sendiri sebenarnya secara natural sudah ada dalam kulit kita. Persentasenya sekitar 50%. Namun sekitar usia 20-an, produksinya bakalan menurun.

 

HA ini memiliki fungsi untuk menstabilkan struktur kulit. Berperan dalam menciptakan tekstur kulit agar lebih tampak halus dan licin.

 

Dapat diandalkan juga untuk menghindrasi kulit. Karena HA dapat menahan air lebih dari beratnya sendiri. Yaitu hingga 1000x. Ngga heran kan, ketika melihat produk skin care dengan klaim hydrating. Pasti akan terdapat Hyaluronic Acid di dalamnya.

 

Karena secara alami akan terjadi penurunan HA, sebab itu jika kulit kekurangan kadar HA maka akan memicu penuaan dini. Sebut aja, kulit jadi kering kemudian kusam. Tekstur kulit juga bisa kacau, sehingga garis-garis halus yang berpotensi menjadi keriput rentan datang. Ngga heran kenapa produk anti aging juga erat kaitannya dengan Hyaluronic Acid.

 

Oia, selain itu, HA juga biasanya dipakai dalam treatment kecantikan seperti filler.

 

Kenapa Persentasenya Hyaluronic Acid-nya 1,5%?

 

Dari judulnya, kita bisa melihat bahwa L’oreal Paris memang spesifik sekali menyebutkan persentase kandungan HA di dalam produknya. Hal ini bukan tanpa alasan. Memang ada hal yang mendasari, kenapa kandungan HA-nya 1,5%.

 



Jadi, 1,5% adalah persentase HA tertinggi dan masih terasa nyaman di kulit. Bisa saja kalaupun dibuat lebih dari itu, namun feelnya akan terasa kurang nyaman di kulit. 1,5% HA ini dianggap paling tinggi sekaligus paling aman.

 

“Cukup tinggi tapi juga cukup aman.”

 

Demikian deh kurang lebih, kalau mengutip ucapan dari Mba Beatrix di acara itu.

 

Memiliki 2 Jenis Hyaluronic Acid Yang Berkerja Dari Permukaan & Dalam Kulit

 



Selain klaim 1,5%  Pure Hyaluronic Acid. Yang menarik di sini adalah, serum ini memiliki dua jenis HA. Micro dan macro yang memiliki cara kerja tersendiri.

 

Macro HA melembabkan/menghidrasi serta kulit dari permukaan. Sehingga kulit tampak lebih halus dan teksturnya semakin licin.

 

Sedangkan Micro HA, membantu menjaga elastisitas kulit dari dalam. Sehingga kulit tampak lebih kenyal.

 



Macro dan Micro HA ini juga membantu membuat kulit 42% lebih cerah.

 

Produk ini diformulasi cocok untuk semua jenis kulit. Karena bebas paraben. No synthetic dyes. Tidak menyumbat pori-pori dan juga fragrance free.

 

FYI, meskipun baru hadir di Indonesia, sebenarnya Hyaluronic Acid Serum dari L’oreal Paris ini bukan produk baru. Sudah terlebih dahulu dipasarkan dan sangat diminati di beberapa Negara lainnya.

 

Untuk peredarannya sendiri ke Indonesia. Produk ini juga sudah melalui proses pengujian dermatologis pada kulit Asia.

 

Ingredients

 



Info Produk

 

Netto: 30 ml

BPOM: NA11200100030

Price: @245.000 IDR

Where To Buy: Sociolla, Shopee, Tokopedia, Guardian & Watson

 

Packaging Botol Kaca Simpel Yang Ala L’oreal Banget!

 



Kemasaannya menggunakan box yang didominasi warna merah. Keterangan produk sangat lengkap pada boxnya. Mulai dari deskripsi produk. Penjelasan tentang Hyaluronic Acid, PAO (Period After Opening) sampai cara penggunaannya.

 



Memang dipenuhi oleh tulisan Thailand yang jelas aku ngga ngerti (hihi). Tapi terdapat juga translate English. Untuk pendistribusian di Indonesia, ditempelkan lagi stiker tambahan dengan deskripsi Bahasa pada segel plastik pada box. Tapi ya gitu. Ketika plastik dibuang, ya otomatis stikernya juga kebuang.

 



Karena boxnya udah cukup ramai. Botol kaca beningnya sangat simple dan ketebalannya pas. Meskipun transparent tapi terlihat kokoh. Selain keterangan brand dan nama produk pada bagian depan. Terdapat juga sedikit direction, PAO, keterangan isi dan kontak brand pada bagian belakang botol. Selebihnya asli polosan aja. Sedep sih lihatnya. Bersih dan ngga ribet gitu rasanya di pandang. Haha.

