Sunday, April 12, 2020

Web Series Favorit Aku Yang Seru Juga Untuk Ditonton Selama #selfquaratine

April 12, 2020


Holla...


Di masa pandemi covid 19 seperti ini, yang dimana kita emang sebaiknya di rumah aja. Harus pinter-pinter menyamankan diri di rumah. Harus makin menggali kegiatan-kegiatan seru yang tetap bisa kita lakukan selama di rumah.


Karena memang team di rumah aja. Sebenarnya aku punya banyak hal yang bikin betah di rumah. Salah satunya nonton. Nontonpun banyak lagi tipenya. Diantaranya nonton web series.


Seringnya sih nonton web series dari you tube.


Langsung aja deh ya. Ini dia lima web series favorit aku. Yang cocok juga kamu tonton selama self quarantine ini. Kalau udah nonton, kayaknya oke juga sih untuk ditonton ulang.


1. Nic & Mar


2015
Channel: Line Indonesia
Cast: Nicholas Saputra & Mariana Renata
Episode: 7 Episode


Kalau yang satu ini juara banyak orang deh kayaknya. Karena banyak baca/nonton rekomendasi web series baik di blog maupun you tube, pada menyebutkan yang satu ini.


Pada masa web series ini muncul, kayaknya dulu (seingatku) belum sebanjir ini ya, yang bikin web series.


Kisahnya emang klise ya. Sepasang mantan kekasih yang bertemu lagi setelah sekian lama berpisah.


Bisa ditebak juga selanjut apa... Ya CLBK.


Tapi cerita biasapun emang bisa menjadi luar biasa. Jika diperankan oleh orang yang super piawai. Ya ngga usah diragukan lagi emang acting dua aktor dan aktris kece ini.


Setiap episodenya berasa seperti reality show. Kayak bukan skenario. Kayak mereka lagi aktifitas beneran, lalu ada kamera yang ngintilin.


Sooo necyurell...


Apalagi di episode dua. Ketika mereka ngobrolin tentang hubungan mereka di masa lalu. Ya ampuuun. Alami sekali. Kayak beneran nyata emang begitu adanya.


Bisa dibilang ini emang sederhana aja sih ceritanya. Tapi membekas sekali. Ditonton berkali-kali, ngga bosen sih kalau aku. Walaupun juga ini termasuk webseries jadul, tapi tetap masih dibawa ke zaman sekarang.


2. Sore - Istri Dari Masa Depan


2017
Channel: Tropicana Slim
Cast: Tika Bravani & Dion Wiyoko
Episode: 9 Episode


Aku ngga nyangka produk diabetes bisa ngeluncurin web series yang asyik banget gini. Bayangan aku, kalau produk yang ada embel-embel kesehatan. Pasti ceritanya bakalan identik sama orang tualah. Bakalan klise banget. Taunya ini yang ini bener-bener fresssh. Tapi pesannya juga tetap dapat.


Ala-ala sci-fi gitu. Time traveller.


Ngga usah mikirin tentang masuk akal lah ya. Tapi fokus aja dengan acting Tika Bravani dan Dion Wiyoko yang bikin aku makin betah nontonnya. Santai tapi serius banget sih ini acting mereka. Total tapi ngga lebay. Enjoy banget lihatnya.


Plotnya juga enak banget bergulirnya. Mulai dari kemunculan Sore (yang konon katanya istri dari masa depannya Jonathan) yang penuh dengan tanda tanya akan kebenarannya. Lalu berlanjut ke konflik. Naik-turun kepercayaan Jo kepada Sore. Kehilangan. Pertemuan kembali sampai ending. Semuanya asyik banget jalannya.


Terus ya, sinematografinya juga asyik. Aku ngga ngerti-ngerti kali sih di bagian ini. Tapi film ini dikemas dengan apik. Bikin feel yang mau disampaikan dari ceritanya dapat.


Ditambah lagi soundtrack dari Adhitia Sofyan yang bikin mood selow-mellow-mellow-nya kerasa.


