Wednesday, May 13, 2020

Review: SASC Instant Facelift Pink Gemstone Face Roller | Beneran Bikin Tirus?

May 13, 2020


Holla...

Meskipun memang sudah lewat dari masa-masa hitsnya. Namun face roller masih menjadi salah satu beauty tools yang cukup bikin penasaran.

Iya, banyak yang mempertanyakan. Bener emang bisa berfungsi seperti yang digembar-gemborkan? Mitos atau fakta.

Dari sejak share face roller di Instagram dan FD Apps. Akupun mendapat beberapa pertanyaan tentang benda ini. Sebelum review produknya, aku sedikit mau bahas pertanyaan dan jawabanku tentang face roller dulu ya.

Beberapa Pertanyaan Seputar Face Roller

Face roller ini apasih?

Face roller ini sebenarnya adalah beauty tools yang sudah ada di China sejak abad ke-7.

Konon, dipercaya dapat merangsang peredaran darah di wajah. Mengurangi inflamasi. Detox. Membantu produksi kolagen.

Karena umumnya dibuat dari batu/kristal alami. Yaitu Jade (hijau), Rose Quartz (pink), Clear Quartz (putih), Amethyst (ungu) & Obsidian (hitam). Face roller juga memiliki benefit tambahan yang agak-agak-agak cosmic gitu deh. Seperti, kedamaian, memunculkan energy cinta, healing serta sebagai pembersihan jiwa.

Percaya ngga percaya sih. Tapi aku justru makin tertarik dengan story dibalik setiap jenis batu/kristal tersebut.

Kalau aku pribadi sih, beli karena butuh alat bantu untuk pijat wajah pas sheet-mask-an. Karena essence yang ngga menyerap sempurna itu ganggu beb. Bikin breakout juga kan?

Gimana sih pakainya?

Cukup dipijat perlahan dan lembut pada titik-titik limfatik pada wajah.

Bisa ketika kamu menggunakan sheet mask/CSM-an. Atau bisa juga ketika menggukan serum dan face oil. Agar lebih mudah meresap.

Ntar aku bahas lagi di how to use pada review produknya ya.

Beneran bikin tirus?

Aku tidak begitu yakin. Karena tidak memperhatikan hal tersebut. Sebab, aku memang tidak membeli ini untuk meniruskan wajah.

Walaupun kadang membuat wajah jadi terlihat lebih tirus. Menurutku bukan karena struktur tulang wajah/rahang mengecil. Tapi, karena memang membantu melancarakan peredaran darah di wajah. Sehingga mengurangi pembengkakan pada wajah.

Beneran ada efeknya atau sugesti aja?

Kalau untuk menilai hal ini. Balik lagi ke mindset kita. Aku beli ini hanya untuk alat bantu memijat wajah. Kita ngga bisa mengharapkan dia sebagai alat seribu fungsi. Yang bisa ini-itu. Klaim hanyalah klaim. Biasa aja reaksinya beda-beda ditiap orang ya.

Kalau tentang sugesti. Jika emang fungsi sugestinya baik, aku sih enjoy aja. Contohnya, aku cukup menikmati sugesti dari manfaat batu-batuan ini. Contohnya seperti rose quartz yang dikenal sebagai batu cinta. Ya okelah, untuk lebih memperdalam self love.

SASC Instant Facelift Pink Gemstone



With daily use of SASC Face Roller, it can help improve skin tone, reduce puffiness, wrinkles and dark under eye circles. It will also make your cheekbones look more chiseled and slim.


Jujur ya, aku sebenarnya ngga begitu ngeh kalau brand yang lebih dikenal dengan lipcreamnya ini, mengeluarkan face roller. Ngga sengaja ketemu ketika search face roller di Sociolla.

Karena aku memang agak terobsesi dengan rose quartz, aku udah fokusin untuk punya yang pink dulu. Yang jade roller, ntar kalau niat order lagi hihi. Dan diantara face roller yang terbuat dari rose  quartz. Punyanya SASC ini yang lumayan terjangkau.

Meskipun, setelah aku memilikinya. Ngga ada keterangan yang blak-blak-an apakah ini memang terbuat dari rose quartz? Baik itu di box kemasaan, Instagram, Website, sampai deksripsi produk di Sociolla. Cuma dijelaskan pink gemstone. Sudah berusaha untuk konfirmasi dengan pihak SASC via DM Instagram, namun belum ada info lebij lanjut. Walaupun kalau dilihat dari ciri-cirinya memang mendekati rose quartz, tapi aku tidak berani menegaskan ya.



Dari keterangan produknya, dikatakan bahwa SASC Face Roller ini aman digunakan setiap hari.