 



Tutup ulir-nya yang berlapis silver dilengkapi dengan pipet tetes yang berguna sebagai aplikator. Pumpnya cukup nyaman dipencet, ngga keras ataupun macet. Tapi dari ketika produk masih full sampai udah mau habis. Aku belum berhasil ngepump sampai cairan terisi penuh di pipetnya. Ngga begitu masalah sih memang. Tinggal pump ulang aja sampai aku rasa cukup.

 

Bisa dibilang ngga ada masalah ya dengan kemasaanya. Simple. Classy dan khas L’oreal banget.

 

Meskipun Kental, Feel-nya Enak Banget di Kulit

 

Cairan beningnya memang cukup kental dan mudah berbuih. Baik ketika sedang ngepump isinya untuk digunakan atau terguncang sedikit, buihnya sudah ramai terlihat. Ngga ada masalah sih dengan ini. Cuma aku notice aja karena semudah itu dia berbuih.

 

Ketika diaplikasikan ke kulit. terasa basah dan licin banget. Licinnya ini bikin makin asyik aja ketika diratakan ke kulit. Apalagi nyambi dipijet-pijet manja kan beb. Bener-bener menambah kenikmatan dalam ber-skin-care.

 




Apalagi kulitku yang kering ini, langsung kelihatan banget perbedaan teksturnya. Langsung terlihat lembab, bercahaya dan kenyal. Pokoknya dari pemakaian pertamapun kulit udah tersirat sehatnya.

 



Walaupun cairannya cukup mudah meresap, memang masih terasa sedikit lengket ya. Tapi tunggu beberapa menit deh. Setelah beneran nyaman dan ngga berasa feel ganggu ataupun lengket lagi. Bahkan ditimpa skin care lain juga ngga makin berat kok.


No Fragrance? Yasss!

 

Ya, kayak klaimnya sih memang. Ngga ada fragrance apa-apa. Tapi kalau diendus, masih ketangkap aroma dari campuran ingredientsnya. Kayak aroma lem gitu kertas gitu, hehe. Itupun kalau emang sengaja diendus. Kalau ngga, ya ngga sih. Sama sekali ngga ngenganggu penciuman ketika digunakan kok.

 

How To Use

 

Pada kemasaanya disarankan untuk digunakan sebelum moisturizer. Aman digunakan pada siang ataupun malam hari.

 

Aku biasanya menggunakan ini setelah step essence, dan sebelum sheet mask (kalau pas emang mau pakai sheet mask) atau moisturizer ya. Baik pada day skin care routine dan night skin care routine.

 

Kulit Ngga Hanya Lembab, Tapi Juga Jadi Lebih Kalem

 

Ketika pertama kali menggunakan serum ini, kulitku sedang berjerawat. Ngga hanya satu, tapi ada beberapa. Dalam kondisi yang agak rewel lah pokoknya.

 

Bisa dilihat di foto berikut ya:

 



Sekitar kurang lebih 3 minggu. Kulitku jadi lebih stabil dan kalem. Jerawat perlahan tapi pasti, mengempes. Padahal aku ngga pakai acne treatment apapun. Calon jerawat baru juga ngga muncul.

 

Bisa dilihat di sini ya:

 



Selain yang terlihat. Aku juga merasakan kulitku jauh lebih nyaman. Terasa lembut dan kenyal. Untuk yang kulitnya kering, paham lah ya gimana kakunya wajah kalau kulit lagi kering parah.

 



Intinya sih, serum ini benar-benar menutrisi, menghidrasi dan menjaga performa kulitku. Kuncian kulitku banget.

 

Conclusion

 

L’oreal Paris Revitalift 1,5% Hyaluronic Acid ini benar-benar menjawab kebutuhan kulitku. Kering. Rentan aging. Juga agak rewel.

 

Efek hydratingnya terkesan sederhana. Tapi mensupport kebutuhan kulit lain. Ngga hanya ngelembabin, tapi membantu kulit tampak lebih muda dan sehat.

 

Untuk yang fokus pada aging tapi ngga mau pakai serum yang berat dan rentan purging, aku sangat rekom serum ini. Apalagi, serum ini juga sangat oke untuk ditandem dengan serum lain. sebut aja Retinol dan Niacinamide.

 

Pros

 

Cocok untuk semua jenis kulit

Efek hydratingnya langsung terasa

Nyaman di kulit

No fragrance

 

Cons

 

Masih ada feel lengket, meskipun sebentar

 

Repurchase

 

Yas! Udah niat banget.

 

Rate

4,5 / 5

 

XOXO

 

Madamabi___

Sunday, November 1, 2020

#JurnalBulananMadamabi: Oktober 2020

November 01, 2020


Holla...


Seperti yang aku katakan pada postingan diary bulan September kemarin. Aku pengen rutin bikin jurnal bulanan di blog ini. Bodo amat la ya ada yang tertarik baca atau nggak (*pesimis* wkwk so sad), paling tidak mau nepatin janji sama diri sendiri aja. Sama mau nepatin janji juga sama blog ini. Dulu waktu bikin, ngebet banget mau nulis apapun di sini.