3. Janji


2019
Channel: Tropicana Slim
Cast: Widika Sidmore, Darius Sinathrya & Ringgo Agus
Episode: 8 Episode


Ini direkomendasikan oleh beberapa teman. Awalnya, karena satu dan lain hal aku agak mager sih nontonnya. Taunyaaaa, seru.


Salah satu hal yang bikin aku nekat nonton ini (diantara rasa skeptis yang awalnya sangat besar) adalah Widika Sidmore. Aku penasaran sih sama dia. Karena... Sepertinya... Dia bakalan  (kayaknya ya) main di film yang diadaptasi dari novel favoritku.


Jadi pengen tahu aja, gimana sih actingnya Widika ini.


So far sih aku suka. Dia berhasil memainkan peran, perempuan yang agak rapuh dan banyak memendam isi pikiran dan kepalanya. Paling tidak itu  karakter yang aku tangkap dari seorang Naya.


Karena masih dari Tropicana Slim. Serial ini masih berbau tentang menjaga kesehatan. Tapi balik lagi, karena targetnya emang untuk mengantarkan pesan ke anak muda milenial. Jadinya tetap asyik.


Sepertinya judulnya. Janji. Selain tentang janji kepada pasangan. Terasa sekali kisahnya juga ingin mengingatkan kita tentang hakikat janji dari sebuah pernikahan / hubungan itu sendiri.


Apalagi ada bumbu-bumbu romance dan komedi. Sebab itu Ringgo Agus nongol kali ya. Untuk menyeimbangkan keseriusan dan kenormalan Darius dan Widika. Haha.


4. Mengakhiri Cinta Dalam 3 Episode


2018
Channel: Toyota Indonesia
Cast: Dion Wiyoko & Sheila Dara
Episode: 4 Episode


Masih Dion Wiyoko lagi yang main. Dan masih juga dengan sentuhan dari Yandy Laurens.


Kisahnya pas juga kayak judulnya. Tentang orang yang mau putus. Tapi karena putusnya di saat tidak tepat, jadinya ngga sesimpel itu.


Ayu, yang di perankan oleh Sheila Dara asyik sekali sih karakternya menurutku. Kelihatan ekspresi kaget, ngga terima dan nelangsanya. Tapi ngga lebay.


5. Kenapa Belum Nikah


2018
Channel: BoxB (dulu kalau ngga salah Space)
Cast: Rame bok >_<


Kalau yang satu ini, lebih seperti kumpulan cerita pendek yang tergabung dalam satu seri bertema sama.


Menjawab pertanyaan yang relate di kehidupan nyata kita. "Kapan kawin?" Kenapa belum nikah?"


Yang memang jawabannya tidak semudah dan seseragam itu.


Setiap episode membeberkan beberapa alasan kenapa orang belum menikah.


Mulai dari belum menemukan orang yang tepat. Tidak direstui orang tua. Terhalang takdir maut. Sampai masalah RAS. Yah pas banget kan sama persoalan yang tengah terjadi di masyarakat kita.


Serial ini, mengajarkan untuk tidak mencampuri hal-hal yang sifatnya "urusan Tuhan". Ngga usah nanya-nanya deh. Karena yang ditanya juga ngga tahu jawabannya. Belajar empati aja. Karena bisa aja orang yang kita tanya sedang menghadapi hal terburuk dalam hidupnya.

*****

Masih ada beberapa lagi sih web series favorit aku. Tapi ntar deh, di postingan selanjutnya.


Happy self quarantine semuanya. Tetap #dirumahaja ya.


Web series favorit kalian apa aja nih beb?


XOXO


Madamabi___

Thursday, March 26, 2020

Review: Elsheskin Smoothing Serum For Acne Skin

March 26, 2020

Holla...

Ngomongin bekas jerawat, ngga hanya bintik atau noda hitam saja yang mengganggu. Namun juga tekstur kulit yang bergerutul atau bahkan sampai berupa scar, merupakan hal yang bikin gemes dari si jerawat. Para MUA-pun berstatement bahwa, makeup tidak mampu menutupi tekstur kulit.