Dapat membantu meningkatkan skintone,  mengurangi pembengkakan pada wajah. Juga memiliki fungsi menangkal tanda-tanda penuaan. Seperti keriput dan lingkaran hitam pada bawah mata.

Mmm... Benarkah seampuh itu?

Info Produk

Price: @225.000 IDR
Where To Buy: Website SASC & Sociolla

Penampakannya Super Mewah Beb..



Selain aura dari batu pinknya yang menawan. Kemasaannya juga ngga bisa dipungkiri, mewah bok.

Face rollernya terdiri dari dua sisi bandul. Bagian yang lebar dengan yang kecil. Yang lebar untuk bagian wajah yang luas. Seperti pipi, dahi, dagu dan leher. Sedangkan bagian kecil untuk area mata dan hidung.


Handlenya juga terbuat dari batu pink / pink gemstone. Punyaku sudah pernah patah handlenya. Tapi aku sambung lagi dengan lem setan (LOL) dan berhasil. Ini sebenarnya salah aku sih, terbentur dengan lantai cukup keras. Jadi aku ngga bisa nilai sebagai kelemahan produk.


Namun pengikat kedua mandul yang berfungsi memijatnya seperti kawat berlapis gold yang kokoh. Untuk bagian bandul lebar, aku cukup nyaman. Ketika diroll ke wajah, ngga ada bunyi krek-krek yang mengganggu. Menggelindingnya juga halus.


Tapi untuk bandul kecilnya, agak sedikit bunyi ketika diroll ke wajah. Kemudian, aku merasa si bandul kecil ini agak terlalu datar. Inginnya sih sedikit gembul atau bundar. Agar lebih enak dipijat kebagian mata dan hidung. Agar lebih presisi gitu.


Produk ini dikemas dalam wadah box bernuansa pink. Boxnya beneran berkualitas. Kokoh dan bisa sebagai tempat penyimpanan si face roller dalam jangka panjang. 


Ditambah lagi ada pouch kain yang bisa untuk menyimpan face roller ketika bepergian. Bener-bener terkonsep sih ini packagingnya.

How To Use



Pada keterangan boxnya, produk ini dibagi atas dua tipe pemakaian.

For Face Massage dengan Jawline And Neck Massage

Untuk pijat area wajah, bisa gunakan bagian bandul kecil untuk mata dan hidung. Untuk mata aku roll dari arah luar kedalam. Ngga pake penekanan full beb, santai aja.

Sedangkan bagian bandul besar, aku pakai dari area bawah sampai atas wajah. Dimulai dari dagu ke arah luar (dekat rahang). Lalu perlahan naik ke atas. Dari tepi hidung sampai ke arah telinga. Baru lanjut bagian dahi. Roll dari dahi bawah sampai ke arah kepala. Aku lakukan bergantian. Setelah satu sisi selesai, baru lanjut sisi sebelahnya.

Untuk rahang dan leher, aku mulai dari bawah leher ke arah atas. Baru lanjut dari sisi bawah rahang / dagu ke atas juga.

Untuk detailnya bisa googling aja ya beb.

Pakainya sih suka-suka aja. Bisa ketika sedang sheet mask atau CSM. Agar essencenya lebih meresap. Atau ketika menggunakan face oil dan serum. Bisa digunakan hanya untuk merilekskan wajah, tanpa produk apapun. Bisa dalam keadaan dingin karena diletakkan di lemari es terlebih dahulu, maupun tidak.

Meskipun sifatnya memang udah adem. Aku sih senang jika disimpan dikulkas dulu sebelum pakai. Lebih berasa gitu asoynya beb.

Lalu, Worth To Buy Ngga Sih?

Aku beli ini dalam kondisi diskon dan dapat potongan voucher reset point lagi di Sociolla. Jatuhnya jadi @50.000 aja dari harga asli. Untuk case seperti itu, aku sih merasa ngga nyesel belinya.

Lagian balik lagi, niat awal emang untuk mijat wajah. Karena aku risih megang wajah dengan tangan, apalagi kalau kenak produk-produk skincare yang agak susah nyerap dan basah. Karena ekspektasinya emang ngga gede, pas beli ini. Jadinya aku puas sih.

Karena memang terasa sekali, peresapan essence sheet mask jadi lebih enak dan mudah di kulitku. Meminimalisir lengket atau greasy. Efeknya skincare yang aku pakai juga jadi maksimal.

Ditambah lagi, seru aja pas ngeroll wajah pakai alat ini.

Untuk efek ke skintone, aku ngga merasa ya. Menurutku itu lebih ke performa produk yang dipakai, bukan peran si face roller. Kalau mengurangi puffiness, iya sih. Ketika lagi sembab karena kurang tidur atau dikala lagi kelebihan garam karena makan junk food gila-gilaan. Face roller ini membantu meredakan pembengkakannya.