So.. Gimana idup di Oktober kemarin Sar?


Santuy tapi pasti. Haha.


Masih kebawa ambience September kemarin yang pengen santai besar-besar-an. Oktober-pun aku masih mampu melawan ke-ambi-an virgoku. Yang bawaannya mau ini-itu. Harus begini-begitu. Yang ujung-ujungnya puyeng dan jalan di tempat juga.


Oalah Vir.. Vir...


Oktober ini, meskipun aku masih mau ngga gitu ngerencanain apa-apa. Tapi justru semuanya lebih stabil dan terkendali. Jadi lebih memikirkan untuk tetap begini. Untuk mempertahankan mood begini seterusnya. Hihi.


Baru aku sadarin, ternyata bulan kemarin tuh aku cukup rajin bikin konten di IG. Spontan aja gitu. Pengen moto, ya langsung cus bikin. Pengen ngepost, ya cus langsung dipost.


Di akhir bulan, tetiba ngide aja untuk bikin feed satu tema gitu. Jadi per 12 feed pengennya tuh temanya sama. Sekarang tuh lagi coba-coba bikin tema yang ada unsur itemnya. Awalnya pengen dark mood. Ternyata ada beberapa foto yang aku ngga sreg dibikin dark. Ya uda deh, dalam rangka ngga mau ribetin pikiran sendiri. Kita ambil jalan tengahnya aja. Ada item-itemnya aja pokoknya.


Sedangkan untuk feed IG daganganku (lelipstickan), aku mutusin untuk bikin ke arah cerah ceria rainbow.




Bisa dibilang ini mewakili dua sisi diriku.


Wkwk.


Ribet ya?


Ya gitulah.


Siapa yang masalah tone/tema feed IG seribet itu juga? *carik kawan*


Buat yang tanya, ngapain sih dipikirin kali feed IG. Setiap orang pasti jawabannya beda-beda ya. Tujuan rang-orang main sosmed juga beda-beda ya.


Kalau aku, senang aja kelak ketika aku ngelihat feed IG secara keseluruhan manis aja gitu kolasenya. Rapi. Benar-benar ngasi efek spark joy di aku.


Apalagi yang akun dagangan itu. Bikin semangat aja menjemput cuan. Ya sama dengan orang yang punya toko offline. Display produk pasti juga ngasih efek semangat kan baik bagi pembeli maupun penjual.


Anak visual, monmaap. Bahagianya dari indera penglihatan.


Terus... Awal bulan kemarin juga akhirnya datang ke event beauty lagi. Tapi virtual haha. Bukan sekedar zoom meeting yang dengerin host sama guestnya ngomong aja gitu. Tapi beneran yang kayak datang event offline.


Ada brief, dress code, challenge, kuiz, unboxing dan goodie bag juga haha. Oke untuk yang suka event tapi mager pergi event kayak aku.




Memang untuk beberapa teman blogger udah dari kapan datangi virtual event ya. Aku baru di awal Oktober  kemarin.


Dari event itu, aku juga sedikit "tertampar" dan disadarkan kalau belakangan lagi longgar banget dengan yang namanya skin-care-an.


Makanya wajahpun jadi didatangi jerawat.


Nah setelah itu mulai deh makin gercep skin-care-an lagi. Tiap malam diusahain sheet mask atau CSM. Ya memang. Hasilnya kerasa bok.


Ditambah aku kembali menemukan sisi kedamaian lagi dari aktifitas skin care. Jujur, sempat hilang sih feel itu. Mungkin karena seperti terlalu jadi rutinitas. Lama-lama kayak jengah sendiri. Jadi ya emang butuh jeda ya apa-apa itu. Cuma jangan kelamaan aja jedanya. Efeknya jadi ambyar tuh mukak.


Mmmm...


Terus ada lagi nih hal (kurang kerjaan) yang aku lakukan kemarin. Yaitu buat dried flower. Setelah sebelumnya, bentuknya ngga jelas. Sekarang mencoba dengan cara yang benar. Karena yang lalu sih aku asal dan otoy banget emang. Jemurnya digeletakin gitu aja di bawah sinar matahari langsung. Terus dapat saran dari yang ahli dan plus liat tutorial di yutub, baiknya jemurnya diikat dan digantung kebalik gitu. Jemurnya juga jangan langsung kenak matahari.





Tadaa...


Cukup berhasil sih.





Mayan untuk nambah-nambah props flat lay.


Laluuuu, kemudian apalagi ya yang bisa aku ceritain untuk curhatan bulan ini?


Oia, aku lagi punya moment me time baru. Yaitu dengerin musik relaksasi (duh "umur" banget yak?) sambil ngerjain sesuatu yang santai dan nyenangin. Biasa sih, sambil skin-care-an. Ngedit foto di lightroom. Atau, minum teh anget sambil nemenin anak ngelukis.