Thursday, February 20, 2020

Review: Elsheskin Milk Body Scrub

February 20, 2020

Holla...

Bicara tentang perawatan kulit, ngga ada habisnya ya. Apalagi merawat kulit bukan hanya sebatas wajah ya. Kulit badan juga sangat penting dirawat. Seperti luluran, yang juga merupakan salah satu me time sekaligus self care favoritku.

Saturday, February 15, 2020

Review: COSRX Blackhead Remover Mr.RX Kit

February 15, 2020
Holla...


Blackhead merupakan musuh bagi banyak orang. Benar tidak? Memberikan tekstur bergerutu pada kulit dan membuat penampilan terlihat kurang menarik. Belum lagi, kemunculan komedo ini bisa menjadi cikal bakal jerawat.

Thursday, February 13, 2020

Detox Sosial Media (LAGI) | +Podcast

February 13, 2020
Holla...


Mulai dari tanggal 6 Februari kemarin, aku kembali melakukan detox pada sosial mediaku.

Tahun lalu, tepatnya sekitar bulan July aku juga sudah pernah detox sosmed. So ini bukan yang pertama kalinya. Jadi adaptasinya juga ngga sulit.

Seperti yang pernah aku ceritakan juga DI POSTINGAN INI, bahwa detox sosmedku tahun lalu bisa dibilang berhasil dan cukup mudah. Aku juga sangat enjoy ternyata hidup tanpa sosmed.

Sama juga seperti sebelumnya, yang paling aku fokuskan untuk di detox adalah aku instagram pribadiku. Karena yang satu ini benar-benar bikin aku sulit fokus karena memicu banyak distraksi pada diriku.

Namun, karena aku masih juga merasakan manfaat dari Instagram, aku tidak berniat untuk meninggalkannya selamanya. Hanya sementara. Jadi detox instagram lebih masuk akal daripada menghapus akunnya permanen.

FYI, untuk Facebook dan Twitter emang udah aku deactive. Pinterest belum, dan tidak berniat untuk di setop penggunaannya. Karena selain tidak menganggu kehidupanku, juga masih memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhanku.

Emang dulu aku niat untuk detox rutin. Tapi ya gitu deh. Kebablasan.

Karena semakin ke sini, semakin banyak hal (dari aktifitasku membuka instagram) memunculkan ketidak nyamanan baik untuk fisik dan psikis. Aku fix untuk memutuskan detox segera.

Seketika dan semudah itu. Karena memang jika semakin ditunda, tidak akan terlaksana.

Beberapa hal yang terkadang sulit aku tolerir dari situasi di sosial media (khsusnya Instagram, karena aku lebih sering menggunakannya) adalah:

Mengalihkan fokusku dan memonopoli waktu. Niatnya mau buka apa, yang dilihat apa.

Orang yang kita follow tidak selalu memposting hal sesuai dengan kebutuhan kita. Walaupun siapa yang kita ikuti sudah disortir sekalipun. Ada kalanya juga mereka mengupload sesuatu yang diluar minat kita. Tidak salah memang. Sebab itu akunya yang merasa perlu detox untuk mengendalikan diriku sendiri. Hingga siap kembali menerima sesuatu yang aku senangi. Ataupun mengabaikan hal yang diluar ketertarikanku.

Belum lagi, mau tidak mau Instagram memunculkan banyak teori-teori yang mempengaruhi kehidupan induvidu. Mulai dari teori dalam ber-instagram sendiri. 

Seperti engangement yang seakan "mengendalikan" kita untuk "perduli" dengan waktu kapan baiknya kita memposting sesuatu. Membuat aktifitas sosial media yang tadinya hanya untuk bersenang-senang dan mengisi waktu luang menjadi aktifitas rutin yang terlihat serius.

Plus lagi, semakin banyak saja orang yang merasa expert dalam hal kehidupan lalu membagikan teori-teori pribadi mereka.

Terkadang, tidak hanya berbagi, namun seperti "mengajarkan". Hufft.