Intinya sih, alat ini salah satu perlengkapan self care aku. Selain manjain indera, juga bikin hati tentram karena efeknya rileeeeeeks banget.

Conlusion

Menurutku, ketika kamu sudah wishlist face roller dan budget pun ada. Cuss beli deh. Hanya aja, ekspektasinya diturunin dikit aja beb. Jangan berharap ini tongkat ajaib bisa semua-semuanya.

Terutama untuk face roller dari SASC ini, aku puas sih belinya. Dikemas dengan apik, dan kualitasnya good. Walaupun punyaku udah ada insiden sekali, tapi masih teratasi.

Pernah baca, face roller mau ada brandnya apa ngga. Mau mahal atau murah, sama aja (katanya). Hanya saja perlu diperhatikan, jika batu tidak benar-benar berkualitas efek juga beda. Yang paling berasa sih di efek dinginnya. Kalau batu asli ya pasti bakalan adem meskipun ngga tarok kulkas. Kalau sintetis gimana? Paling ngga kalau ada mereknya (mudah-mudahan) standartnya juga jelas. Lagian kan, face roller kan alat. Dipakai dalam jangka waktu lama, okelah kalau agak pricey. Atau kalau ngga tunggu promo plus pakai voucher kayak aku. Haha.

Pros

Kemasaanya mewah
Batunya adem
Membantu peresapan skincare
Meminimalisir puffiness

Cons

Pengikat bandul kecil agak kurang kokoh
Bandul kecilnya kurang bundar
Ngga ada keterangan jelas jenis batu apa yang digunakan

Repurchase?

Karena tools ngga ada habisnya, kayaknya ngga repurchase. Cuma emang niat untuk beli tipe lain, yaitu yang Amethyts. Meskipun ngga ada dari brand SASC sih.

Rate

3,5/5

XOXO

Madamabi___

Tuesday, April 21, 2020

Wardah Nature Daily Milky Oat Exfoliating Scrub Capsule Mask

April 21, 2020


Holla...


Siapa yang suka beli masker, tapi belum habis udah bosen dan tergiur dengan produk lain?


Sayaaaaa.


Iya... Akupun sering begitu. Haha. Makanya senang sih kalau ada brand mengeluarkan masker dalam kemasaan capsule.


Seperti masker yang dikeluarkan oleh Wardah, pada awal tahun 2020 kemarin.


Punya semua variannya, tapi aku putuskan untuk review satu-satu. Biar lebih fokus gitu beb.


Dan... Yang pertama, aku mau bahas Wardah Nature Daily Milky Oat Exfoliating Scrub Capsule Mask.


Masker Sekaligus Eksfoliator Dengan Kandungan Oatmeal


Sebelumnya, aku mau infoin dulu ya. Secara keseluruhan, Wardah mengeluarkan lima varian dari masker capsule ini. Mulai dari scrub mask (seperti oat yang akan dibahas ini), clay mask dan juga gel mask. Semuanya menggunakan ekstrak tumbuhan pada setiap variannya.


Yang oatmeal ini, seperti namanya yaitu Eksfoliating Scrub Capsule Mask. Berasal dari ekstrak natural oat. Fungsinya untuk mengangkat sel kulit mati.


Info Produk


Netto: 10 ml
Price: @20.000 IDR
Where To Buy: 
(Online) Sociolla, Shopee, Lelipstickan (online shop milikku hehe), dll.
(Offline) Guardian, Watson, dll.

Kemasaan Kapsul Mungil Yang Bisa Untuk 3 Kali Pemakaian


Masker mini ini, dikemas dalam wadah jar kecil berwarna putih. Pada bagian tutup, dilapisi stiker yang merupakan deskripsi produk. Bagian belakanganya juga terdapat stiker yang lembarannya double dan dapat dibuka lagi lapisannya.


Walaupun mini, keterangan produk cukup lengkap. Yah, meskipun deskripsinya cukup singkat sih.


Produk ini dilapisi aluminium foil (bagian atasnya berwarna putih) dan tutup flip top. Simpel dan save.


Pada keterangan yang aku temukan pada Instagram Wardah Beauty. Masker ini dapat digunakan sampai tiga kali pemakaian.


Tekstur Licin Dengan Butiran Oatmeal Yang Halus


Aslik ya, teksturnya beneran kayak oatmeal yang dibuburin. Licin-licin gitu. Scrubnya super halus dan lunak.



Bukan berupa butiran, tapi seperti serpihan oatmealnya itu sendiri.