Kayak meditasi, tapi nggak. Hanya efek damainya mirip lah.


Beberapa lagu favorit aku, adalah:




1. Dancing Elves - Stellan Jhonson


2. Daydreamer - Picea


3. Wings On The Wind - Carol Comune


4. Moon River - Damian Syslo


Yang terakhir itu, juga OST-nya Breakfast At Tiffany's hanya beda genre dan musisinya. Kebetulan aku memang lagi kembali gandrung sama BAT. Disaat rang-orang lagi hanyut dengan Emily In Paris, aku masih terpesona dengan stylenya Holly Golightly. Meskipun luarnya classy tapi, tapi sifatnya Holly yang spontan, fun dan sembrono lebih kerasa real aja. No offense ya. Masalah selera aja sih.


FYI: Aku emang agak obses sih sama  drama-drama hitam putih (yang benar-benar pada zamannya ya). Kayak BAT tadi, To Kill A Mocking Bird-nya Gregory Peck. Bahkan drama hitam putih lokal kayak Asrama Dara dan 3 Dara. Apa ntar bikin blog postnya juga ya? Hihi.


Kayaknya sekian untuk #JurnalBulananMadamabi Oktober 2020 ini ya. Terlalu banyak curhat juga ngga baik. LOL.


XOXO


Madamabi___

Friday, October 23, 2020

Review: Elsheskin Vitamin C Serum

October 23, 2020



Holla…

 

Mungkin kalau active ingredient skin care lain, masih banyak yang kurang akrab atau bahkan baru mengetahui. Tapi kalau Vitamin C, bisa dipastikan seawam-awamnya dengan penggunaan skin care. Pasti pernah mendengar atau mengetahui manfaatnya untuk kulit kita. Yang paling santer terdengar adalah, untuk mencerahkan kulit.

 

Brand-brand skin care lokal juga banyak meluncurkan produk perawatan kulit mereka dengan kandungan Vitamin C ini. Salah satunya adalah Elsheskin. Brand skin care lokal ini juga memiliki serum dengan kandungan tersebut. Elsheskin Vitamin C Serum. Sebelumnya aku sudah pernah mencoba beberapa serum mereka. Sekarang giliran yang vit c ini. Aku certain di sini ya. Apakah berkerja dengan baik di kulitku? Apa ada efek negative selama aku menggunakannya?

 

Keep reading beb…

 

Bright Booster Untuk Pemilik Kulit Kusam, Plus Melawan Penuaan Dini

 



Tighthens – Lighten – Antioxidant

 

Serum ini disebut juga sebagai “bright booster”. Karena mengandung whitening agent yang mampu mencerahkan serta menaikan tone kulit secara maksimal. Selain itu juga dapat menyamarkan noda kemerahan akibat bekas jerawat.

 



Disertai dengan moisturizer juga yang membuat kulit tetap terjaga kelembabannya. Sehingga membuat kulit juga terlihat lebih kencang.

 

Plus, kandungan Vitamin C dalam serum ini juga memiliki fungsi sebagai antioxidant. Seperti yang kita tahu juga, vit c mampu memacu produksi kolagen. Sehingga memberi kontribusi kepada perlawanan aging beb.

 

Produk diklaim dapat digunakan untuk pemilik jenis kulit normal, kering dan oily. Namun tidak disarankan untuk pemilik kulit sensitif dan acne prone ya.

 

Bisa disimpulkan, serum ini memang diformulasi untuk kulit yang sering terpapar polusi, kusam dan untuk mencegah tanda-tanda awal penuaan.

 

Ingredients

 

Aqua. Ethyl Ascorbic Acid. Propylene Glycol. PEG-400. Glycerin. Sodium Citrate. Retinyl Palmitate. Methylparaben. Citric Acid. Disodium EDTA. Tocoperyl Acetate. Cyclopentasiloxane. Dimethiconol. Dimethicone. Lecithin. Glycolipids. Caprylyl Glycol. Sodium Metabisulfite. Carbomer. Pottasium Hydroxide. Xanthan Gum.

 

Info produk

Netto: 20ml

POM: NA18171900255

Diproduksi Oleh: PT. Immortal Cosmedika Indonesia

Untuk: CV. Putra Jaya Mandiri (Elsheskin)

Price: 242.000

Where To Buy: Website Elsheskin – Sociolla – Tokopedia – Shopee – WA:  08122008884

 

Seperti biasa ya, untuk order via website dan WA bisa pakai kode SQUADSARIHATI untuk disc 10%

  

Dilengkapi Dengan Pump Aplikator Yang Memudahkan Penggunaan & Menjaga Kualitas Isi

 

Jika biasanya serum Elsheskin dikemas dalam botol kaca coklat disertai dengan pipet tetes, untuk yang satu ini agak berbeda. Pada bulan Juni 2020 kemarin, Elsheskin mengemas ulang serum ini dengan tampilan baru.