Iya kembali lagi, semua ada dikontrol kita sang pengguna. Bagiku, kontrol yang paling ampuh adalah dengan melakukan detox pada sosial mediaku. Terutama instagram. Si penyumbang distraksi terbesar bagiku.

Walaupun pernah melakukannya sebelumnya. Aku tetap butuh sugest ketika ingin detox sosmed kembali. Yaitu dengan gooling kisah-kisah mereka yang berhasil survive dan tetap berkarya tanpa sosial media. Seperti kisah Marissa Anita dan Nadiem Makarim yang telah meninggalkan sosial medianya. Iya, aku belum berniat meninggalkan semua sosmed. Tapi semakin yakin bahwa, kita bisa tetap hidup dan melakukan sesuatu ataupun berkarya kok tanpa sosial media.

Lalu aku sharing juga dengan temanku Desti, yang juga melakukan detox sosial media.

Setiap detox sosmed, aku selalu merasakan diri ini lebih tenang aja secara otomatis. Mental dan fisik lebih lempeng. Karena pusat perhatianku terputus satu. Jadi rasanya space di otak lebih lowong. Bahkan terasa sangat longgar dan siap untuk diisi banyak hal positif. Kemudian karena distraksi juga seakan punah, tubuh dan otak semakin bersemangat untuk melakukan segala sesuatu lebih cepat.

Lebih lengkap tentang bagaimana aku melakukan detox sosial media ini juga aku ceritakan dalam podcastku. Silahkan jika mau mendengarkan versi cuap-cuapnya ya.



XOXO

Madamabi___

Monday, February 3, 2020

Review: Nivea Sun Creme Care SPF 50+ PA ++++

February 03, 2020

Holla...

Semenjak menyadari pentingnya penggunaan sun screen. Aku komit untuk tidak sekalipun skip penggunaan tabir surya ini. Bahkan seperti "ngeri" sendiri aja kalau ngga pakai sun screen.

Saturday, February 1, 2020

Be Patient To Yourself First! #HelloLife

February 01, 2020

Holla...

Kali ini mau bahas tentang hal yang agak minus di diriku.

K-E-S-A-B-A-R-A-N

Konon katanya, sabar pangkal subur. Subur apanyaaaa? Haha.

Tapi gini ya beb. Berasa ngga sih? Kalau kadang kita tuh lebih toleran dan sabar menghadapi orang lain, dibandingkan diri kita sendiri?

Wednesday, January 1, 2020

Bullet Journal 2020 #BujoLove

January 01, 2020


Holla...


Menulis jurnal atau diary sudah aku lakukan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Alasannya sih, karena tidak memiliki teman cerita (kasian ya). Haha. Lebih tepatnya, aku tidak begitu leluasa untuk bercerita kepada orang lain secara gamblang.


Udah dua tahun ini aku menulis buku harian dalam bentuk bullet journal. Karena aku mulai menyadari, bahwa gaya journaling seperti ini paling pas untuk kebutuhannku saat ini.


Apa itu bullet journal, sudah pernah aku share di sini.

How To Start A Bullet Journal | #BujoLove

Aku berniat untuk rutin share bullet journalku setiap bulannya. Selain untuk dokumentasiku sendiri, semoga bisa memberi inspirasi untuk kamu yang mau memulai bullet journal. Atau yang sedang bingung mau bikin tema untuk bujonya.


Postingan kali ini aku cuma mau share. Hal apa yang aku buat di jurnalku untuk mengawali tahun. Apa saja maksud serta makna di baliknya.


Kalender Tahun 2020




Quotes






Kilas balik tahun lalu..




Hal apa yang menjadi tujuan di tahun 2020




Rencana setiap bulan dalam setahun.



Setelahnya aku bakalan share template bullet journal aku setiap bulannya ya.


XOXO


Madamabi___

Review: Mother Of Pearl My Lips But Prettier Skin Tint | 07 Pretty Bold

Okeh.. waktunya kita review lipennya mama ayang!! Dari awal kemunculan Mother Of Pearl, aku udah ngebatin "harus coba nih!". At ...