Sensasi Dingin Dan Sejuk Ketika Digunakan


Ketika digunakan, aku merasakan efek dingin yang sangat sejuk. Hal ini menambahkan point relaksasi. Jadinya tuh adeeem sekali kulitku.


Ada sensasi tingling juga sih dikit, pada area hidung saja. Namun hanya sebentar.


Aromanya Manis Dan Bikin Laper


Aromanya, masih ada khas oatnya. Namun ngga pure gitu sih. Seperti ada campuran sesuatu, yang membuat aromanya jadi lebih menyegrak dan kuat. Ya iya sih, produk ini jika dilihat dari ingredientsnya menggunakan fragrance.


Sejujurnya, aku agak love-hate relationship sama aromanya. Disatu sisi, enak sih, manis gitu. Bikin laper.. Haha. Tapi kadang ngerasa terlalu strong juga untuk kategori oatmeal.


Cara Menggunakannya Semudah Pakai Face Scrub


Walaupun namanya masker, tapi pakainya kayak pakai scrub biasa. Ngga ada didiemin-dieminnya. Poles langsung gosok.


Lebih seperti menggunakan face scrub.


Aplikasiin pada wajah. Pijit-pijit lalu bilas deh.


Sempat aku ngetes untuk didiamkan beberapa menit. Yang ada malah residunya seperti terserap dan nempel di kulit. Jadi sulit untuk digosok.


Jadi, ya sesuai petunjuknya aja deh pakainya. Ngga jadi improv-improv.


Meskipun Gentle, Kemampuan Eksfoliasinya Terasa


Untuk performanya, walaupun ngga kontras, tapi aku berasa lebih bersih sih pakai ini. Meskipun komedo di hidung tidak terangkat maksimal. Namun kulit jadi lebih lembut dan terasa kencang. Tekstur kulit juga rasanya lebih halus.


Wajar sih, kalau tidak senampol eksfoliasi pada umumnya. Karena produk ini memang kemampuan eksfoliasinya gentle.


Good news sih untuk yang punya kulit sensitif. Atau memang butuh eksfoliator yang tidak begitu keras.


Conclusion


Bisa dibilang sih aku puas dan suka dengan produk ini. Mulai dari eksperience selama penggunaanya, sampai performa tidak mengecewakan.


Klaimnya juga masih sejalan dengan hasil yang aku dapatkan.


Kemasaan praktis dan harga sekitar duapuluh ribuan, ya oke sekali sih. FYI, walaupun dikatakan untuk tiga kali pemakaian. Aku menggunakan ini bisa sampai lima kali sih. Ngga tau ya, emang isinya banyak atau aku yang terlalu irit. LOL.


Walaupun masih ada beberapa hal yang masuk point cons, tapi okelah. Cukup recommended untuk kalian coba.


Oia, aku bahkan cukup berharap yang oatmeal ini ada versi tubenya sih.


Pros


Kemasaanya praktis
Scrubnya gentle
Performanya oke, sesuai klaim
Harga terjangkau
Isi cukup banyak, lebih dari klaim maksimal penggunaan

Cons


Aromanya terlalu strong


Repurchase?


Yass! Bahkan ngarep ada versi tubenya juga.


Rate

(4/5)

XOXO

Madamabi___

Produk-Produk Elsheskin Yang Cocok Untuk Kulit Kering

April 21, 2020

Holla...


Sebagai pemilik kulit kering, aku cukup jungkir balik dibuat oleh kulitku sendiri. Sempat berada di titik yang dimana tuh sampe ngedumel "duh susahnya punya kulit kering ini!". Gimana ngga, kulit yang kaku, ketarik bahkan sampai perih dan mengelupas ini cukup menyiksa.


Ngga hanya wajah. Kulit tubuh juga terasa sangat kering. Jelas rasanya semakin ngga nyaman.


Usaha mencari produk-produk yang cocok untuk kulitku jelas aku lakukan. Mulai dari googling dari blog, instagram sampai pinterest.


Mungkin banyak yang berasumsi, "Halah.. kalau kulit kering mah gampang. Pakai moisturizer aja beres". Nyatanya tidak semudah itu ya. Salah pelembab malah kadang terasa makin ngga nyaman. Bukannya lembab malah greasy.


Belum lagi kalau aku pribadi lebih cocok dengan pelembab yang berbahan dasar air. Atau kandungan airnya lebih besar dibanding oil.


Kenapa di postingan ini aku spesifik bahas perawatan kulit kering dari Brand Elsheskin?


Karena selain cukup banyak yang nanya, "cocok untuk kulit kering ngga kak?". Setiap aku menceritakan pengalamanku menggunakan produk dari brand ini.