 

Bila sebelumnya masih disertai dengan aplikator berupa pipet tetes, sekarang aplikatornya dalam bentuk pump. Selain alasan agar lebih praktis dalam penggunaan, juga untuk melindungi isi agar lebih higienis.

 




Keseluruhan desain box dan botol masih sama. Masih lekat dengan ciri khas Elsheskin. Box merah dan detail merah-putih pada label botol.

 

Aku sendiri lebih senang dengan kemasaan pump yang baru ini. Pumpnya juga mudah dan ngga keras begitu dipencet. Keluar produk juga dalam porsi yang pas. Selain itu, bisa sebagai penanda juga dengan serum lain. Ya, karena dia berbeda sendiri dari yang lain. Hehehe.

 

Teksturnya Gel Padat, Namun Mudah Meresap & Tidak Lengket

 

Ya! Dari judul di atas sudah cukup jelas ya? Si Vit C serum ini bentuknya bener-bener gel bening yang padat. Se-gel-ituh! Tapi enaknya nih, meskipun super gel dan masuk dalam kategori gel yang padat. Begitu dibaur sangat mudah dan meresapnya juga ngga butuh waktu lama.

 



Formulanya juga nyaman banget. Aku ngga merasa ada efek lengket sama sekali. Padahal pas lihat teskturnya sempat curiga “waduh, bakalan thick banget nih kayaknya”.  Surprisingly dugaanku salah ternyata. Yeay! Haha. Salah tapi happy ya.

 

Oia, aku juga pernah dengar cerita kalau biasanya Vit C serum ini menimbulkan efek cekit-cekit. Nah yang ini ngga sama sekali. Jadituh feelnya kayak pakai gel moisturizer biasa aja. Ada efek dinginnya. Terus setelah itu kulit memang terasa lebih lembab.

 

Tekstur dan formulanya oke banget sih buat aku.

 

Ngga Ada Fragrance-nya Sih, Tapi….

 

Kalau diendus-endus dan lihat dari keterangan komposisinya, memang ngga ada aroma seperti parfum ya. Tapi aku tetap merasa ada aroma yang mungkin dari keseluruhan atau salah satu ingredient-nya yang agak terasa dipenciumanku. Yaitu aroma khas produk gel (yang umumnya aku mencium aroma seperti ini juga pada produk dengan tekstur gel lainnya). Ada juga sedikit hint asam, yang tipis banget memang. Tapi aku masih menangkapnya. Sensitif nih hidung memang, kek hati! *eh*

 

How to use

 

Aku menggunakan serum ini pada malam hari. Kalau baca-baca dari infografis di Instagram Elsheskin sih, bisa digunakan pada siang dan malam. Untuk alasan kenyamanan pribadi, aku pakainya malam hari.

 

Pakainya setelah step essence dan sebelum moisturizer. Ngga perlu gusrek-gusrek beb. teteskan sekitar 1-2 tetes di telapak tangan. Usapkan perlahan sambil dipijat-pijat lembut dan tepuk-tepuk halus hingga serum meresap sempurna.

 

Oia, seperti di postingan tentang serum Elsheskin Favorit aku sebelumnya. Aku juga selang seling dengan penggunaan serum Retinolnya Elsheskin (Active Rejuvenating Night Serum). Memang, banyak yang berpendapat kalau Retinol dan Vitamin C ngga bisa disatuin. Namun ada segudang manfaat ketika Retinol digabung dengan Vitamin C.

 

Salah duanya adalah. Karena sama-sama antioxidant, sehingga keduanya memberikan efek antioxidant yang lebih optimal. Kemudian, kemampuan Vit C memacu kolagen dapat membantu efek anti aging dari Retinol.

 



Ada tiga cara juga kalau kamu mau menggunakan mereka secara bersama-sama ya.

 



Aku pakai cara kedua, yaitu selang-seling.

 

Apakah Performanya Sesuai Klaim?

 

Ketika ingin mencoba serum ini, aku sih niatnya untuk membantu menyamarkan bekas jerawatku aja. Tapi ternyata. Asli ya. Ngga aku duga-duga tone kulitku juga memang jadi lebih cerah. Bekas jerawat juga semakin samar. Tapi yang paling kerasa ya perubahan skin tone tadi, yang menurutku cukup terasa. Memang aku pakai dari Agustus, tapi mengingat aku kan ngga pakai serum ini setiap hari lho. Tapi ngefeknya cukup terlihat.

 



Bisa jadi juga karena aku tandemin sama si Active Rejuvenating Night Serum kali ya.