Elsheskin juga memiliki cukup banyak produk yang bisa menjaga kelembaban kulit. Ngga hanya wajah, tapi juga body care dan lip care.


Apa sajakah itu? Aku bahas di bawah ya.


Elsheskin Deep Cleansing For Sensitive Skin


Awalnya aku cukup kecewa ya, karena tidak ada varian khusus untuk kulit kering. Fyi, Deep Cleansing ini terdiri dari tiga varian. For oily skin, normal skin dan sensitive skin.


Pertama sekali pakai produk ini memilih untuk yang normal skin. Masih bersahabat sih dengan kulitku. Tidak begitu membuat kulit terasa ketarik dan kaku.


Namun, setelah konsultasi dengan CS Elsheskin via WA. Aku disarankan untuk menggunakan yang for sensitive skin ini.


Setelah digunakan, memang perbedaan yang for sensitive skin dengan for normal skin ini cukup terasa signifikan ya. Walaupun performanya untuk membersihkan wajah sama bagusnya di wajahku. Aku merasa yang for sensitive skin ini memang lebih gentle di kulit. Sama sekali tidak membuat kulitku kaku dan ketarik.


Elsheskin Hydrating Cream


Selain untuk moisturizer wajah, bisa juga untuk bagian tubuh lain yang sangat terasa kering lho. Seperti lutut dan siku.


Teksturnya creamy-gel. Ringan dan cukup mudah meresap. Asal... Ketika kamu menggunakannya. Pijat terus sampai produknya beneran meresap sempurna. Seperti pada umumnya produk Elsheskin, Hydrating Cream ini juga tidak ada fragrance. Tapi juga tidak berbau chemical kok.


Aku sendiri sudah repurchase produk ini berkali-kali lho. Selalu jadi andalan. Membuat kulit keringku terasa lembab, namun tidak meninggalkan efek gerah dan greasy.


Elsheskin Protection Day Cream


Yang ini tuh sebenarnya sun screen. Tapi tidak begitu jelas deskripsinya berapa spf atau pa berapa +.


Namuuun, aku senang dengan sun screen yang satu ini karena tidak meninggalkan white cast. Walaupun cream padat, namun tidak pleket di wajah.


Selain melindungi wajah dari bahaya sinar UVA dan UVB, sun screen ini juga memberikan kelembaban ekstra pada wajahku. Kalau di reapply juga nyaman.


Elsheskin Lip Sugar Scrub


Selain kulit wajah, ada bagian yang lebih ngeselin lagi kalau kering. Yaps, bibir!


Ngga banget kan lihat kulit bibir kering bahkan sampai terkelupas? Selain ngga nyaman, juga ngga enak dipandang.


Kalau bibir terlalu kering dan dibiarkan begitu saja. Lama-lama bisa makin kusam kan. Mau dipakein lipstick juga makin berabe kalau tekstur bibir udah semrawut.


Aku pernah diposisi tadi. Dan Lip Sugar Scrub dari Elsheskin sangat membantu lho. Butiran scrubnya seperti gula. Konsistensinya medium. Ngga halus banget, tapi juga ngga kasar.


Apalagi ketika diaplikasikan dia bakalan melumer. Jadi sejauh ini ngga bikin bibir iritasi.


Belum lagi, aku suka sekali dengan aromanya yang manis dan nyenengin. Setelah rutin pakai ini. Memang kelihatan sih bibir jadi lebih terawat. Ngga kusam dan warnanya lebih cerah.


Elsheskin Lip Serum


Lip serum ini klaimnya, untuk menghidrasi. Membuat bibir lebih bervolume dan lembut.


Ini adalah lip serum pertama yang aku punya dan pakai. Sempat berpikir ini sama aja dengan lip balm atau lip butter, cuma beda nama. Ternyata beda ya.


Lip serum ini, selain menutrisi juga sebagai treatment untuk meningkatkan performa bibir. Jadi lebih ngeplump dan sehat.


Elsheskin Milk Body Scrub


Body scrub ini juga masih jadi andalan aku. Sudaj repurchase beberapa kali.


Seperti namanya. Begitu dibuka tutupnya, aroma susu menyeruak dari scrub ini. Asliii... Aku suka dengan aromanya. Ngga manis dan eneug, tapi bikin happy. Seperti memberi efek mood booster juga nih.


Butiran scrubnya tidak halus, namun juga ngga terlalu kasar. Jumlah butirannya juga banyak. Sehingga mampu mengankat sel kulit mati dengan mudah.


Setelah rutin pakai ini selama setahun lebih. Aku ngerasain sih, kulitku jadi lebih cerah dan tidak berbusik karena sel kulit mati yang menumpuk. Kulit jadi terasa lembab dan sehat.

****


Itu dia beberapa produk dari brand Elsheskin, yang sangat membantuku untuk merawat kulit kering. Ngga hanya untuk wajah, tapi juga tubuh dan bibir.

XOXO

Madamabi___

Sunday, April 12, 2020

Web Series Favorit Aku Yang Seru Juga Untuk Ditonton Selama #selfquaratine

April 12, 2020


Holla...


Di masa pandemi covid 19 seperti ini, yang dimana kita emang sebaiknya di rumah aja. Harus pinter-pinter menyamankan diri di rumah. Harus makin menggali kegiatan-kegiatan seru yang tetap bisa kita lakukan selama di rumah.


Karena memang team di rumah aja. Sebenarnya aku punya banyak hal yang bikin betah di rumah. Salah satunya nonton. Nontonpun banyak lagi tipenya. Diantaranya nonton web series.


Seringnya sih nonton web series dari you tube.


Langsung aja deh ya. Ini dia lima web series favorit aku. Yang cocok juga kamu tonton selama self quarantine ini. Kalau udah nonton, kayaknya oke juga sih untuk ditonton ulang.


1. Nic & Mar


2015
Channel: Line Indonesia
Cast: Nicholas Saputra & Mariana Renata
Episode: 7 Episode


Kalau yang satu ini juara banyak orang deh kayaknya. Karena banyak baca/nonton rekomendasi web series baik di blog maupun you tube, pada menyebutkan yang satu ini.


Pada masa web series ini muncul, kayaknya dulu (seingatku) belum sebanjir ini ya, yang bikin web series.


Kisahnya emang klise ya. Sepasang mantan kekasih yang bertemu lagi setelah sekian lama berpisah.


Bisa ditebak juga selanjut apa... Ya CLBK.


Tapi cerita biasapun emang bisa menjadi luar biasa. Jika diperankan oleh orang yang super piawai. Ya ngga usah diragukan lagi emang acting dua aktor dan aktris kece ini.


Setiap episodenya berasa seperti reality show. Kayak bukan skenario. Kayak mereka lagi aktifitas beneran, lalu ada kamera yang ngintilin.


Sooo necyurell...


Apalagi di episode dua. Ketika mereka ngobrolin tentang hubungan mereka di masa lalu. Ya ampuuun. Alami sekali. Kayak beneran nyata emang begitu adanya.


Bisa dibilang ini emang sederhana aja sih ceritanya. Tapi membekas sekali. Ditonton berkali-kali, ngga bosen sih kalau aku. Walaupun juga ini termasuk webseries jadul, tapi tetap masih dibawa ke zaman sekarang.


2. Sore - Istri Dari Masa Depan


2017
Channel: Tropicana Slim
Cast: Tika Bravani & Dion Wiyoko
Episode: 9 Episode


Aku ngga nyangka produk diabetes bisa ngeluncurin web series yang asyik banget gini. Bayangan aku, kalau produk yang ada embel-embel kesehatan. Pasti ceritanya bakalan identik sama orang tualah. Bakalan klise banget. Taunya ini yang ini bener-bener fresssh. Tapi pesannya juga tetap dapat.


Ala-ala sci-fi gitu. Time traveller.


Ngga usah mikirin tentang masuk akal lah ya. Tapi fokus aja dengan acting Tika Bravani dan Dion Wiyoko yang bikin aku makin betah nontonnya. Santai tapi serius banget sih ini acting mereka. Total tapi ngga lebay. Enjoy banget lihatnya.


Plotnya juga enak banget bergulirnya. Mulai dari kemunculan Sore (yang konon katanya istri dari masa depannya Jonathan) yang penuh dengan tanda tanya akan kebenarannya. Lalu berlanjut ke konflik. Naik-turun kepercayaan Jo kepada Sore. Kehilangan. Pertemuan kembali sampai ending. Semuanya asyik banget jalannya.


Terus ya, sinematografinya juga asyik. Aku ngga ngerti-ngerti kali sih di bagian ini. Tapi film ini dikemas dengan apik. Bikin feel yang mau disampaikan dari ceritanya dapat.


Ditambah lagi soundtrack dari Adhitia Sofyan yang bikin mood selow-mellow-mellow-nya kerasa.


3. Janji


2019
Channel: Tropicana Slim
Cast: Widika Sidmore, Darius Sinathrya & Ringgo Agus
Episode: 8 Episode


Ini direkomendasikan oleh beberapa teman. Awalnya, karena satu dan lain hal aku agak mager sih nontonnya. Taunyaaaa, seru.


Salah satu hal yang bikin aku nekat nonton ini (diantara rasa skeptis yang awalnya sangat besar) adalah Widika Sidmore. Aku penasaran sih sama dia. Karena... Sepertinya... Dia bakalan  (kayaknya ya) main di film yang diadaptasi dari novel favoritku.