 

Conclusion

 

Ngga bisa dipungkiri ya. Ini adalah salah satu serum Elsheskin yang membuat aku jatuh hati dengan mudahnya. Di kulit kering sepertiku, dia nyaman banget. Ngga bikin kulit rewel. Kayak breakout atau memperparah keringnya. Terasa melembabkan malah.

 

Niatku untuk menyamarkan bekas jerawat kemerahan juga membuahkan hasil. Plus tone kulit lebih cerah. Ya happy. Kulitku semakin terasa lebih sehat.

 

Untuk yang belum menemukan Vitamin C Serum yang nyaman atau ingin mencoba yang lain. boleh banget deh coba yang satu ini. Recommended. Intinya sih aku puas banget beb. It’s your turn!

 

Pros

 

Tekstur gel, namun cepat meresap dan ngga lengket

Formula nyaman

Menambah efek lembab di kulit

Ngga ada cekit-cekit

Efeknya mencerahkan cepat terlihat

 

Cons

 

Tidak disarankan untuk yang kulitnya sensitif atau acne prone ya

 

Repurchase?

 

Yas!

 

Rate

 

4,5/5

 

XOXO

 

Madamabi___

 

Sunday, October 11, 2020

Review: Wardah UV Shield Active Protection Serum SPF 50 PA++++

October 11, 2020


Holla…

 

Di bulan Agustus kemarin, Wardah mengeluarkan produk tabir surya terbaru mereka. Tidak hanya satu, namun dua produk sekaligus. Yaitu Wardah UV Shield Active Protection Serum SPF 50 PA ++++ dengan Wardah UV Shield Aqua Fresh Essence SPF 50 PA++++.

 



Banyak yang bertanya-tanya apa sih perbedaan keduanya?

 

Meskipun keduanya diluncurkan secara bersama-sama. Memiliki karakteristik dan ingredients yang hampir sama. Tapi terdapat  perbedaan fungsi. Yang satu fokusnya kepada “melawan dan melindungi dari polusi”. Yang satunya lagi, dikhususkan untuk yang aktif berkegiatan outdoor dan olahraga.

 

Untuk postingan kali ini, aku mau spesifik membahasa yang Wardah UV  Shield Active Protection Serum ya. Agar lebih fokus. Di postingan selanjutnya akan aku review juga Wardah UV Shield Aqua Fresh Essence.

 

Sun Screen Tepat Untuk Kamu Yang Aktif

 



Wardah UV Shield Active Protection Serum ini, diperuntukkan bagi kamu yang aktif dan memiliki mobilitas tinggi di luar ruangan. Baik bagi yang suka aktifitas outdoor, seperti berjemur misalnya. Ataupun yang pekerjaannya mengharuskannya untuk lebih banyak di lapangan.

 

Kabar baik juga untuk yang suka berolahraga. Sun screen ini pas untuk kalian. Suitable untuk dibawa berenang, lari dan berbagai olahraga yang potensial mengundang keringat.

 

Memiliki klaim SPF 50 dengan PA ++++. Board Spectrum Protection-nya berkerja 50 kali lebih optimal. Sehingga mampu menjaga kulit dari sinar UVA, UV B dan juga Blue Light.

 

Diklaim kadar Alcohol-nya 0% agar tetap ringan dan tidak lengket. 


*NOTE*

Mungkin klaim ini akan menimbulkan sedikit kerancuan ya. Karena disebutkan 0% alkohol namun dalam ingredients akan kita temui Cetearyl Alcohol. 


Jadi beb setelah aku gali-gali info dan tanya dengan temanku yang anak kimia. Begini kira-kira penjelasannya ya.


Cetearyl Alcohol dalam produk kecantikan kerap digunakan sebagai pengemulsi pada proses pembuatannya. Agar produk lebih berisi dan tidak terlalu cair. Dan kadarnya bisa sangat kecil, 0 koma sekian. Kemudian setelahnya, kadar alkohol tersebut bisa dihilangkan. Karena selain alkohol mudah menguap. Cetearyl Alcohol tadi hanya diambil manfaatnya untuk proses pengentalan. Bukan manfaat secara langsung ke kulit kita.


Itu sebabnya di klaim 0% Alcohol, bukan Alcohol Free!


Semoga jelas ya....


Komposisinya juga disebut tidak memicu komedo atau non komedogenik. Sun screen ini juga diformulasi fix untuk semua jenis kulit.


Memiliki soothing sensation, berkat kandungan Bisabolol di dalamnya. Yaitu kandungan bahan aktif yang mampu menenangkan. Berfungsi juga untuk menghalau tampilan kemerahan pada wajah akibat paparan sinar matahari.

 

FYI: Bisabolol adalah sejenis cairan dengan kandungan minyak yang tebal dan tidak memiliki warna. Bersumber dari bunga Matricaria Chamomila. Kandungan ini biasa digunakan untuk anti peradangan serta bermafaat bagi kulit sensitive.

 

 

Info Produk

 

Netto: 35ml

NA18201700047

Produced By: PT. Paragon Technology and Innovation

Price: @73.000 IDR

Where To Buy:

Online (Sociolla. Official Store Wardah di Shopee & Tokopedia. Bisa juga di online shop aku @lelipstickan-Instagram & Shopee)

 

Ingredients




Kemasaannya Simpel & Eye Catching

 



Ketika dipasarkan, dikemas dengan segel mika dan kertas karton yang cukup keras. Oia, aku ngga tahu pasti, apakah ini memang berlaku untuk seluruh kemasaannya. Tapi yang aku dapati, produk yang ada padaku, bagian mika-nya tidak begitu rekat sempurna. Seperti mau lepas. Tidak hanya yang milikku pribadi, tapi beberapa produk lain yang ada padaku (barang dagangan untuk online shop). Semoga hanya masalah aktifitas ketika pendistribusian ya. Tapi boleh deh saran aja, agar lebih memperhatikan detail pengemasannya lebih seksama lagi. Karena packaging juga mempegaruhi isi produk kan? Kalau tidak safety, bisa jadi barangnya akan rusak begitu sampai ke customer.

 




Berbeda dari kemasaan sun screen lokal pada umumnya yang berbentuk tube pencet dengan tutup fliptop di bawah. Wardah UV Shield ini berbentuk tabung persegi panjang. Sedikit mengingatkan dengan sun screen asal korea yang cukup terkenal. Apalagi warnanya cukup mirip. Kuning mangga yang hint orange-nya cukup kuat.

 




Selain memiliki tutup ulir berwarna putih agak transparant. Terdapat aplikator kecil dan ramping dengan lubang yang juga yang juga kecil diameternya.

 

Aku paham kalau ini diciptakan untuk memudahkan pemakaian. Agar bisa langsung dipoles dari aplikatornya. Namun, aku merasa kurang efektif untuk produk yang agak cair. Aplikator model begini bakalan oke kalau produknya lebih padat. Tapi ya ngga masalah sih, kalau hanya sebagai tempat keluar produk. Tapi kalau memang difungsikan untuk mengaplikasikan produk secara langsung, sepengalamanku sih kurang efektif.

 

 

Secara keseluruhan sih aku suka dengan desain produknya yang simple tapi eye catching. Size kemasaan juga pas, ngga kegedean ataupun terlalu mini. Fleksibel dipakai dan dibawa kemana-mana. Karena sun screen yang ditujukan untuk si aktif jelaslah harus dibawa kemanapun.

 

Milky Texture Yang Creamy

 




First impression aku begitu melihat teksturnya. Wow, milky dan super creamy gitu. Berwarna putih susu, persis deh seperti cream. Namun karena konsistensinya agak cair, lebih pas disebut lotion. Walaupun begitu, ketika diratakan cukup cepat membaur. Ngga begitu butuh usaha keras lah untuk meratakannya. Hanya aja karena memang aku tim sun screen dua jari. Memang aku harus benar-benar fokus dan tekun meratakannya. Haha.

 

Formulanya Terasa Melembabkan Juga Menghidrasi

 

Begitu diaplikasikan, berasa lembut banget melumasi kulit. Sensasi pertama, moisturizernya mendominasi. Kulit terasa berminyak, pekat dan licin. Tapi pada saat yang bersamaan juga, peresapannya ke kulit perlahan tapi pasti. Hal ini yang membuat, meskipun dia agak berat efek lembabnya, tapi ngga sampai ke arah greasy.

 

Begitu produk sudah benar-benar set ke dalam kulit. Efek hydratingnya membuat kulit semakin enak banget lembabnya. Sebagai pemilik kulit kering, aku benar-benar dimanjakan sama formulanya.

 

Terasa Nyaman & Ringan Meskipun Masih Ada White Cast Di Awal

 

Ngga ada sensasi ngga nyaman. Kayak gerah. Panas. Ataupun gatal. Fine-fine aja sih. Bisa dibilang meskipun lembabnya pol-pol-an formulanya cukup ringan bagiku (bagiku) (ya bagiku!).

 

Awalnya aku berpikir, ngga ada white castnya nih. Tapi setelah aku perhatikan lebih seksama. Masih menimbulkan white cast ketika awal dipakai. 




Tapi sebentar aja. Kayak hanya sensasi awal gitu. Setelah rata, ya hilang hint ashy di wajah.  Kuncinya sih, ratain dengan serata-ratanya aja, menurutku.

 

Finishnya Gimana?

 

Setelah white castnya hilang, aku melihat kulitku berasa basah (tanpa benar-benar terasa basah ya). Terlihat dewy, tapi ngga lebay gitu. Hanya seperti improve tekstur kulit jadi terlihat lebih licin dan bersinar.

 



Aku senang sih dengan efek ini. Bikin wajah kelihatan fresh.