Jadi pengen tahu aja, gimana sih actingnya Widika ini.


So far sih aku suka. Dia berhasil memainkan peran, perempuan yang agak rapuh dan banyak memendam isi pikiran dan kepalanya. Paling tidak itu  karakter yang aku tangkap dari seorang Naya.


Karena masih dari Tropicana Slim. Serial ini masih berbau tentang menjaga kesehatan. Tapi balik lagi, karena targetnya emang untuk mengantarkan pesan ke anak muda milenial. Jadinya tetap asyik.


Sepertinya judulnya. Janji. Selain tentang janji kepada pasangan. Terasa sekali kisahnya juga ingin mengingatkan kita tentang hakikat janji dari sebuah pernikahan / hubungan itu sendiri.


Apalagi ada bumbu-bumbu romance dan komedi. Sebab itu Ringgo Agus nongol kali ya. Untuk menyeimbangkan keseriusan dan kenormalan Darius dan Widika. Haha.


4. Mengakhiri Cinta Dalam 3 Episode


2018
Channel: Toyota Indonesia
Cast: Dion Wiyoko & Sheila Dara
Episode: 4 Episode


Masih Dion Wiyoko lagi yang main. Dan masih juga dengan sentuhan dari Yandy Laurens.


Kisahnya pas juga kayak judulnya. Tentang orang yang mau putus. Tapi karena putusnya di saat tidak tepat, jadinya ngga sesimpel itu.


Ayu, yang di perankan oleh Sheila Dara asyik sekali sih karakternya menurutku. Kelihatan ekspresi kaget, ngga terima dan nelangsanya. Tapi ngga lebay.


5. Kenapa Belum Nikah


2018
Channel: BoxB (dulu kalau ngga salah Space)
Cast: Rame bok >_<


Kalau yang satu ini, lebih seperti kumpulan cerita pendek yang tergabung dalam satu seri bertema sama.


Menjawab pertanyaan yang relate di kehidupan nyata kita. "Kapan kawin?" Kenapa belum nikah?"


Yang memang jawabannya tidak semudah dan seseragam itu.


Setiap episode membeberkan beberapa alasan kenapa orang belum menikah.


Mulai dari belum menemukan orang yang tepat. Tidak direstui orang tua. Terhalang takdir maut. Sampai masalah RAS. Yah pas banget kan sama persoalan yang tengah terjadi di masyarakat kita.


Serial ini, mengajarkan untuk tidak mencampuri hal-hal yang sifatnya "urusan Tuhan". Ngga usah nanya-nanya deh. Karena yang ditanya juga ngga tahu jawabannya. Belajar empati aja. Karena bisa aja orang yang kita tanya sedang menghadapi hal terburuk dalam hidupnya.

*****

Masih ada beberapa lagi sih web series favorit aku. Tapi ntar deh, di postingan selanjutnya.


Happy self quarantine semuanya. Tetap #dirumahaja ya.


Web series favorit kalian apa aja nih beb?


XOXO


Madamabi___

Thursday, March 26, 2020

Review: Elsheskin Smoothing Serum For Acne Skin

March 26, 2020

Holla...

Ngomongin bekas jerawat, ngga hanya bintik atau noda hitam saja yang mengganggu. Namun juga tekstur kulit yang bergerutul atau bahkan sampai berupa scar, merupakan hal yang bikin gemes dari si jerawat. Para MUA-pun berstatement bahwa, makeup tidak mampu menutupi tekstur kulit.

Thursday, February 20, 2020

Review: Elsheskin Milk Body Scrub

February 20, 2020

Holla...

Bicara tentang perawatan kulit, ngga ada habisnya ya. Apalagi merawat kulit bukan hanya sebatas wajah ya. Kulit badan juga sangat penting dirawat. Seperti luluran, yang juga merupakan salah satu me time sekaligus self care favoritku.

Saturday, February 15, 2020

Review: COSRX Blackhead Remover Mr.RX Kit

February 15, 2020
Holla...


Blackhead merupakan musuh bagi banyak orang. Benar tidak? Memberikan tekstur bergerutu pada kulit dan membuat penampilan terlihat kurang menarik. Belum lagi, kemunculan komedo ini bisa menjadi cikal bakal jerawat.

Thursday, February 13, 2020

Detox Sosial Media (LAGI) | +Podcast

February 13, 2020
Holla...


Mulai dari tanggal 6 Februari kemarin, aku kembali melakukan detox pada sosial mediaku.

Tahun lalu, tepatnya sekitar bulan July aku juga sudah pernah detox sosmed. So ini bukan yang pertama kalinya. Jadi adaptasinya juga ngga sulit.