 

Fragrancenya Kayak Bukan Aroma Sun Screen *Ups!*

 

 Wanginya itu, ala-ala body lotion (iya sun screen, tapi aromanya mirip body lotion) yang samar-samar seger. Karakter aromanya kea rah forest.  Seperti aura pegunungan yang fresh dan ringan. Ngga nyegrak. Ngga begitu lama bertahan dipenciuman, dan itu bagus bagiku.

 

How To Use

 

Tetap seperti anjuran basic skin care, ya beb. CTMP aja. Cleanser. Toner. Moisturizer. Protection.

 

Meskipun lembabnya udah pol, aku kapok beb skip moisturizer. Karena sempat ngeyel, jadinya breakout. Sempat berpikir, kalau udah pakai sun screen yang ngelembabin, amanlah itu. Tahunya ngga. Ya emang CTMP ngga pake negolah.

 

Aku juga ngga bosan-bosannya untuk selalu bilang. Pakai sebanyak dua jari. Karena takaran tersebut udah yang paling pas untuk melapisi wajah dan leher dengan rata. Lebih dikit bolehlah, karena kan bentuk wajah manusia beda-beda. Tapi ya teteup, kekeuh dua jari.

 

Tapi ngga nyaman. Pakai yang paling nyaman. Tapi nanti cemong, ratain!

 

Ingat juga untuk re-apply ya beb. Biasanya sih pas habis Dzuhur itu paling pas untuk re-apply sih bagi aku. Cuma ya sesuaikan sama aktifitas masing-masing aja.

 

Benar Ngga Mudah Luntur Meski Terkena Air & Berkeringat?

 

Aktifitas sehari-hariku sebenarnya bukan yang outdoor-outdoor banget. Tapi ada beberapa hal yang aku lakuin di luar  rumah. Di bawah terik matahari. Ya kayak jemur kain. Temenin anak main sepeda di luar rumah. Atau sekedar duduk-duduk di luar rumah sambil lihat yang ijo-ijo.

 

Selain itu, aku cukup mudah gerahan orangnya. Mudah banget berkeringat.

 

Itu yang membuat aku memutuskan untuk menggunakan varian yang Active Protection Serum ini.

 

 

Lalu, pertanyaannya. Apakah benar-benar ngga mudah luntur?

 

Aku pakai sunscreen dari pagi, sebelum jemur kain (ingat ya, kalian baca review dari ibuk-ibuk yang berkutat sama kegiatan rumah tangga lho__LOL). Itu adalah moment dimana aku paling keringat-keringatnya. Lalu sampai masuk waktu Dzuhur, ditambah udah wudhu kan. Pas aku ngaca, lapisan sun screennya masih sempurna menutup wajahku dengan rata. Kayaknya ngga lutur deh. Kalaupun luntur, dikit banget gesernya. Jadi menurutku, ini memang cukup ampuh dibawa basah-basah. Hehe.

 

Untuk yang aktifitasnya lebih aktif lagi. Mungkin akan mengalami pergeseran yang lebih kentara ya. Tapi ya tenang. Re apply aja. Kan memang harus. Lagian ketika di aplikasikan ulang, tidak terasa jadi lebih berat kok. masih sama dengan sensasi pengaplikasian pertama.

 

Worth To Buy?

 

Banget! Aku sih yes!

 

Untuk kemampuannya yang cukup powerful, formula yang nyaman dan sensasi yang menyenangkan banget. Menurutku harganya juga terjangkau deh.

 

Bahkan ini lebih bagus dari sun screen yang harganya jauh di atas ini.

 

Dalam inovasi, Wardah juga makin cerdas deh. Aku pernah pakai sun screen mereka sebelumnya, yang masih SPF 30 itu. Menurutku formulasinya jauuuuh lebih baik yang ini. Benar-benar better secara keseluruhan. Mulai dari konsep, tekstur, sampai pengemasannya.

 

Jadi untuk yang cari sun screen dengan SPF 50 dan  tangguh dipakai kegiatan outdoor dan keringat-keringatan. Terus juga memerlukan pelembab yang maksimal dalam sun screen tanpa meninggalkan efek berat. Udah deh, coba aja ini. Kali aja kulit kita sister-an. Hihi.

 

Pros

 

Teksturnya creamy, cantik banget, aku suka!

Formulanya ngelembabin dan nyaman di kulit keringku.

Ngga mudah luntur walaupun berkeringat dan cuci muka.

Harga terjangkau.

 

Cons

 

Masih ada white cast.

 

Repurchase?

 

Besar kemungkinan iya.

 

Rate

 

4/5

 

XOXO

 

Madamabi___

Review: Mother Of Pearl My Lips But Prettier Skin Tint | 07 Pretty Bold

Okeh.. waktunya kita review lipennya mama ayang!! Dari awal kemunculan Mother Of Pearl, aku udah ngebatin "harus coba nih!". At ...