Seperti yang pernah aku ceritakan juga DI POSTINGAN INI, bahwa detox sosmedku tahun lalu bisa dibilang berhasil dan cukup mudah. Aku juga sangat enjoy ternyata hidup tanpa sosmed.

Sama juga seperti sebelumnya, yang paling aku fokuskan untuk di detox adalah aku instagram pribadiku. Karena yang satu ini benar-benar bikin aku sulit fokus karena memicu banyak distraksi pada diriku.

Namun, karena aku masih juga merasakan manfaat dari Instagram, aku tidak berniat untuk meninggalkannya selamanya. Hanya sementara. Jadi detox instagram lebih masuk akal daripada menghapus akunnya permanen.

FYI, untuk Facebook dan Twitter emang udah aku deactive. Pinterest belum, dan tidak berniat untuk di setop penggunaannya. Karena selain tidak menganggu kehidupanku, juga masih memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhanku.

Emang dulu aku niat untuk detox rutin. Tapi ya gitu deh. Kebablasan.

Karena semakin ke sini, semakin banyak hal (dari aktifitasku membuka instagram) memunculkan ketidak nyamanan baik untuk fisik dan psikis. Aku fix untuk memutuskan detox segera.

Seketika dan semudah itu. Karena memang jika semakin ditunda, tidak akan terlaksana.

Beberapa hal yang terkadang sulit aku tolerir dari situasi di sosial media (khsusnya Instagram, karena aku lebih sering menggunakannya) adalah:

Mengalihkan fokusku dan memonopoli waktu. Niatnya mau buka apa, yang dilihat apa.

Orang yang kita follow tidak selalu memposting hal sesuai dengan kebutuhan kita. Walaupun siapa yang kita ikuti sudah disortir sekalipun. Ada kalanya juga mereka mengupload sesuatu yang diluar minat kita. Tidak salah memang. Sebab itu akunya yang merasa perlu detox untuk mengendalikan diriku sendiri. Hingga siap kembali menerima sesuatu yang aku senangi. Ataupun mengabaikan hal yang diluar ketertarikanku.

Belum lagi, mau tidak mau Instagram memunculkan banyak teori-teori yang mempengaruhi kehidupan induvidu. Mulai dari teori dalam ber-instagram sendiri. 

Seperti engangement yang seakan "mengendalikan" kita untuk "perduli" dengan waktu kapan baiknya kita memposting sesuatu. Membuat aktifitas sosial media yang tadinya hanya untuk bersenang-senang dan mengisi waktu luang menjadi aktifitas rutin yang terlihat serius.

Plus lagi, semakin banyak saja orang yang merasa expert dalam hal kehidupan lalu membagikan teori-teori pribadi mereka.

Terkadang, tidak hanya berbagi, namun seperti "mengajarkan". Hufft.

Iya kembali lagi, semua ada dikontrol kita sang pengguna. Bagiku, kontrol yang paling ampuh adalah dengan melakukan detox pada sosial mediaku. Terutama instagram. Si penyumbang distraksi terbesar bagiku.

Walaupun pernah melakukannya sebelumnya. Aku tetap butuh sugest ketika ingin detox sosmed kembali. Yaitu dengan gooling kisah-kisah mereka yang berhasil survive dan tetap berkarya tanpa sosial media. Seperti kisah Marissa Anita dan Nadiem Makarim yang telah meninggalkan sosial medianya. Iya, aku belum berniat meninggalkan semua sosmed. Tapi semakin yakin bahwa, kita bisa tetap hidup dan melakukan sesuatu ataupun berkarya kok tanpa sosial media.

Lalu aku sharing juga dengan temanku Desti, yang juga melakukan detox sosial media.

Setiap detox sosmed, aku selalu merasakan diri ini lebih tenang aja secara otomatis. Mental dan fisik lebih lempeng. Karena pusat perhatianku terputus satu. Jadi rasanya space di otak lebih lowong. Bahkan terasa sangat longgar dan siap untuk diisi banyak hal positif. Kemudian karena distraksi juga seakan punah, tubuh dan otak semakin bersemangat untuk melakukan segala sesuatu lebih cepat.

Lebih lengkap tentang bagaimana aku melakukan detox sosial media ini juga aku ceritakan dalam podcastku. Silahkan jika mau mendengarkan versi cuap-cuapnya ya.



XOXO

Madamabi___

Review: Mother Of Pearl My Lips But Prettier Skin Tint | 07 Pretty Bold

Okeh.. waktunya kita review lipennya mama ayang!! Dari awal kemunculan Mother Of Pearl, aku udah ngebatin "harus coba nih!". At ...